Bapak/Ibu dari MAKI yth,

Kami baru saja berbicara dengan Bapak Pribadi Wibowo dan beliau 
menyatakan bahwa tidak ada rekannya di PT. Cussons yang menjadi 
korban penipuan. Namun memang beliau hanya meneruskan e-mail berantai 
tersebut kepada rekan-rekannya. 

Kami sangat berterima kasih atas segala informasi yang diberikan, 
namun mohon dibantu untuk tidak merubah kalimat/nama perusahaan yang 
salah satu stafnya terkena penipuan. Hal tersebut akan membingungkan 
semua pihak.

 

Salam hormat,
Henny Puspitasari
PR & Publicity Manager
METRO TV
Jl. Pilar Mas Raya Kav. A-D
Kedoya – Kebon Jeruk
Jakarta 11520 – Indonesia
Tel : (021) 583 00077 ext. 22015
Fax : (021) 581 6216
E-mail : [EMAIL PROTECTED]
Website : www.metrotvnews.com



--- In [email protected], maki online <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Ibu Henny yth,
>    
>   Silakan hubungi si pengirim di bawah ini, yaitu rekan Pribadi 
Wibowo, ada nomor telepon kantornya. Apakah Ibu Henny sudah mengontak 
yang bersangkutan.
>    
>   Salam Anti Kejahatan!
>    
>    
>   MAKI
>   Masyarakat Anti Kejahatan Indonesia
>    
>    
>   Pribadi Wibowo
> 
>     Accounting Department
> 
>     PT Pz Cussons Indonesia
> 
>     Cyber Building 9th Floor
> 
>     Jl. Kuningan Barat no. 8
> 
>     Jakarta 12710
> 
>     Indonesia
> 
>     P (62 21) 526 9227 ext. 977
> 
>     F (62 21) 526 9218
> 
> 
> 
> henny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:        v\:* {behavior:url(#default#VML);}  
o\:* {behavior:url(#default#VML);}  w\:* {behavior:url
(#default#VML);}  .shape {behavior:url(#default#VML);}        st1\:*
{behavior:url(#default#ieooui) }                Bapak/Ibu yang baik,
>    
>   Kami menerima e-mail berantai yang asalnya dari Bapak, dimana 
menceritakan kisah seorang rekan di kantor PT. Cussons (kami menerima 
juga e-mail dengan isi yang sama tapi yang menjadi korban rekan dari 
PT. Komatsu) yang menjadi korban penipuan berkedok hadiah. Hal ini 
menjadi perhatian kami dan kalau Bapak tidak keberatan, agar dapat 
menginformasikan nama rekan Bapak dan telepon yang dapat kami hubungi 
untuk mencari tahu kasus yang sebenarnya.
>    
>   Kami mohon bantuan Bapak agar rekan tersebut dapat melaporkannya 
kepada kami melalui telepon 583 00077 ext. 22015, 22016, 22017, 22026 
karena sejak tanggal 24 Juli 2007 hingga saat ini kami belum menerima 
pengaduan seperti yang dituliskan dalam e-mail tersebut.
>    
>   Kami akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan pihak yang 
berwajib, karena hal tersebut adalah suatu tindakan kriminal. Atas 
perhatian dan kerjasama Bapak, kami ucapkan terima kasih.
>    
>    
>   Salam hormat,
>   Henny Puspitasari
>   PR & Publicity Manager
>   METRO TV
>   Jl. Pilar Mas Raya Kav. A-D
>   Kedoya â€" Kebon Jeruk
>   Jakarta 11520 â€" Indonesia
>   Tel : (021) 583 00077 ext. 22015
>   Fax : (021) 581 6216
>   E-mail : [EMAIL PROTECTED]
>   Website : www.metrotvnews.com
>    
>    
>    
>       
> ---------------------------------
>   
>   From: agus mulyadi [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> Sent: Tuesday, July 31, 2007 6:01 PM
> To: henny pr
> Subject: Fwd: [mediacare] Waspada: Penipuan gaya baru 
berkedok "Metro TV"!
> 
>    
>   
> 
> maki online <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
>   To: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <forum-pembaca-
[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" 
<[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <media-
[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <media-
[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[email protected]" <[email protected]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <pantau-
[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> Tabloid Sensitif <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <serikat-pekerja-
[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" 
<[EMAIL PROTECTED]>,
> "[EMAIL PROTECTED]" 
<[EMAIL PROTECTED]>
> From: maki online <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Mon, 30 Jul 2007 16:08:44 +0700 (ICT)
> Subject: [mediacare] Waspada: Penipuan gaya baru berkedok "Metro 
TV"!
> 
> 
> 
>             Waspada, waspada, waspada! Kita musti terus waspada. 
Kalian semua harus berhati-hati dengan segala tipu daya. Para penipu 
nan licik dan licik bak belut tiap detiknya selalu putar otak untuk 
memperdayai kita dengan berbagai cara. Dulu cuma bermoduskan  tebar-
tebar surat undian palsu melalui pos, lalu mengontak kita melalui 
SMS, dan yang terkini adalah menebar kupon undian palsu yang 
diselipkan ke dalam produk-produk kebutuhan sehari-hari bermerk 
ternama. Kini sindikat penipu tersebut lebih bermodal, iming-iming 
mobil baru disodorkan ke depan mata kita. Siapa tahu Anda yang 
terlena suatu saat akan jadi korbannya?
> 
>      
> 
>     Berikut kejadian yang baru saja  dialami seorang karyawan PT  
Cussons Indonesia. Semoga dapat bermanfaat. Sebarkan email ini ke 
orang-orang terdekat kita.
> 
>      
> 
>      
> 
>     ============================
> 
>      
> 
>     Kisah berikut ini benar-benar terjadi pada seorang teman kantor 
saya pada
> 24 Juli 2007 lalu. Berawal dari sebuah panggilan melalui telepon 
rumah (fixed line/PSTN), yang menanyakan identitas dan alamat yang 
sama persis dengan data yang ada di buku telepon. Orang yang mengaku 
dari "Metro TV" tersebut mengabarkan bahwa sang pemilik nomor telepon 
berhak atas Grand Prize berupa mobil "Kijang Innova". 
> 
>      
> 
>     Karena sudah terlalu sering mendengar penipuan semacam ini, 
maka dijawablah dengan ketus, "... kalau memang benar hadiah mobilnya 
buat saya,
> kirim aja Pak mobilnya ke sini!"
> 
>     
> Singkat cerita, 2 jam kemudian sampailah di depan rumah teman kita 
ini
> sebuah Kijang Innova yang benar-benar baru, lengkap dengan pelat 
nomor
> polisi yang masih putih!
> 
>      
> 
>     Masih dengan perasaan yang ragu, sekaligus surprised, maka 
dipersilakanlah
> tiga orang yang mengantarkan mobil tersebut masuk ke dalam rumah. 
Dengan
> menunjukkan seberkas dokumen, yang konon berupa Surat Jalan, 
dokumen Pajak, dokumen Asuransi, dan dokumen-dokumen yang lain maka 
diyakinkanlah bahwa ia memang berhak atas mobil yang dibawanya 
tersebut. Sayangnya, belum sempat ia memeriksa dokumen-dokumen 
tersebut, beberapa orang yang mengaku dari Pajak, Asuransi, dan juga 
Notaris bergantian menghubungi via telepon dan mengucapkan selamat 
atas hadiah yang didapat.
> 
>      
> 
>     Setelah melihat ia sudah cukup yakin dengan hadiah tersebut, 
maka
> pembicaraan beralih ke kewajiban yang harus dilakukan oleh 
seorang 'Pemenang Grand Prize', yaitu membayar pajak hadiah. Menurut 
si pengantar mobil, jumlah yang harus dibayar oleh 'sang pemenang' 
adalah 25% dari harga mobil atau senilai 42 juta rupiah. Menyadari 
simpanan dana yang ada tidak
> mencukupi untuk jumlah tersebut, maka sempat terfikir untuk mundur. 
Namun,
> tanpa mengenal kata menyerah, si pengantar mobil kembali meyakinkan 
bahwa soal pembayaran pajak adalah hal sepele, bisa ditunda kapan 
saja, dan bisa dibayar dengan dicicil... 10% dulu misalnya. Maka 
muncullah kembali harapan teman kita ini sambil bergumam, "... kalau 
10 juta sih saya punya...".
> 
>     Gotcha!!
> 
>     "OK Pak, 10 juta saya kira bisa diterima oleh Pak Notaris", 
tukas si
> pengantar mobil. Setelah lebih kurang 2 jam berada di rumah itu, 
maka tiga orang pengantar hadiah mobil pamit untuk menuju 
ke 'pemenang kedua' sambil lalu mereka pun mengajak untuk sekalian 
bertemu notaris sambil mengendarai 'Grand Prize' yang baru 
dimenangkannya. Dengan sangat meyakinkan sang pemenang dipersilakan 
untuk mengendarai mobil yang memang sudah diidamkannya selama ini. 
> 
>      
> 
>     Sebelum berangkat si pengantar hadiah menanyakan apakah uang 
sudah
> dipersiapkan. Sempat muncul keraguan, namun rasa gembira mengalahkan
> keraguan yang sempat muncul, hingga dibawalah olehnya uang tunai 
sejumlah 10 juta rupiah. Di tengah perjalanan, si pengantar kembali 
menanyakan, apakah perlu mampir ke ATM. Namun dijawab bahwa saldo di 
tabungan sudah tinggal sedikit. Maka perjalanan pun dilanjutkan, dan 
melalui jalan bebas hambatan (tol).
> 
>      
> 
>     Beberapa saat di jalan tol, si pengantar dengan sopan meminta 
agar kemudi
> diambil alih oleh temannya. Dengan beralasan bahwa kendaraan belum
> diserahterimakan, sehingga bisa merepotkan jika terjadi kecelakaan, 
maka
> beralihlah kemudi ke orang lain dan ia pun berpindah duduk di 
samping pak
> sopir. 
> 
>      
> 
>     Di saat sedang menikmati kenyamanan kendaraan baru tersebut, 
tiba-tiba dari belakang sepasang tangan membekap mulut dan hidungnya 
dengan lap atau sapu tangan yang beraroma sangat tajam, hingga ia pun 
tak sadarkan
> diri......
> 
>     Setengah tersadar, sekujur badan terasa sangat dingin. Setelah 
tersadar
> penuh, ia mendapati dirinya berada di tengah padang rumput di 
pinggir jalan
> tol. Beruntung, dompet dan seluruh isinya hanya diacak-acak hingga 
ia pun
> bisa pulang kembali ke rumah dengan selamat. 'Beruntung', hanya 10 
juta saja
> yang dibawa oleh komplotan penipu yang memanfaatkan kekhilafannya 
siang
> itu....
> 
>     Teman, jika kita cermati kasus ini, maka tampak bahwa modus 
penipuan makin beragam, makin berotak, dan juga makin bermodal. 
Kebetulan, komplotan pada kasus ini masuk dalam kategori komplotan 
yang 'sopan', 'baik hati', dan main bersih (hampir tidak ada jejak 
yang ditinggalkan). Bukan tidak mungkin di lain kesempatan, bisa saja 
komplotan seperti ini bermain kasar. 
> 
>      
> 
>     Untuk itu selayaknya kita mengingatkan keluarga yang kita 
tinggalkan di rumah saat kita bekerja, dan juga kita sendiri 
tentunya, untuk lebih berhati-hati.
> 
>      
> 
>     Pribadi Wibowo
> 
>     Accounting Department
> 
>     PT Pz Cussons Indonesia
> 
>     Cyber Building 9th Floor
> 
>     Jl. Kuningan Barat no. 8
> 
>     Jakarta 12710
> 
>     Indonesia
> 
>     P (62 21) 526 9227 ext. 977
> 
>     F (62 21) 526 9218
> 
>      
> 
>     Lord, there are two ways we can do this, yours and mine
> 
>      
> 
>     Mine is not going to work. Let's do it your way
> 
>   
> 
> e-mail: maki.online.yahoo.co.id
> 
> blog: http://maki-online.blogspot.com
> 
> milis: http://www.yahoogroups.com/group/maki-online 
>       
> ---------------------------------
>   
>   Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
> 
>    
> 
>    
>     
>     
> ---------------------------------
>   
>   Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added 
security of spyware protection. 
> 
> 
> 
> 
> 
> e-mail:  [EMAIL PROTECTED]
> 
> blog: http://maki-online.blogspot.com
> 
> milis: http://www.yahoogroups.com/group/maki-online
>        
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di 
Yahoo! Answers
>


Kirim email ke