SERATUS PERSEN SETUJU !!!!!! Meskipun sedikit menyesal.. kenapa nggak dari dulu ada yang mengatakan demikian ? Karena semua pihak cuma sekedar cari nafkah dan numpang hidup dari sistem yang berjalan tanpa arah ?
Seharusnya dari sejak didirikan BPPT dan LIPI mestinya banyak hal yang bisa dihasilkan. Sayangnya justru mewariskan IPTEK yang menimbulkan masalah (PT. DI), sederhana saja : seandainya teknologi pesawat itu dialih fungsikan menjadi produsen sistem Listrik Tenaga Angin alangkah lebih bermanfaatnya bagi saudara2 kita yang jauh dari jaringan listrik PLN. Belum lagi modernisasi pertanian yang masih terbengkelai sehingga sebentar2 mesti impor beras, belum lagi produksi sepeda motor yang saat ini demikian dibanjiri produk impor. KAPAN BUAH BPPT dan LIPI BISA LEBIH APPLICATIVE ? DITUNGGU 230 juta rakyat. Wassalam On 7/31/07, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > http://www.suarapembaruan.com/News/2007/07/31/index.html > > SUARA PEMBARUAN DAILY Kalla: Bubar Saja Kementerian Ristek > > [*BANTEN] Wakil Presiden (Wapres) Muhammad Jusuf Kalla menegaskan bahwa > bila Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Kusmayanto Kadiman sekali > la-gi minta bantuan luar negeri untuk teknologi dalam negeri, bubarkan saja > Kementerian Negara Riset dan Teknologi. * > > *Kalla menegaskan hal itu dalam sambutannya membuka Temu Teknologi > Nasional 2007 di Serpong, Banten, Selasa (31/7). Pada kesempatan itu hadir > Menristek Kusmayanto Kadiman, Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal, > Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Said Jenie, Gubernur > Banten, Ratu Atut Chosiyah. * > > *Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya meminta Menristek Kusmayanto Kadiman > supaya bisa menyumbang sesuatu melalui teknologi bagi pembangunan dan > kemajuan bangsa. Bangsa maju kalau ada pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan > ekonomi terjadi kalau ada nilai tambah. Nilai tambah ini dihasilkan oleh > teknologi. Maka teknologi harus bisa memberi nilai tambah. * > > *Jangan hanya meminta dana, kata Kalla, tetapi tidak menghasilkan apa-apa > untuk kemajuan bangsa. Kalla menantang agar tunjukan hasil penelitian > terlebih dahulu untuk kemajuan bangsa baru meminta dana kepada pemerintah. > * > > *Sehubungan dengan itu, Kalla meminta berhenti menadahkan tangan (meminta > bantuan) kepada pihak asing. Teknologi Indonesia harus mengandalkan > kemampuan Indonesia sendiri, tenaga Indonesia sendiri dan uang Indonesia > sendiri. "Dua minggu lalu, saya ke Makassar melihat bandara yang dibangun > oleh tenaga, otak, dan saku Indonesia sendiri yang murah dan cepat. Kalau > saya dengar masukan supaya kasih orang asing, alamak, bangsa apa ini," ujar > Kalla. * > > *Terkait itu, Kalla meminta supaya Indonesia harus bisa menghasilkan > sinyal kereta api sendiri. "Masak sudah 150 tahun, kita masih pakai sinyal > Siemens, bangsa ini belum bisa menciptakan kereta sendiri. Kita selalu ke > Jepang. Mestinya kita ke Jepang beritahu mereka begini cara membuat kereta. > Belum lagi mobil, pesawat. Begitu menteri perhubungan," ujar Kalla. * > > *Untuk itu, Kalla meminta BPPT jangan hanya kantornya yang megah, tetapi > tidak ada hasil penelitiannya. Menurut Kalla, tidak ada hubungan antara > kantor yang megah dengan kemajuan bangsa. Para peneliti diusulkan lebih > banyak meneliti daripada duduk saja di kantor yang megah tanpa berbuat > apa-apa. * > > *"Saya bangga dengan semua Anda di sini, semua doktor lulusan luar negeri > dibiayai negara. Kembalikan semua itu. Jangan hanya tidur di sini. Kalau > Anda tidur, bangsa ini juga tidur," tegas Kalla. [A-21]* > > *Last modified: 31/7/07* > > >
