Benar apa yang disinyalir saudara Ambon, bahwa kekerasan berakar pada agama itu 
sendiri. Ada yang kurang dijelaskan selama ini dalam masalah agama dan 
kekerasan, yaitu bahwa agama (institusi: doktrin, hukum, lembaga, dll) terdapat 
nilai kekerasan. Hal ini kurang dijelaskan, karena pandangan dasar dalam agama  
bahwa agama itu pasti baik dan benar. 
   
  Dengan begitu, melakukan kekerasan atas nama agama (baca: atas nama kebaikan 
dan kebenaran) pasti baik. Lantas apa masalahnya? kalau semua dilakukan atas 
nama kebaikan. Kejahatan kemanusiaanpun menjadi sah demi dan atas nama agama.
   
  Keberagamaan kita (terutama dalam konteks masyarakat plural) sudah harus 
ditinjau kembali (deskontruksi), agar kita menemulan kembali hakikat beragama 
(rekonstruksi) yang dapat menolong kita untuk hidup lebih beradab dan manusiawi.
   
  Para pengajar dan pembelajar agama harus merumuskan metode memahamai agama 
yang menolong orang memahami inti agama, dan bukan sekedar mengetahui agama 
secara doktrinal atau institusional.
   
  Salam,
  wedekabe

RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          ****** Inilah yang lucu. Agama di sembah-sembah seolah pembawa
damai, rahmatan dsb, pembawa kasih... tetapi kenyataan di lapangan
menunjukkan ketiga agama Ibrahim yang bersaudara ini selalu gebuk
gebukan. belum cukupkah darah mengalir sejak sebelum abad
pertengahan sampai sore ini? cappekk dehhh....

Salam

danardono

--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> REFLEKSI: Kekerasan atas nama agama? Bila demikian halnya maka 
timbul pertanyaan: "Mengapa organisasi-organisasi dan para 
petingginya tidak membuka mulut melarang perbuatan kekerasan atas 
nama agama?" Mungkin saja akar kekerasan terletak dalam agama yang 
dianut jadi harus berlagak bisu, tuli dan buta. Alangkah kejam Sang 
Pencipta!
> 
> KOMPAS
> Jumat, 27 Juli 2007 
> 
> 
> 
> Kekerasan atas Nama Agama 
> 
> 
> Azyumardi Azra 
> 
> Insiden ancaman yang kerap berujung kekerasan tampaknya 
masih berlanjut di negara ini. Kasus terakhir, 20 Juli, saat sekitar 
2.000 orang datang ke Lembah Karmel, Puncak, memprotes pelaksanaan 
Konferensi Tritunggal Mahakudus yang diikuti sejumlah umat Katolik 
pada 24-29 Juli. 


         

       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

Kirim email ke