Kolom IBRAHIM ISA
Senin, 30 Juli 2007
M.H. THAMRIN - - Prof Bob HERING, Dan KW.III
(Bagian - 1)
Dibaca sepintas judul di atas, bisa bingung orang dibikinnya:
'M.H.Thamrin - Prof Bob Hering dan KW III. Apa saling hubungan ketiga
nama tsb.
Aku tergolong yang 'suka sejarah', lebih-lebih lagi sejarah tanah air
Indonesia. Lebih khusus lagi sejarah mengenai GERAKAN KEMERDEKAAN
INDONESIA. Maka apa saja yang ditulis atau dikatakan orang
menyangkut sejarah Indonesia pasti menarik perhatianku. Kebiasaan ini
didorong kehendak untuk lebih baik mengenal identitas bangsa sendiri,
identitas nasion Indonesia tercinta.
M.H Thamrin, siapa tidak kenal nama itu. Ia adalah salah seorang
tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Berbeda dengan Bung Karno,
dalam perjuangannya untuk kemerdekaan Indonesia ia menempuh jalan
'kerjasama' <kooperasi> dengan pemerintah kolonial Belanda'.
Simaklah situs Wikipedia di internet. Inilah yang muncul di layar
computer. Wikipedia mengenai tokoh nasional M. H Thamrin: --
'Mohammad Husni Thamrin dilahirkan di Jakarta pada 16 Februari 1894
dan wafat di Jakarta, 11 Januari 1941. Beliau dimakamkan di Karet
Kubur Jakarta'. Titik habis. Lalu ada tambahan sbb: 'Artikel mengenai
biografi tokoh Indonesia ini adalah suatu tulisan rintisan. Anda dapat
membantu Wikipedia mengembangkannya.' Sekian Wikipedia.
Redaksi Wikipedia sungguh keterlaluan! Sangat terbelakang sekitar
biografi tokoh nasional Indonesia MH Thamrin. Atau, mungkinkah
Wikipedia menulisnya di tempt lain? Atau, mungkin saja Wikipedia
samasekali tidak tahu menahu tentang buku yang ditulis oleh sejarawan
Belanda, Prof Dr Bob Hering, berjudul 'M.H. Thamrin and His Quest for
Indonesian Nationhood 1917-1941'. Terbit (dalam bahasa Inggris)
dalam tahun 1996, masih pada periode Orba. Nomor ISBN 90-802799-1-9;
ISSN 0314-5786. Edisi Khusus Kabar Seberang, Sulating Maphiindo 26/27.
Copyright Yayasan Kabar Seberang, 1996. Buku Bob Hering itu sudah lama
juga kuterima dari penulisnya sendiri, beberapa tahun yang lalu. Dalam
hal ini harus kuakui terus terang aku belum selesai juga membaca buku
Bob Hering itu.
Ini perlu disampaikan kepada pembaca: Seharusnya sudah lebih dahulu
aku menulis tentang buku Bob Hering mengenai M.H. Thamrin. Karena buku
itu kuterima dari penulisnya lima tahun yang lalu, ketika Bob Hering
sedang sibuk-sibuknya sekitar peluncuran bukunya tentang Biografi
Bung Karno. Yang, seperti diketahui, peluncurannya meskipun dilakukan
di negeri Belanda, tetapi berlangsung di wilayah Republik Indonesia,
yaitu di KBRI Den Haag. Diluncurkan di wilayah RI, ini adalah
permintaan langsung dari Bob Hering.
* * *
Mengapa baru sekarang aku menulis tentang buku Bob Hering mengenai
M.H. Thamrin? Kujelaskan: Minggu pagi 29 Juli, 2007, ketika
membereskan dokumen-dokumen pribadi, kutemukan sebuah majalah bernama
'WARTA KAWEDRI', No. 5, Juni 1998. Majalah ini kuperoleh dari
kemenakan istriku, Mbak Djantin, istri almarhum Mayor Jendral Harun Al
Rasyid (Bob) Surono, ketika kami sedang 'sowan' ke rumahnya di
Jakarta. Di dalam majalah 'Kawedri' itulah kudapati sebuah resensi
atas buku Bob Hering, berjudul BIOGRAFI SEORANG EX KAWIII-ER OLEH EX
KWIII-ER. Penulis resensi tsb adalah seorang alumni 'Kawedri',
namanya Soebandi Soeryaatmadja. Membaca resensi Soebandi, kuingat
lagi pada buku Bob Hering yang ada padaku. Ini menggerakkan
jari-jariku untuk duduk menulis di depan computer.. Dalam bagian
ke-dua nanti, akan disiarkan lengkap resensi Soebandi Soeryaatmadja
mengenai buku Bob Hering tentang M.H. Thamrin.
Majalah 'Kawedri' itu adalah milik mbak Djantin, karena suaminya,
yaitu Mas Bob Surono, adalah mantan siswa 'KAWEDRI'. Kemudian aku
terima lagi sebuah majalah 'KAWEDRI' dari Mas Tata, adiknya Mas Bob.
Mas Tata (Tata Abubakar Surono) juga almuni 'KAWEDRI' yang sukses
dalam karier hidupnya. Terakhir ia adalah Laksamana Madya ALRI,
(Angkatan Laut Republik Indonesia).
Demikianlah. nama-nama M.H. Thamrin - Prof Bob Hering dan KW III,
memang saling hubungannya, satu sama lainnya erat sekali. M.H. Thamrin
dan Bob Hering, dua-duanya adalah alumni sekolah menengah zaman
kolonial di Batavia, KW III.
* * *
Untuk tahu betapa pentingnya tokoh nasional M.H Thamrin, bisa diikuti
a.l. penilaian Prof Bob Hering mengenai M.H Thamrin., sbb:
' Pada awalnya, di bawah asuhan ayahnya yang cenderung mengikuti
aliran schakel dan sekelompok politisi Indonesia yang diilhami
politik-etis, maupun rekan-rekan Belanda dari golongan
sosial-demokrat, langkah awal Thamrin sebagai wakil dari sekelompok
elit Betawi, baik dalam Betawi Gemeenteraad maupun Volksraad. . . . . '
Selanjutnya:
'Dengan munculnya fraksi yang lebih radikal dalam pergerakan, horison
politik Thamrin melebar dengan perannya sebagai penghubung penting
antara fraksinya sendiri yang kooperatif dengan golongan
non-kooperatif yang dibangkitkan Soekarno, sementara ia sendiri
semakin berperan sebagai jurubicara dari seluruh wakil pergerakan yang
menginginkan kemajuan dalam perwakilan kolonial, dimana ia sendiri
duiduk sebagai anggota. Dalam suasana dimana kelompok nasionalis
radikal hampir tersapu bersih sementara pimpinan puncaknya dibuang
dalam interniran di pulau-pulau terpencil (maksud Bob Hering ialah
ketika dibuangnya Bung Karno, Bung Hatta dan Sutan Syahrir ke
pulau-pulau di Indonesia Timur. Hatta dan Syahrir malah pernah dibuang
ke Boven Digul ( sebuah tempat di Papua yang oleh Belanda dijadikan
tempat pembuangan orang-orang dari Pemberontakan 1926 ---- Kolom
I.I.), tidak hanya berupaya menghidupkan kembali pergerakan secara
politis, tetapi juga memimpin fraksi nasional ciptaanya, untuk
menanggulangi tindakan terhadap krisis ekonomi oleh pemerintah
kolonial yang dia anggap merugikan rakyat Indonesia.
Selanjutnya tulis Prof. Dr Bob Hering, dalam semacam kata pengantar
dalam bukunya itu, berjudul 'The Making of an interbellium Indonesian
Nationalist: a Prologue and a Synopsis' (Stein, December 2, 1994),
sbb: <Bagian VIII, IX dan X dari bukunya, mengungkapkan sbb:)
'.. suatu hasil gemilang dari segala upayanya yang menempatkan dia (M.
H Thamrin) sebagai salah satu rasul utama dalam rintisan negara
kebangsaan Indonesia, satu tabir pemisah-pemisah dalam sejarah
Indonesia yang turun, tepat empat tahun delapan bulan, setelah
kematiannya yang sangat mendadak.
Selanjutanya Bob Hering:
'Waktupun bergerak dengan pesat di Indonesia generasi Thamrin. Pada
pegantian abad ini, kekuasaan masih tergenggam dengan erat di tangan
Belanda, hampir-hampir tanpa mengalami tantangan. Namun, sejak itu,
ide-ide dan kekuatan baru muncul, yang membawa perubahan di kalangan
rakyat Indonesia. Hasilnya adalah, munculnya pergerakan yang sangat
berharga untuk ditelaah, bukan semata-mata karena menarik minat, tapi
juga karena pergerakan itu telah memporak-porandakan hubungan
trdisionil antara Indonesia dan Belanda. Telaah ini,untuk sebagainnya,
merupakan upaya untuk meninjau perjuangan yang dilancarkan oleh
pergerakan dari masa antra dua perang dunia, suatu kisah yng mempunyai
banyak segi dan rumit, dengan demikian banyak pribadi memainkan
peranan terkemuka. Namun seorang dari mereka, M.H. Thamrin,
menghubungkan tahun-tahun yang penuh harapan dan regenrasi politik,
secara lebih menyeluruh.
Lagipula, filsafat politik yang menopang pencariannya bagi suatu
negara kebangsaan Indonesia,. telah terdokumentasi secara lengkap
dalam Handelingen en Notulen (Tindakan dan Notulen) dari keempat Dewan
dimana ia duduk menjadi anggotanya. Tidak seorangpun dari
anggota-anggota Dewan mendekati tekadnya yang teguh, dalam membela
kepentingan rakyat pribumi yang pada pendapatnya diabaikan oleh
penguasa asing. Jelaslah bahwa kehidupan politik Thamrin, akan tetap
serasi untuk menjadi kilas cahaya, yang menghubungkan kesaksian dalam
sejarah dan politik modern di Indonesia. Untuk mengungkapkan
peristiwa-peristiwa politik dari masa antara dua perang dunia, dan
gagasan-gagasan yang cemerlang dari Thamrin, saya menggunakan biografi
politik dan memanfaarkan pendekatan-pendekatan kronoligs dan
topik-topik yang meliputi kurun waktu antara 1890 sampai musim panas 1941.
'Peristiwa-peristiwa yang mencuat selama setengah abad itu, mendorong
tumbuhnya akar-akar reovolusi Indonesia pasca perang. Maka jika telaah
ini mengisyaratkan suatu arah kepada suatu pertumbuhan poilitik dan
sejarah Indonesia masa kini yang kurang menyenangkan , tujuannya
hanyalah satu. Jika telaah ini berhasil membuat Thamrin dapat
dimengerti generasi mendatang baik asing maupun bangsanya sendiri,
satu sasaran lagi telah tercapai. Jika telaah ini dapat memberikan
suatu kejelasan, terhadap peranan seorang pribadi yang sangat menonjol
dalam proses sejarah, ia telah memenuhi sasaran ketiga.' Demikian a.l.
penjelasdan Bob Hering. Sungguh penting dan ulung tujuan yang hendak
dicapai Bob Hering dalam penulisan biografi M.H. Thamrin.
Demikian Prof. Dr Bob Hering a.l. dalam bukunya mengenai M.H Thamrin.
Sungguh mendalam dan fundamental Bob Hering mengakses dokumen-dokumen
sejarah Indonesia, dalam usahanya mengungkap arti penting dan peranan
MH Thamrin dalam perjuangan untuk membangun suatu nasion Indonesia
yang merdeka dan adil.
* * *
Bob Hering mengemukakan beberapa nama, yang dengan satu atau lain
cara telah merberikan bantuan padanya dalam penulisan mengenai M.H
Thamrin.
Ada satu penjelasan Bob Hering yang kurasa perlu aku kutip di sini,
yaitu mengenai peranan PROF DR W.F. WERTHEIM. Tulis Biob Hering:
Di Nederland, Wim Wertheim adalah sumber inspirasi yang terus menerus
bagi saya, ia telah mengatur kontak-kontak saya dengan
pribadi-pribadi yang hidup semasa dengan Husni Thamrin yang kini masih
hidup, sementara beliah juga membaca naskah ini dengan teliti dan
kepekaan seorang expert. Meskipun tidak semua pendapatnya saya terima,
ia mendorong saya untuk merenungkan kembali kesimpulan-kesimpulan dan
penafsiran-penafsiran yang telah saya lakukan.
(Berambung).
* * *