YLKI meminta konsumen tidak emosional saat diberitahu memenangkan 
undian."Konsumen harus tetap tenang dan rasional," imbau pengurus YLKI dari 
Divisi Pengaduan dan Hukum, Sularsi, Senin (30/7).
   
  Meski jumlah pengaduan yang masuk relatif kecil dibandingkan total korban, 
YLKI menilai aksi para penipu ini sudah sangat mengkhawatirkan. Apalagi laporan 
terakhir yang masuk kebanyakan korban penipuan gaya baru, yaitu kupon 
pengumuman pemenang palsu disisipkan ke dalam kemasan asli.
   
  "Juni-Juli ini, laporan kebanyakan dari Surabaya da sekitar 70-an. Ini ibarat 
paradigma gunung es, yang muncul sekian, padahal korbannya banyak. Info 
terakhir yang saya terima dari Unilever, Juli ini ada 1.600 orang yang 
mengonfirmasi," beber Sularsi.
   
  Ciri-ciri penipu
  
YLKI pun mengingatkan beberapa ciri khas para penipu sebetulnya mudah dikenali. 
Misalnya, si pelaku biasanya tidak memberikan tenggang waktu yang cukup kepada 
sasarannya. Alasannya, kalau tak cepat hadiah akan dilelang. 
  Pelaku biasanya menggunakan telepon CDMA dan telepon nomor prabayar. Untuk 
CDMA, jika yang digunakan Esia, nomor telepon berkepala 9, sedangkan Flexi 
berkepala 6 dan 7. 
   
  Konsumen juga selalu diminta segera mengirimkan uang atau membeli vocer, atau 
diminta datang langsung ke suatu tempat untuk menyerahkan uang atau ke tempat 
acara diselenggarakan. "Padahal itu semua tidak benar. Kalau mau, konsumen 
minta hadiahnya dulu, baru transfer!' tegasnya.
   
  (bar)
   
  National News - 31 July 2007


e-mail:  [EMAIL PROTECTED]

blog: http://maki-online.blogspot.com

milis: http://www.yahoogroups.com/group/maki-online
       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke