Kawan-kawan sekalian yb,
Sungguh saya rasakan suatu kesejukan yang didapat dari tegur bung Kusni
tidak pernah menyatakan Thio Keng Bouw sebagai "Anjing Soeharto", ternyata
mendapatkan koreksi yang tulus hati dari penulis muda Francisca Ria Susanti
untuk memberi penjelasan dan bersedia tulisannya di koreksi redaksi. Satu
kejujuran yang patut dihargai dan dihormati.
Memang untuk membuat satu tulisan dari hasil wawancara, ngobrol dengan
beberapa kawan itu tidaklah mudah. Mungkin juga salah penangkapan atau
mungkin juga kesalahan ucap yang terjadi ketika itu. Setelah saya perhatikan
dalam pembicaraan dengan saya, rasanya apa yang menjadi penekanan dalam
tulisan berbeda dengan apa yang saya maksud dan kehendaki. Misalnya, sebab
terjadinya kerusuhan anti-Tionghoa yang meletus berulang kali di Indonesia,
sehingga kesan orang diluar, bangsa Indonesia itu bangsa yang brutal, bangsa
barbar. Penekanan saya bukan pada adanya kesenjangan sosial seperti yang
dituliskan, tapi karena adanya sementara pejabat-tinggi atau jenderal yang
menjadikan komunitas Tionghoa sebagai kambing hitam, yang dikorbankan untuk
mencapai tujuan tertentu. Adanya elite politik yang berkemampuan
mengorganisasi dan menyulut kemarahan/ketidak puasan rakyat miskin untuk
menjarah, merampok dan membakar harta-milik komunitas Tionghoa.
Selebihnya, disana-sini juga masih ada soal-soal kecil yang mungkin
kurang teliti dalam menulis atau mengetik yang terjadi. Saya kira pembaca
tidak akan salah mengerti apa yang dikehendaki penulis. Bukan soal besar.
Bagaimanapun juga, Terimakasih atas usaha Susanti yang telah dengan susah
payah berusaha memperkenalkan atau mengedepankan masalah-masalah yang
dianggap menarik untuk diketahui banyak orang, dalam bentuk cerita.
Sedang menurut saya, yang lebih penting untuk mendapatkan kejelasan,
dijernihkan dari orang yang diwawancari, Thio Keng Bouw sendiri apa
benar/salah yang dinyatakan dalam tulisan Susanti itu.
Salam,
ChanCT
----- Original Message -----
From: sangumang kusni
To: ChanCT
Sent: Sunday, 29 July, 2007 10:10
Subject: Fwd: Re: Fw: [HKSIS] minta penjelasan dari francisca ria susanti
sangumang kusni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Sun, 29 Jul 2007 09:57:50 +0800 (CST)
From: sangumang kusni <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Fw: [HKSIS] minta penjelasan dari francisca ria susanti
To: fransisca susanti <[EMAIL PROTECTED]>
Ini sikap korek dan saya hargai. Saya harap redaksi menyiar ulang
koreksinya sesuai etika jurnalistik. Jika etika masih dihargai. Terimakasih
bahwa Anda berani mengaku salah, hal yang tidak gampang bagi orang Indo yang
saya kenal. Juga masih punya tatakrama.
JJKusni
fransisca susanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Trimakasih atas penjelasannya,
trimakasih juga telah mengingatkan soal re-check.
saya mengakui telah melakukan kesalahan dg tidak melakukan re-check pada
Anda.
Dengan demikian, khusus perihal mengenai Anda, saya akan minta redaksi
untuk menghapusnya.
salam,
santi
----- Original Message ----
From: sangumang kusni <[EMAIL PROTECTED]>
To: fransisca susanti <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, July 28, 2007 11:39:33 PM
Subject: Re: Fw: [HKSIS] minta penjelasan dari francisca ria susanti
Yth. Sdri Francisca Susanti,
Dalam menuliskan sesuatu untuk publik, apakah tidak sebaiknya ketepatan,
check dan recheck diperlukan, termasuk apa yang diucapkan seseorang dengan
menyebut nama dan yang disebut seringnya saya lewat Hong Kong. Anda masih
menggunakan istilah "mungkin" untuk data Anda, dan "mungkin" bukanlah
koreksi dan pertanggunganjawab. Salah satu cara recheck, misalnya bisa
dilakukan dengan menghubungi saya langsung sebelum menurunkan sebuah
tulisan. Tulisan yang tak akurat data-datanya barangkali bisa disebut
sejenis gunjing atau ngawur.
Saya tidak mau meluaskan soal ke masalah lain seperti perasaan dan
kedekatan dengan seseorang, kaitannya dengan Lekra, "soal menikam", serta
masalah-masalah lainnya. Saya hanya minta pertanggunganjawab atas dua data
itu saja.
JJ. Kusni
fransisca susanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Yth. Bp JJ. Kusni,
saya minta maaf kalau tulisan saya menyinggung Anda,
saya menuliskan berdasarkan wawancara dengan Pak Keng Bouw (TKB)
Ada beberapa orang yg disebut oleh TKB telah mengecamnya sbg anjing
dan antek Soeharto.
Mungkin saya salah menyebut kalau kata2 anjing soeharto itu keluar
dari mulut Anda,
tp yg pasti pernyataan TKB bahwa Anda dan kawan2 "menikam"TKB, itu
saya dapat dr wawancara langsung dg TKB.
Ia juga mengaku bahwa hubungan Anda dengannya tak lagi seperti dulu.
Ia mengatakan bahwa dulu hubungan TKB dan Anda sangat dekat, tp kemudian
meregang paska debat di milis tersebut.
Sementara soal-soal lain, saya dapat dari wawancara dg pak Chan,
obrolan dg pak ping, sejumlah kawan di Jkt dan penelusuran di milis.
salam,
santi
----- Original Message ----
From: ChanCT <[EMAIL PROTECTED]>
To: Susanti <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, July 28, 2007 9:59:25 PM
Subject: Fw: [HKSIS] minta penjelasan dari francisca ria susanti
----- Original Message -----
From: sangumang kusni
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, 28 July, 2007 13:05
Subject: [HKSIS] minta penjelasan dari francisca ria susanti
Saudari Francisca Ria Susanti yth,
Dalam tulusan Anda berjudul "Masa Lalu Bersenandung Di Mirador
Mansion" [HKSIS, 27 Juli], Anda antara lain menulis dan membawa nama saya
sebagai berikut:
"Tak hanya Chan, yang berkomentar atas pendapat Keng Bouw. Tapi juga
Siaw Tiong Djin, saudara kandung Chan, ikut bereaksi. Beberapa nama lain
yang kemudian ikut mengecam pendapat Keng Bouw adalah Asahan Aidit, adik
kandung DN Aidit, dan JJ Kusni, mantan anggota Lembaga Kebudayaan Rakyat.
JJ Kusni bahkan menuding Keng Bouw sebagai "anjing Soeharto".
"Ia dan kawan-kawan lain merasa bahwa tulisan saya telah menikam
mereka," ujar Keng Bouw kepada saya, di lantai dua warung yang terletak di
ruas jalan Hennesey Road , Causeway Bay . Hari itu, kalender di dinding
menunjuk bulan Mei 2007.
Keng Bouw berkisah, sejak itu, hubungannya dengan kawan-kawannya
meregang. Ia juga tak diberi akses untuk masuk ke milis HKSIS lagi.
Sementara JJ Kusni juga tak lagi menghubunginya setiap kali mampir ke Hong
Kong".
Saya ingin tahu dari mana Anda tahu bahwa saya sering lewat Hong Kong,
sedangkan setahu saya sebagai orang yang punya badan dan kegiatan, saya
hanya SEKALI melalui Hong Kong, yaitu dalam perjalanan saya dari Jakarta ke
Kanton untuk urusan pekerjaan akademi. Selebihnya saya menggunakan jalur
jalan penerbangan lain.
Pertanyaan kedua, sekaligus minta tolong disiar ulang, di tulisan mana
saya menyebut Saudara Tio Keng Bo dengan istilah "anjing"? Soal-soal lain
yang tidak menyangkut nama saya, akurat atau tidak tulisan Anda , tidak saya
singgung.
Kalau Anda tidak bisa membuktikan apa-apa yang menyangkut diri saya,
saya harapkan Anda mengkoreksi segera kalimat-kalimat yang menyangkut diri
saya.
Terimakasih atas perhatian Anda
JJ. Kusni
--------------------------------------------------------------------------
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know.
--------------------------------------------------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.
--------------------------------------------------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web
links.
----------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos.
----------------------------------------------------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
------------------------------------------------------------------------------
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know.
--------------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos.