Enam perusahaan mendukung pencanangan kampanye 'Waspada Penipuan Berkedok 
Undian Berhadiah' yang diusung Depsos. Pencanangan itu dilakukan mengingat aksi 
penipuan berkedok promosi dan undian berhadiah makin marak di tengah-tengah 
masyarakat belakangan ini. 
   
  "Berbagai upaya dilakukan oknum yang berusaha menipu konsumen. Untuk itu 
harus diwaspadai, perlu pengikisan dengan menyosialisasikan ke masyarakat dalam 
bentuk penyebaran dan pemasangan poster di toko, modern outlet, pasar 
tradisional, dan seluruh kantor cabang serta ATM BNI," ujar Mensos Bachtiar 
Chamsyah di Jakarta, Senin (30/7).
   
  Perusahaan yang mendukung program itu antara lain PT Unilever Indonesia, PT 
Nestle Indonesia, PT Sari Husada, Frisian Flag Indonesia, BNI, dan PT Pos 
Indonesia. Berdasarkan data yang diterima Depsos yang bermitra dengan PT Pos 
Indonesia, periode Januari-Juli 2007, sudah mengumpulkan 13.932 amplop undian 
palsu.
   
  Laporan pengaduan dari masyarakat selama satu tahun terakhir mencapai 100.000 
orang. Dari pihak PT Pos Indonesia melaporkan, biasanya surat palsu itu 
terlihat dari ketebalan yang sangat jauh berbeda dari surat biasa. 
   
  Jagad Prakasa Dwialam, Sales Direktur dari PT Sari Husada mengaku, sangat 
prihatin dengan aksi penipuan berkedok undian berhadiah. Pihaknya juga menerima 
500 laporan melalui layanan konsumen tentang masalah itu.
   
  Hal senada diungkapkan Joseph Bataona, Direktur HRD dan Corporate Relation PT 
Unilever Indonesia, yakni pihaknya telah menerima 24.000 laporan mengenai kupon 
palsu. Dikemukakan, ada dua cara mengetahui apakah kupon undian asli atau tidak 
dari PT Unilever. Yakni, cek nomor telepon yang ada di kupon dan bila diminta 
mentransfer sejumlah uang, berarti palsu. "Sebab Unilever tak pernah memungut 
sepeser pun uang dari konsumen," tukasnya.
   
  Inti kampanye melalui poster itu, agar masyarakat mewaspadai penipuan 
berkedok undian dan promo berhadiah baik melalui surat pos, kupon palsu dalam 
produk, SMS, dan telepon. "Masyarakat diharapkan lebih cermat menyikapi 
penipuan ini," jelas Mensos.
   
  (ony)
   
  Berita Kota - 31 July 2007


e-mail:  [EMAIL PROTECTED]

blog: http://maki-online.blogspot.com

milis: http://www.yahoogroups.com/group/maki-online
       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke