Salah satu permasalahan Kota Jakarta adalah soal kebersihan. Ini masalah yang tidak kalah akut daripada kemacetan. Baik warganya maupun pemerintah daerahnya, sama-sama nggak peduli soal kebersihan. Sudah jadi kebiasaan warga Jakarta untuk membuang sampah sembarangan dan bukan kebiasaan Pemdanya untuk mengadakan fasilitas kebersihan yang memadai.
Menjelang pemilihan gubernur kali ini ternyata masalah kebersihan menjadi isu penting, bukan hanya karena tidak ada cagub yang memberikan strategi nya untuk mengatasi masalahkebersihan, namun juga karena para cagub itu menjadi penyumbang kekotoran dan kesemrawutan Jakarta. Nggak percaya? Lihat saja poster-poster mereka nempel dimana-mana. Spanduk digantung di sembarang tempat tanpa melihat estetika. Tembok-tembok yang tadinya bersih sekarang dilumuri lem lalu ditempeli poster dan pamflet mereka dan tembok yang sudah kotor menjadi semakin kotor. Sementara sembari menempel mereka juga sekalian merobek poster cagub dr kubu lawan, tentu merobeknya dengan sembarangan –umumnya bagian wajah cagub lawan yang dirobek sementara sisanya dibiarkan nggantung. Biasanya tempel-menempel ini dilakukan malam hari, entah kenapa. Mungkin karena mereka sebetulnya juga tidak enak mengotori lingkungan atau biar tidak ketahuan kubu lawan? Spanduk-spanduk, panji-panji dan baliho kampanye digantung dan didirikan di sembarang tempat, kadang-kadang menutupi rambu jalan. Jadi bagaimana mau menjadi gubernur yang bener? Belum terpilih saja sudah mengotori kota tercinta ini. Mari kita lihat apakah tim kampanye cagub-cagub ini cukup bertanggungjawab untuk membersihkan kekotoran yang mereka buat setelah kampanye? SARAN: Daripada membuat poster dan pamflet yang isinya cuma slogan-slogan tidak bermutu (karena isinya cuma pantun, mengejek lawan atau menyuruh orang mencoblos kumis), lebih baik mendirikan mading (atau memanfaatkan yang sudah ada) di setiap RW atau titik keramaian. Mading ini bisa dibongkar ketika masa kampanye selesai. Isinya tentang program-program dan profil dari setiap cagub. Misalnya apa yang akan dilakukan oleh setiap calon dalam mengatasi kemacetan, pengangguran dll. Atau misalnya berapa jumlah kekayaan setiap calon, track recordnya bagaimana, riwayat hidup singkatnya dll. Ide kedua bisa saja bikin semacam flyer atau buku fotokopian tipis yang dibagikan dari rumah ke rumah yang juga berisi program dan profil cagub yang bersangkutan. Cara-cara itu selain tidak mengotori kota juga lebih mendidik bagi calon pemilih, daripada cuma berbalas pantun atau mengejek lawan.
