Kelihatannya kita sepakat dalam 'banyak hal' untuk soal ini ya.. Ini mustinya menjadi dorongan buat kita untuk bisa memajukan Bangsa kita/Indonesia.. Minimal dari diri sendiri juga..
Yang menarik adalah perlunya sikap kritis.. bagi sebagian kalangan, sikap kritis merupakan hal negatif yang harus dihindari.. bahkan akan mendapat respon, apa yang sudah kamu sumbangkan.. khususnya bila kritisnya menyangkut yang sedang berkuasa.. :-p CMIIW.. Wassalam, Irwan.K On 8/3/07, Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > *IrwanK <[EMAIL PROTECTED]>* schrieb: > > Eyang Danar, > > 'Kemajuan'/keberhasilan di dunia adalah janji Allah pada siapapun yang > berusaha dengan sungguh" & sejalan dengan Sunnatullah (atau Hukum > Alam dalam term umum).. > > **** saya kira demikianlah. Saya lebih memilih carapandang Dhamma, adalah > sesuai dengan hukum alam. Manusia hidup adalah dalam memenuhi kewajiban, > terhadap alam, masyarakat, dan dirinya sendiri. Apabila ini terpenuhi, maka > terpenuhilah kewajiban terhadap alam, atau Allah, seperti dalam pengertian > kalian. > > > Siapa yang menghendaki 'pahala' (hasil) di dunia, niscaya akan > mendapatkannya.. > asal sungguh" & dilakukan dengan benar.. Termasuk juga 'pahala' akhirat.. > Pahala (dunia) di sini ya contohnya seperti yang Eyang Danar tuliskan > itu.. > keteraturan, kesejahteraan, dsb.. > > **** Ini juga sesuai dengan pandangan saya. Seorang mahabikkhu dari abad > ke VII, Padmasambhawa, mengatakan: " Apa yang kini kau alami, adalah yang > kau tuai dari apa yang kau lakukan (tidak lakukan) dimasa lampau. Apa yang > kau lakukan (tidak lakukan) kini, akan kau tuai dimasa depan. nah, masa > depan ini termasuk kehidupan setelah kematian. Khamma. > > > Bukankah banyak negara" yang kaya dari hasil 'menghisap' kekayaan > negara lain.. Lihat saja negara" di Afrika.. termasuk Indonesia.. > Kekayaan alam melimpah, tetapi yang kaya justru asing.. :-( > > *** Mas tak ada satu manusiapun, juga bangsa apapun, yang bisa terbebas > dari hukum khamma. Kini negara negara Europa zang makmur dari penghisapan, > mengalami banyak masalah, yang tak dialami oleh negara negara muda. Belanda > misalnya. pergilah ke Amsterdam, maka kita lihat kota yang penuh dekadensi > dan menyedihkan. Lihatlah negara negara yang tak penah memnghisap bangsa > lain di Europa, kini mengalami rakhmat, misalnya Norway yang termakmur di > Europa. > > Kekayaan di Indonesia, juga dialami oleh sebagian bangsa kita, yang ikut > menghisap bangsa sendiri. tak perlu sebut nama, anda tahu sendiri. Tetapi > apakah ini kekal? ke semena menaan di Porong PASTI akan membawa dampak berat > bagi yang melakukannya. > > Kemelaratan yang dialami 90% bangsa kita adalah disebabkan oleh kekurangan > dalam menggali daya nalar, sikap yang mengekor, tidak kritis, dan -terus > terang - tidak berethos kerja yang tinggi, tidak menyukai alias tidak taat > pada tatanan. Ini khammanya. > > Salam > > danardono > 3. Ali 'Imran > 145. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, > sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki > pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang > siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala > akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang > bersyukur. > > Tantangannya memang, bagaimana mewujudkan 'pahala' dunia ini.. agar > membanggakan & tidak menjadikan senjata untuk 'menghina' suatu kaum.. > > CMIIW.. > > Wassalam, > > Irwan.K > > On 8/3/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, Andy > > Wicaksana > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Danar, > > > > > > Memang benar bahwa orang-orang negara maju banyak yang igoner > > >terhadap agama mereka. Tapi, tentukan dulu definisi kemajuan. > > > Banyak rekan kerja saya yang tingkat kemakmurannya tinggi, namun > > >sebagian besar dari mereka keluarganya hancur. Apakah hal itu juga > > >bisa dibilang kemajuan ? > > > > Sudah pernah ke Swiss, Liechtenstein, Monacco, nak? Lihat saja > > sendiri apa artinya maju. Teratur rapui, korupsi relatif rendah, > > perataan kemakmuran, good governance. mendefinisikan kemajuan kok > > repot? itu kan kasat mata? Indonesia dan jerman maju mana? jawab > > sendiri ya nak? Bingung? > > > > makmur dan keluarga hgancur kan bisa jalan sejajar, lihat bambang, > > lihat Tommy. gak usah repot repot! > > > > > > > > Mengenai ketidakmajuan Inodnesia adalah akibat dari taktik pecah- > > >belah Belanda. Selama beratus tahun kita diajarkan untuk > > >menghianati bangsa sendiri demi mencapai keuntungan semata. > > >Rupanya, cara itu berkembang baik, karena sampai sekarang, banyak > > >warga kita yang hanya mementingkan diri sendiri, terlebih lagi para > > >you know who di Indonesia. > > > > Kok Belanda lagi Belanda lagi to? kamu kan belum lahir saat itu, > > nak. Ratusan tahun sebelum walanda datang, kita jaya, zaman > > Majapahit, Sriwijaya dsb, gak ada sisanya ya? > > > > Kegoblokan di Porong, Sidoardjo itu apa ya nirui Belanda? Bung Karno > > memerdekana negri malang ini karena bueenciii sama belanda. masa > > beilauw niru Belanda? Lha bapakmu apa ya niru Belanda? kakekmu juga? > > > > Banyak lho oramng seperti kamu, yang belum lahir dizaman Belanda, > > tetapi sudah ngawur, jadi memang aslinya ngawur. Gitu lho nak. > > > > > > > "Yesterday we obeyed kings and bowed our necks before emperors. But > today we kneel only to truth..." > -- Kahlil Gibran >
