http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=301923&kat_id=23

     

Selasa, 31 Juli 2007  10:38:00

Aktivitas di Pulau Enggano Terancam Lumpuh Akibat Kekurangan BBM



Bengkulu--RoL-- Sebagian besar aktivitas di Pulau Enggano terancam lumpuh total 
akibat kelangkaan BBM sejak pekan lalu, membuat para pengusaha yang memiliki 
proyek pemerintah di pulau terpencil itu mengambil jalan pintas dengan 
menggunakan kapal kecil untuk mengangkut BBM.

Selama ini satu-satunya transportasi yang layak mengangkut BBM hanya KM Raja 
Enggano, namun setelah disegel pihak kepolisian beberapa hari akhir pekan lalu, 
pengangkutan kebutuhan warga Enggano itu jadi terlambat, ujar Supri, salah 
seorang pengusaha di Pulau Enggano, Selasa.

Akibat kelangkaan BBM, segala kegiatan di proyek terhenti total dan bahkan 
sudah merambah pada aktifitas masyarakat nelayan yang setiap hari menggatungkan 
nasibnya mencari ikan.

Menurut dia, kalau KM Raja Enggano tidak juga mengangkut BBM ke pulau terpencil 
itu dalam pekan ini, pihaknya akan mencoba menyewa kapal ikan milik pengusaha 
di kawasan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu untuk membawa BBM, kendati dalam 
jumlah kecil.

Bila menggunakan kapal ikan resikonya memang lebih besar, karena ketinggian 
gelombang laut Samudera Hindia cukup mengkhawatirkan, terlebih jarak tempuh 
Kota Bengkulu-Enggano mencapai 12 jam pada saat kondisi cuaca normal.

Transportasi kota Bengkulu-Enggano itu tidak hanya mengandalkan penumpang dan 
BBM, tapi material bahan bangunan seperti koral, pasir dan batu pecah untuk 
konstruksi bangunan jalan di wilayah itu juga diangkut dengan KM Raja Enggano.

Sementara transportasi kapal perinstis yang ada hanya mampu mengangkut 
penumpang saja dan rutenya tidak terfokus hanya ke Enggano, tapi sampai ke 
Sumatera Barat dan Lampung.

Kepala Cabang Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bengkulu Ir M 
Sihombing mengatakan, kalau tidak ada kendala KM Raja Enggano kembali aktif 
melayani transportasi Kota Bengkulu-Enggano mulai hari ini (31/7), setelah 
beberapa hari disegel polisi KPPP Kawasan pelabuhan Pulau Baai Bengkulu karena 
diduga mengangkut beberapa potong kayu tak berdokumen.

Ketua Himpunan Pengusaha Swasta minyak dan Gas Bumi (Hiswana-Migas) Bengkulu 
Sanusi mengatakan, akibat disegelnya KM Raja Enggano akhir pekan lalu, pihaknya 
merasa dirugikan karena pengiriman BBM ke Enggano tertunda, padahal stok di 
pulau itu sudah habis. "Kami sudah didesak oleh warga Enggano minta dikirim BBM 
solar, bensin dan minyak tanah, namun akibat kapalnya disegel polisi KPPP Pulau 
Baai, pengiriman BBMitu tertunda," ujarnya.

Sebagai penanggungjawab pengadaan BBM di Pulau Enggano, pihaknya bersama 
Koperasi Serba usaha sejahtera (SUS) Kota Bengkulu, mengalami kerugian materi 
dan kepercayaan dari warga Enggano. Antara 
yto

Kirim email ke