Dari milis lain.. Ini beneran atau hoax/urban legend sih?
Too good/bad to be true..
Wassalam,
Irwan.K
---------- Forwarded message ----------
From:
Date: Aug 3, 2007 10:29 AM
Subject: Re: DOG WITH UNIFORM
Polisi kita memang korup. Tapi kisah di bawah kok sepertinya
berlebihan.
Polisi menampar, merampok, menyekap, memeras. Lantas yang dikerjai
(dan juga keluarganya) tidak ada upaya menghubungi pengacara atau
wartawan. Kok bisa? Juga metode korupsi di Rutan kok berbeda dengan
metode umum di kantor-kantor pemerintahan? Biasanya korupsi di
Indonesia dilakukan lewat satu pintu. Si pintu ini yang nantinya
bagi-bagi duit ke kawan-kawannya. Bukan limaribu di sana sepuluhribu
di sini seperti cerita di bawah.
Saya pernah mengalami kejadian yang sama (dirazia jam 2 pagi). Malah
polisinya menemukan bungkusan serbuk putih di bagasi kami. Jangankan
dirampok, selama penggeledahan malah polisinya yang selalu
menekankan agar kami selalu berada dekat-dekat dia ("agar nanti
tidak jadi masalah" katanya). Singkat cerita, kami dipersilakan
melanjutkan perjalanan. Razia dan penggeledahannya sampai bungkusan
itu dipastikan bukan narkoba tidak sampai 15 menit.
Dan ini kejadiannya tahun 1997, ketika belum ada yang namanya
kesadaran hukum atau kebebasan pers.
Andi
--- In a, x wrote:
>
> Kisah seperti ini sudah beberapa kali saya dengar. Karena itu,
jika di razia jangan mau keluar dari mobil dan ikuti polisi yang
melakukan pemeriksaan. Tanya dengan sopan, ini razia apa ? Dari
Polsek,Polres atau Polda ? Atau gabungan ? Atau Densus 88 ?Jangan
mau digertak.
>
> Yang kedua, kenapa mereka sama sekali tidak didampingi
pengacara ?
>
> Salam, Irry.
>
> irma haryadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Subject: [sastraundip] DOG WITH UNIFORM
>
> From: hilmy_wanamulya@ mhi.co.jp
>
> To: [EMAIL PROTECTED] .com
>
> Sent: Wed, 01 Aug 2007 08 <javascript:void(0)>:56:06 +0700
>
> Subject: DOG WITH UNIFORM
>
> ----- Forwarded by Jhon Hendriansyah/ TTG/APP on
>
> 07/31/2007 03 <javascript:void(0)>:06 PM -----
>
> Mohon untuk dibaca walaupun hanya sekedar tahu, kalau
>
> nantinya ga mau
>
> peduli itu kembali ke diri kita masing2...
>
> Dear rekan sekalian,
>
> Mungkin sebagian dari kita ada yg sudah tahu bahwa
>
> hukum di Indonesia ini
>
> benar2 BIADAB. Bayangkan, semua bisa dibeli dengan
>
> UANG....
>
> Kemarin tgl 29 Juli 2007, saya ingin menjenguk teman
>
> saya yg katanya sudah
>
> 2 bln ini msk penjara karena NARKOBA. Waktu bertemu
>
> dengan dia, kondisinya
>
> sangat berubah. Badannya kurus sekali, matanya merah,
>
> dan yang lebih tragis
>
> lagi dia seperti org kelaparan.
>
> Dia cerita tentang kejadian yg menimpanya. Tgl 9 Juni
>
> 2007, teman saya ini
>
> pergi ke daerah Kota untuk suatu keperluan.
>
> Sesampainya di jalan ternyata
>
> ada razia polisi. Kebetulan dia yang bawa mobilnya dan
>
> ada 1 teman lagi,
>
> jadi mereka berdua. Waktu pemeriksaan mereka berdua
>
> disuruh keluar dari
>
> mobil, mobil mereka digeledah. Dan betapa kagetnya
>
> teman saya itu waktu
>
> polisi memberitahu bahwa ada 2 butir ekstasi di bawah
>
> jok depan. Padahal
>
> semua teman saya itu bukan pemakai. Mereka juga tidak
>
> pernah pergi ke
>
> diskotik. Mereka meyakinkan polisi kalo itu semua
>
> bukan milik mereka.
>
> Mereka bersedia untuk tes darah tapi polisinya malah
>
> memarahi bahkan
>
> menampar kedua teman saya itu.
>
> Pada saat teman2 saya tidak bisa apa2 lagi, polisi
>
> mengambil semua barang2
>
> berharga teman saya itu (dompet, jam, HP). Yang lebih
>
> parahnya lagi polisi
>
> itu menyuruh mereka untuk mengakui kalau barang haram
>
> tersebut milik
>
> mereka. Bersumpah dengan nama Tuhan pun kayanya sudah
>
> ga mempan, akhirnya
>
> dengan pasrah teman2 saya itu mengiyakan semua
>
> perintah polisi tersebut
>
> karena kalau tidak, mungkin mereka akan dianiaya
>
> terus. Teman2 saya itu
>
> kemudian diborgol lalu disuruh masuk ke mobil polisi
>
> tersebut. Di dalam
>
> mobil, polisi mulai nego harga dengan teman2 saya.
>
> Mereka disuruh
>
> menyerahkan 2juta /org mlm itu jg, maka mereka akan
>
> dilepaskan. Sewaktu
>
> teman2 saya mengiyakan permintaan mereka, TIM BUSER
>
> dari SCTV datang, jadi
>
> perjanjian itu tidak jadi terlaksana. Dengan sok gagah
>
> polisi2 itu dengan
>
> arogannya menarik teman2 saya itu keluar mobil dan
>
> memberi penjelasan ke
>
> TIM BUSER tersebut kalau teman2 saya itu adalah
>
> pemakai.
>
> Singkat cerita teman2 saya itu dibawa ke Polres. Di
>
> sana mereka dikurung
>
> selama 1 bln dan baru Kamis tgl 26 Juli 2007 kemarin
>
> mereka dipindahkan ke
>
> Rutan Salemba. Perlu diketahui juga, mereka pindah ke
>
> Rutan pun harus bayar
>
> Rp 7.000.000 /org. Ternyata penderitaan mereka blm
>
> selesai sampai di situ.
>
> Mereka blg kalau mereka mau bebas, mereka hrs membayar
>
> Rp 90.000.000 / org
>
> kepada polisi tersebut dan kasus mereka pun secara
>
> otomatis akan ditutup.
On 8/3/07, Ginandjar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Meski dari tetangga, email Kania bagus, pelajaran buat temen2 agar
> hati-hati kalau ketemu polisi model begitu.
>
> Kalau mau jujur, peristiwa seperti ini sudah sering terjadi, mungkin lima
> hingga 10 tahun lalu saya dengar. Modusnya sama, pengendara diminta keluar,
> kemudian oknum petugas dengan leluasa menggeledah mobil sesukanya, biasanya
> terjadi malam atau dini hari. Kita tidak tahu atau tidak sadar kalau oknum
> polisi punya niat jahat menyelipkan narkoba - entah jenis apa - di bawah
> jok, kemudian secara sepihak menuding seolah-olah barang itu punya kita.
> Memang sungguh perbuatan sangat biadab.
>
>
>
> Terus terang, ketika polisi berhasil meringkus teroris atau penjahat kakap
> sekalipun, saya sama sekali tidak pernah bangga. Sedikit pun!!! Bukan
> apa-apa, kisah-kisah semacam itu, selalu tertutupi dengan sikap-sikap oknum
> polisi yang hobinya memeras seperti kasus "razia" narkoba di atas, atau
> memeras pengendara yang salah jalan, atau memeras orang-orang yang mengalami
> musibah pencurian, perampokan, dan lain-lain. Rasanya aparat berseragam
> coklat muda itu memang benar-benar tidak mungkin bisa merubah citranya yang
> buruk dan busuk. Sampai kapan pun TIDAK MUNGKIN!!!
>
> Makanya saya percaya dengan Gus Dur, polisi yang benar cuma dua, yakni
> Hugeng (mantan Kapolri), dan satu lagi Polisi Tidur. Guyon, memang. Tapi
> itulah yang nyata di negeri ini.
>
> Saya turut mendoakan, semoga orang yang teraniyaya dalam cerita Kaniasari
> itu, diberi kesabaran dan ketabahan. Tuhan tidak buta, Tuhan tidak Tuli, Dia
> akan menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah.
>
> Turut besimpati,
> Ginandjar
>
> ----- Original Message ----
> From: Kaniasari <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Mediacare <[email protected]>
> Sent: Thursday, August 2, 2007 8:44:42 AM
> Subject: [mediacare] Hati2 kalo ada razia polisi
>
> Sebenarnya masalah kalau dirazia polisi harus chek tangannya polisi
> itu dulu sudah kejadian lama. tapi mudah2an cerita dibawah ini bisa
> menyegarkan ingantan kita kembali.
>
> ============ ========= ========= ========= ========= ========= =========
> ========= ========= =====
> Sorry kalo sebelumnya dah ada yang pernah
> posting. Gw dapet Fwd dari email. Jadi hanya sekedar sharing agar anda
> lebih waspada. Peace ^^
>
> Mohon untuk dibaca walaupun hanya sekedar tahu, kalau nantinya ga mau
> peduli itu kembali ke diri kita masing2...
>
> Dear Rekan sekalian,
>
> Mungkin sebagian dari kita ada yg sudah tahu bahwa hukum di
> Indonesia ini benar2 BIADAB. Bayangkan, semua bisa dibeli dengan
> UANG....
>
> Kemarin tgl 29 Juli 2007, saya ingin menjenguk teman saya yg
> katanya sudah 2bln ini msk penjara karena NARKOBA. Waktu bertemu dengan
> dia, kondisinya sangat berubah. Badannya kurus sekali, matanya merah,
> dan yang lebih tragis lagi dia seperti org kelaparan.
>
> Dia cerita tentang kejadian yg menimpanya. Tgl 9 Juni 2007, Teman
> saya ini pergi kedaerah kota untuk suatu keperluan. Sesampainya di
> jalan ternyata ada razia polisi. Kebetulan dia yang bawa mobilnya dan
> ada 1 teman lagi, jadi mereka berdua. Waktu pemeriksaan mereka berdua
> disuruh keluar dari mobil, mobil mereka digeledah. Dan betapa kagetnya
> teman saya itu waktu polisi memberitahu bahwa ada 2 butir ekstasi
> dibawah jok depan. Padahal semua teman saya itu bukan pemakai. Mereka
> juga tidak pernah pergi ke diskotik. Mereka meyakinkan polisi kalo itu
> semua bukan milik mereka. Mereka bersedia untuk tes darah tapi
> polisinya malah memarahi bahkan menampar kedua teman saya itu. Pada
> saat teman2 saya tidak bisa apa2 lagi, polisi mengambil semua barang2
> berharga teman saya itu ( Dompet, Jam, HP ). Yang lebih parahnya lagi
> polisi itu menyuruh mereka untuk mengakui kalau Barang haram tersebut
> milik mereka. Bersumpah dengan nama Tuhan pun kayanya sudah ga mempan,
> akhirnya dengan pasrah teman2 saya itu mengiyakan semua perintah polisi
> tersebut karena kalau tidak, mungkin mereka akan dianiaya terus. Teman2
> saya itu kemudian di borgol lalu disuruh masuk ke mobil polisi
> tersebut. Didalam mobil,polisi mulai nego harga dengan teman2 saya.
> Mereka disuruh menyerahkan 2juta /org mlm itu jg, maka mereka akan
> dilepaskan. Sewaktu teman2 saya mengiyakan permintaan mereka, TIM BUSER
> dari SCTV datang, jadi perjanjian itu tidak jadi terlaksana. Dengan sok
> gagah polisi2 itu dengan arogannya menarik teman2 saya itu kluar mobil
> dan memberi penjelasan ke TIM BUSER tersebut kalau teman2 saya itu
> adalah pemakai. Singkat cerita teman2 saya itu dibawa ke polres. Disana
> mereka dikurung selama 1bln dan baru kamis tgl 26 Juli 2007 kemarin
> mereka dipindahkan ke Rutan Salemba. Perlu diketahui juga, mereka
> pindah ke Rutan pun harus bayar Rp 7.000.000 /org. Ternyata penderitaan
> mereka blm selesai sampai disitu. Mereka blg kalau mereka mau bebas,
> mereka hrs membayar Rp 90.000.000 / org kepada polisi tersebut dan
> kasus mereka pun secara otomatis akan ditutup.
>