Dear All
Saya malah berencana mengirim surat pembaca ke koran2 (terutamanya Seputar
Indonesia yang berafiliasi dengan Fren yang pasti dengan senang hati memuatnya).
Dari iklan di televisi, XL Bebas seperti "mengejek" operator lain yang tarif
murahnya baru bisa dinikmati jika "syarat dan ketentuan berlaku" dipenuhi.
Misalnya dari jam sekian sampai sekian, khusus hari sekian, cuma berlaku untuk
nomor sekian dll.
Fren juga terkena imbasnya dari promo XL ini karena meski tarifnya juga RP
10/det, hitungan tarif murah Fren baru dimulai pada menit 6.
Nah, XL Bebas (yang dalam salah satu tv commercial-nya mengusir murid "syarat
dan ketentuan berlaku" dari ruang kelas karena "syarat dan ketentuan berlaku"
tidak dikenal di XL) melakukan kebohongan terhadap publik. Sebab tarif Rp
10/det ke operator lain dimulai setelah menit ke-2. Dua menit pertama tarif
normal. Bukankah itu syarat dan ketentuan yang berlaku juga? Gampangnya, kalau
lu mau murah nelponnya harus diatas 2 menit dong.
Juga di tv commercial XL Jempol yang kata-katanya "Mau siang mau malam sms
cuma Rp 45 perak." Padahal lagi-lagi ini juga memiliki syarat hanya di hari
libur Sabtu-Minggu (kalau saya tidak salah) dan tidak disebutkan di tv
commercial.
Walau memang tarif XL di GSM skrg paling murah (Saya sebelumnya menggunakan
Mentari selama 3 tahun terus beralih ke XL Jempol dan berpindah lagi ke XL
Bebas karena promo mereka tersebut sesuai dgn kebutuhan saya yang lebih banyak
menggunakan hp utk menelpon), saya hanya tidak setuju dengan cara-cara operator
telepon skrg yang berpromosi dengan "kasar" dan melakukan kebohongan seperti
itu.
Mohon tanggapan miliser yg mungkin memiliki pengalaman serupa.
regards
I s r a r
farhan farhia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam Satu Jiwa for All
yang jelas saat ini saya sudah memantapkan hati untuk " hijrah " ke XL,
operator lain cenderung mengekploitasi konsumennnya.
Sy juga sudah " meminta " rekan - rekan Jurnalis di Sulawesi Barat untuk rame
- rame pake XL, biar kalo koordinasi liptan bisa lebih hemat, bayangkan hanya
Rp 1 / detik.
Sebagian teman sudah " sadar " dan pindah ke Xl, sebagian lainnya pake XL
tapi nomor lama dipertahankan.
Mudah- mudahan dengan kebijakan tarif murah XL, operator lain ikut turunkan
tarif, sehingga konsumen tak lagi " dieksploitasi ".
Mohon jangan ditanggapi surat ini sebagai promosi XL, saya gak kenal dengan
satu pun orang XL, semata - mata demi kampanye menghemat pengeluaran biaya
komunikasi
Salam Damai Satu Hati Satu Jiwa
Farhan - West Celebes
"M. Irwan Hrp" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Rena,
Tarif termurah bebas dibagi menjadi 3 area sebagai berikut:
Nasional:
Nelpon hari apapun, kapanpun, 24 jam se-Indonesia tarifnya sama. Bonus tarif
paling murahnya bikin lebih bebas. Nelpon ke operator lain dari Rp 25/detik
jadi Rp 10/detik setelah 2 menit. Nelpon ke sesama XL juga cuma Rp 10/detik.
Sumatra:
Khusus pelanggan bebas yang menelpon dari Sumatera, juga mendapatkan tarif
termurah untuk nelpon ke sesama XL dari Rp 10/detik jadi Rp 1/detik, ke
operator lain dari Rp 25/detik jadi Rp 10/detik.
Sulawesi:
Khusus pelanggan bebas yang menelpon dari Sulawesi, mendapatkan tarif khusus
untuk nelpon ke sesama XL tarifnya Cuma Rp 1/detik, ke operator lain Rp
10/detik.
On 8/3/07, Rena Gustaf <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Pro XL
Mohon penjelasannya dong tentang tarif murah XL yang katanya cuma Rp10/dtk ke
operator lain.
Kalau saya cermati iklannya, dikatakan "Telefon lamaan dikit ke operator lain
tarif Cuma Rp10/dtk," (atau kurang lebih begitu)
Nah, yang dimaksud "lamaan dikit" dalam kalimat tersebut apa nih? Apa kalau
cuma sebentar tarifnya bukan Rp10/dtk?
Dan yang namanya "lamaan dikit" itu berapa lama sih?
Terima kasih sebelumnya.
Rena Gustaf
Airis Health
_
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
---------------------------------
Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car
Finder tool.