Terkuaknya Misteri Pembunuhan Tan Malaka Atas Perintah TNI-AD > "Ignatius Sapto Condro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Jakarta, Kompas - Sejarawan Belanda, Harry A Poeze, Jumat (27/7) di > Jakarta, menjelaskan, Tan Malaka ditembak mati tanggal 21 Februari > 1949. "Dia ditembak atas perintah Letnan Dua Soekotjo dari Batalyon > Sikatan bagian Divisi Brawijaya, yang terakhir berpangkat brigadir > jenderal dan pernah menjadi Wali Kota Surabaya. Data tersebut > diperoleh dari kesaksian pelbagai pihak, seperti rekan gerilya Tan > Malaka, anggota Batalyon Sikatan, keterangan warga desa dan > tokoh-tokoh angkatan 1945." Tan Malaka ditembak di Desa Selo > Panggung di kaki Gunung Wilis di Jawa Timur. Eksekusi yang terjadi > selepas agresi militer Belanda ke-2 itu didasari surat perintah > Panglima Daerah Militer Brawijaya Soengkono dan komandan > brigade-nya, Soerahmat. >
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0707/28/humaniora/3722137.htm Sekarang jelas, bahwa TNI-AD adalah pelaku tunggal yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan Tan Malaka. Dan juga dari data sejarah, TNI menolak pengangkatan Sudirman sebagai Panglima dengan alasan beliau bukanlah lulusan Akmil. Dari tinjauan persaingan politik, kematian atau pembunuhan Tan Malaka sangatlah menguntungkan posisi Sukarno karena Tan Malaka memang satu2nya pemimpin di Indonesia yang lebih capable, lebih mendapatkan dukungan, dan lebih dekat kepada rakyat indonesia dibandingkan dengan Bung Karno. Popularitas Bung Karno sendiri sebenarnya berasal dari kedekatan hubungan Bung Karno dengan Tan Malaka. Yang harus dicari kaitannya adalah, apakah perintah pembunuhan Tan Malaka itu berasal dari Bung Karno ??? Berdirinya negara RI ini memang sudah tercium penuh konspirasi pengkhianatan para pemimpinnya sejak permulaan. Dari pengakuan Westerling sebelum ajalnya sangat jelas bahwa Westerling mempunyai hubungan dekat dengan para panglima ABRI seperti AH. Nasution, Simatupang, dan banyak lagi. Disatu pihak Westerling berkawan baik dengan para panglima ABRI, tetapi dilain pihak Sukarno merupakan musuh yang paling dibenci Westerling yang menganggap pribadi Sukarno penuh tipuan, busuk, tidak jujur. Mungkin penilaian Westerling ini perlu ditelaah mengingat terjadinya perbedaan paham antar Sukarno dan para panglimanya yang makin tajam setelah kemerdekaan yang puncaknya terjadi pemberontakan AH.Nasution bersama para panglimanya menentang Sukarno pada tahun 1950. Sejarah terlalu banyak ditutupi, tidak ada kejujuran. Sejarah yang diajarkan di SD hingga SMA berbeda isinya dengan yang diajarkan di AkMil. Kalo saja anda pernah kuliah di AkMil, disana anda akan diajarkan bahwa terjadi penolakan TNI terhadap penunjukkan Bung Karno untuk mengangkat Sudirman sebagai Panglima. Akhirnya Sudirman mati oleh serangan tbc (rekayasa???) hanya beberapa saat dia diangkat sebagai panglima. Terlalu banyak yang harus disingkapkan dibelakang konspirasi RI sejak sebelum kemerdekaan, termasuk tentunya hilangnya Supriyadi, terjadinya peristiwa Madiun. Perjalanan sejarah RI hanya menambah misteri dan tragedy termasuk tragedy g30s pki, pembunuhan jenderal Yani, dll, hingga sekarang baru ada wartawan Belanda yang mengungkapkan pembunuhan Tan Malaka oleh pasukan TNI. Ny. Muslim binti Muskitawati.
