Waspada, waspada, waspada! Kita musti terus waspada. Kalian semua harus 
berhati-hati dengan segala tipu daya. Para penipu nan licik dan licik bak belut 
tiap detiknya selalu putar otak untuk memperdayai kita dengan berbagai cara. 
Dulu cuma bermoduskan  tebar-tebar surat undian palsu melalui pos, lalu 
mengontak kita melalui SMS, dan yang terkini adalah menebar kupon undian palsu 
yang diselipkan ke dalam produk-produk kebutuhan sehari-hari bermerk ternama. 
Kini sindikat penipu tersebut lebih bermodal, iming-iming mobil baru disodorkan 
ke depan mata kita. Siapa tahu Anda yang terlena suatu saat akan jadi korbannya?
   
  Berikut kejadian yang baru saja  dialami seorang karyawan PT  Cussons 
Indonesia. Semoga dapat bermanfaat. Sebarkan email ini ke orang-orang terdekat 
kita.
   
   
  ============================
   
  Kisah berikut ini benar-benar terjadi pada seorang teman kantor saya pada
24 Juli 2007 lalu. Berawal dari sebuah panggilan melalui telepon rumah (fixed 
line/PSTN), yang menanyakan identitas dan alamat yang sama persis dengan data 
yang ada di buku telepon. Orang yang mengaku dari "Metro TV" tersebut 
mengabarkan bahwa sang pemilik nomor telepon berhak atas Grand Prize berupa 
mobil "Kijang Innova". 
   
  Karena sudah terlalu sering mendengar penipuan semacam ini, maka dijawablah 
dengan ketus, "... kalau memang benar hadiah mobilnya buat saya,
kirim aja Pak mobilnya ke sini!"
  
Singkat cerita, 2 jam kemudian sampailah di depan rumah teman kita ini
sebuah Kijang Innova yang benar-benar baru, lengkap dengan pelat nomor
polisi yang masih putih!
   
  Masih dengan perasaan yang ragu, sekaligus surprised, maka dipersilakanlah
tiga orang yang mengantarkan mobil tersebut masuk ke dalam rumah. Dengan
menunjukkan seberkas dokumen, yang konon berupa Surat Jalan, dokumen Pajak, 
dokumen Asuransi, dan dokumen-dokumen yang lain maka diyakinkanlah bahwa ia 
memang berhak atas mobil yang dibawanya tersebut. Sayangnya, belum sempat ia 
memeriksa dokumen-dokumen tersebut, beberapa orang yang mengaku dari Pajak, 
Asuransi, dan juga Notaris bergantian menghubungi via telepon dan mengucapkan 
selamat atas hadiah yang didapat.
   
  Setelah melihat ia sudah cukup yakin dengan hadiah tersebut, maka
pembicaraan beralih ke kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang 'Pemenang 
Grand Prize', yaitu membayar pajak hadiah. Menurut si pengantar mobil, jumlah 
yang harus dibayar oleh 'sang pemenang' adalah 25% dari harga mobil atau 
senilai 42 juta rupiah. Menyadari simpanan dana yang ada tidak
mencukupi untuk jumlah tersebut, maka sempat terfikir untuk mundur. Namun,
tanpa mengenal kata menyerah, si pengantar mobil kembali meyakinkan bahwa soal 
pembayaran pajak adalah hal sepele, bisa ditunda kapan saja, dan bisa dibayar 
dengan dicicil... 10% dulu misalnya. Maka muncullah kembali harapan teman kita 
ini sambil bergumam, "... kalau 10 juta sih saya punya...".

  Gotcha!!

  "OK Pak, 10 juta saya kira bisa diterima oleh Pak Notaris", tukas si
pengantar mobil. Setelah lebih kurang 2 jam berada di rumah itu, maka tiga 
orang pengantar hadiah mobil pamit untuk menuju ke 'pemenang kedua' sambil lalu 
mereka pun mengajak untuk sekalian bertemu notaris sambil mengendarai 'Grand 
Prize' yang baru dimenangkannya. Dengan sangat meyakinkan sang pemenang 
dipersilakan untuk mengendarai mobil yang memang sudah diidamkannya selama ini. 
   
  Sebelum berangkat si pengantar hadiah menanyakan apakah uang sudah
dipersiapkan. Sempat muncul keraguan, namun rasa gembira mengalahkan
keraguan yang sempat muncul, hingga dibawalah olehnya uang tunai sejumlah 10 
juta rupiah. Di tengah perjalanan, si pengantar kembali menanyakan, apakah 
perlu mampir ke ATM. Namun dijawab bahwa saldo di tabungan sudah tinggal 
sedikit. Maka perjalanan pun dilanjutkan, dan melalui jalan bebas hambatan 
(tol).
   
  Beberapa saat di jalan tol, si pengantar dengan sopan meminta agar kemudi
diambil alih oleh temannya. Dengan beralasan bahwa kendaraan belum
diserahterimakan, sehingga bisa merepotkan jika terjadi kecelakaan, maka
beralihlah kemudi ke orang lain dan ia pun berpindah duduk di samping pak
sopir. 
   
  Di saat sedang menikmati kenyamanan kendaraan baru tersebut, tiba-tiba dari 
belakang sepasang tangan membekap mulut dan hidungnya dengan lap atau sapu 
tangan yang beraroma sangat tajam, hingga ia pun tak sadarkan
diri......

  Setengah tersadar, sekujur badan terasa sangat dingin. Setelah tersadar
penuh, ia mendapati dirinya berada di tengah padang rumput di pinggir jalan
tol. Beruntung, dompet dan seluruh isinya hanya diacak-acak hingga ia pun
bisa pulang kembali ke rumah dengan selamat. 'Beruntung', hanya 10 juta saja
yang dibawa oleh komplotan penipu yang memanfaatkan kekhilafannya siang
itu....

  Teman, jika kita cermati kasus ini, maka tampak bahwa modus penipuan makin 
beragam, makin berotak, dan juga makin bermodal. Kebetulan, komplotan pada 
kasus ini masuk dalam kategori komplotan yang 'sopan', 'baik hati', dan main 
bersih (hampir tidak ada jejak yang ditinggalkan). Bukan tidak mungkin di lain 
kesempatan, bisa saja komplotan seperti ini bermain kasar. 
   
  Untuk itu selayaknya kita mengingatkan keluarga yang kita tinggalkan di rumah 
saat kita bekerja, dan juga kita sendiri tentunya, untuk lebih berhati-hati.
   
  Pribadi Wibowo
  Accounting Department
  PT Pz Cussons Indonesia
  Cyber Building 9th Floor
  Jl. Kuningan Barat no. 8
  Jakarta 12710
  Indonesia
  P (62 21) 526 9227 ext. 977
  F (62 21) 526 9218
   
  Lord, there are two ways we can do this, yours and mine
   
  Mine is not going to work. Let's do it your way



e-mail:  maki.online.yahoo.co.id

blog: http://maki-online.blogspot.com

milis: http://www.yahoogroups.com/group/maki-online
       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke