This is sad, inilah yg mmebuat saya malas hidup di negri sendiri, polisi sendiri gak bisa melindungi kita malah memeras dan menakut nakuti, saya cuman punya pengalaman jelek satu kali disana, yakni di Padang Sumbar bbrp thn yg lalu, karena udara sangat panas, malam itu sekitar jam 9:00 saya dan temen2 nongkrong diberanda rumah teman saya (kebetulan itu pas depan jalan raya), saya cuman pake celana pendek dan kaos kutang krn panas nya, tiba2 tanpa diduga sebuah mobil Polisi Kijang dengan bak terbuka muncul depan kami dan tanpa ba bi bu lengan saya langsung di angkat dan dinaik kan ke mobil, duduk berdampingan dengan dua polisi kiri kanan dibak belakang, temen2 saya berontak tetapi si polisi2 ini berkata dalam bahasa Minang yg tak begitu saya mengerti, akhirnya mobil memasuki kantor Polisi, dalam hati saya masih bingung setengah mati apa salah saya ini.. .. Ber jam2 saya di interogasi, akhirnya saya mengerti bahwa di Padang wanita tidak boleh nongkrong diluar rumah setelah jam2 tertentu, apalagi pake pakaian seperti saya ini, mereka mengira saya ini pelacur. Ketika saya dimintai KTP, saya gak punya, semua kartu2 indentitas saya America, saya coba jelaskan bahwa saya penduduk America, saya bukan dari kota ini, saya hanya bertamu mengunjungi teman saya yg sudah ber tahun2 tak bertemu. Menjelang tengah malam barulah saya dilepaskan, temen2 saya sekeluarga sudah menunggu saya diluar, pengalaman yg menyebalkan tetapi saya selalu tertawa ter bahak2 bila mengingat semua ini. Dasar polisi Indo, main tuding dan main embat terus, mereka juga sudah main sindir2 utk minta di sogok uang saja biar saya cepet pulang dan urusan administrasi gak ber tele2, tapi saya bersikeras " no money for these bastards, ayo sampai dimana kita selesaikan permainan ini" pikir saya. Saya sangat prihatin mendengar pengalaman mu Eka. salam omie
eka zulkarnain <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Aaah untk polisi indonesia kejadian itu mah biasa. Tahun 1996, waktu adik saya meninggal kecelakaan di daerah Sukabumi, untuk mengurus surat kematian karena laka lantas, saya dimintain duit, 'duit administrasi' katanya. Memang jumlahnya cuma Rp 30.000, tapi ukuran tahun 1996 duit sejumlah itu cukup besar, 60 ribu jika dinominalkan sekarang. Bayangin orang sudah meninggal dunia, kecelakaan pula masih diduitin. Padahal gw cuma minta secarik kertas doang dan kertas itu disediakan oleh negara. Dan untuk itu wajibnya tidak dipungut biaya, karena itu memang tugas dia! Yang lebih gila lagi, polisinya bawa keluarga si penabrak dan meminta kita sebagai keluarga untuk berdamai. Dan si keluarga penabrak bahkan bawa-bawa aparat polisi segala yang agak 'memaksa' mengajak keluarga saya untuk berdamai. Saya menolak keras dan minta semuanya diproses sesuai hukum. Saya bilang, saya tidak jual beli nyawa. Saya tidak berhak menjual beli nyawa adik saya, biar hukum yang menentukan. Eeh si polisi malah bilang," ntar juga dipengadilan hukumannya bisa ringan, bapak ntar rugi lho karena hakim bisa dibayar juga. Mendingan berdamai dan si penabrak tidak masuk penjara karena kasihan punya anak dan istri." Saya bilang, "gw tidak peduli. Biar hukum yang menentukan." Akhirnya saking kesalnya, saya buka kartu bahwa saya wartawan dan saya bilang dengan mengancam bapak kalo maksa-maksa trus, tinggal bilang saja sama saya, mau berapa halaman kasus ini dimuat media massa? Dia akhirnye ngeper...dan kasus pun masuk pengadilan. Dan sejak itu gw gedeknya setengah mati sama polisi... --- Hermiati wrote: > Jangan heran .....kalau kita selalu kena > musibah.....semua tatanan > rusak...manusia sudah tidak ada rasa kemanusiaannya > lagi...beragama tapi > tidak takut tuhan............memprihatinkan!!!!!!!! > > > > ________________________________ > > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On > Behalf Of Kaniasari > Sent: Thursday, August 02, 2007 8:45 AM > To: Mediacare > Subject: [mediacare] Hati2 kalo ada razia polisi > > > > Sebenarnya masalah kalau dirazia polisi harus chek > tangannya polisi itu > dulu sudah kejadian lama. tapi mudah2an cerita > dibawah ini bisa > menyegarkan ingantan kita kembali. > > > > ======================================================================== > ================= > > Sorry kalo sebelumnya dah ada yang pernah > posting. Gw dapet Fwd dari email. Jadi hanya sekedar > sharing agar anda > lebih waspada. Peace ^^ > > Mohon untuk dibaca walaupun hanya sekedar tahu, > kalau nantinya ga mau > peduli itu kembali ke diri kita masing2... > > Dear Rekan sekalian, > > Mungkin sebagian dari kita ada yg sudah tahu bahwa > hukum di > Indonesia ini benar2 BIADAB. Bayangkan, semua bisa > dibeli dengan > UANG.... > > Kemarin tgl 29 Juli 2007, saya ingin menjenguk teman > saya yg > katanya sudah 2bln ini msk penjara karena NARKOBA. > Waktu bertemu dengan > dia, kondisinya sangat berubah. Badannya kurus > sekali, matanya merah, > dan yang lebih tragis lagi dia seperti org > kelaparan. > > Dia cerita tentang kejadian yg menimpanya. Tgl 9 > Juni 2007, Teman > saya ini pergi kedaerah kota untuk suatu keperluan. > Sesampainya di > jalan ternyata ada razia polisi. Kebetulan dia yang > bawa mobilnya dan > ada 1 teman lagi, jadi mereka berdua. Waktu > pemeriksaan mereka berdua > disuruh keluar dari mobil, mobil mereka digeledah. > Dan betapa kagetnya > teman saya itu waktu polisi memberitahu bahwa ada 2 > butir ekstasi > dibawah jok depan. Padahal semua teman saya itu > bukan pemakai. Mereka > juga tidak pernah pergi ke diskotik. Mereka > meyakinkan polisi kalo itu > semua bukan milik mereka. Mereka bersedia untuk tes > darah tapi > polisinya malah memarahi bahkan menampar kedua teman > saya itu. Pada > saat teman2 saya tidak bisa apa2 lagi, polisi > mengambil semua barang2 > berharga teman saya itu ( Dompet, Jam, HP ). Yang > lebih parahnya lagi > polisi itu menyuruh mereka untuk mengakui kalau > Barang haram tersebut > milik mereka. Bersumpah dengan nama Tuhan pun > kayanya sudah ga mempan, > akhirnya dengan pasrah teman2 saya itu mengiyakan > semua perintah polisi > tersebut karena kalau tidak, mungkin mereka akan > dianiaya terus. Teman2 > saya itu kemudian di borgol lalu disuruh masuk ke > mobil polisi > tersebut. Didalam mobil,polisi mulai nego harga > dengan teman2 saya. > Mereka disuruh menyerahkan 2juta /org mlm itu jg, > maka mereka akan > dilepaskan. Sewaktu teman2 saya mengiyakan > permintaan mereka, TIM BUSER > dari SCTV datang, jadi perjanjian itu tidak jadi > terlaksana. Dengan sok > gagah polisi2 itu dengan arogannya menarik teman2 > saya itu kluar mobil > dan memberi penjelasan ke TIM BUSER tersebut kalau > teman2 saya itu > adalah pemakai. Singkat cerita teman2 saya itu > dibawa ke polres. Disana > mereka dikurung selama 1bln dan baru kamis tgl 26 > Juli 2007 kemarin > mereka dipindahkan ke Rutan Salemba. Perlu diketahui > juga, mereka > pindah ke Rutan pun harus bayar Rp 7.000.000 /org. > Ternyata penderitaan > mereka blm selesai sampai disitu. Mereka blg kalau > mereka mau bebas, > mereka hrs membayar Rp 90.000.000 / org kepada > polisi tersebut dan > kasus mereka pun secara otomatis akan ditutup. > Sungguh biadab sekali > moral2 org2 itu. Perlu diketahui jg kalau didalam > rutan itu d ika sih > makan sehari 2x dan nasinya bukan putih warnanya > tetapi kuning. Didalam > makanan tersebut sudah dicampur dengan bumbu supaya > para napi akan > merasakan badannya lemas. Ditiap blok2 tahanan jg > bebas. Mereka ada yg > memakai narkoba dan itu bisa terjadi bila mereka2 > sang pengguna member > ika n uang sebagai uang tutup mulut kepada petugas2 > tersebut. > > Rekans, sewaktu saya dan teman2 saya ingin menjenguk > pun tidak > kalah biadab nya para petugas2 tersebut. Dari pintu > depan kita lapor > dan KTP kita ditaro, mereka minta uang administrasi > Rp 5.000, trs > pindah loket utk taro HP karna disana kita ga blh > bwh hp, kita byr lagi > Rp 5.000, msk pintu utk pemeriksaan badan pengunjung > byr lg Rp 5.000. > Sampai lah kita pada pintu terakhir dimana kita bisa > bertemu dengan > teman saya tersebut. Saya dan teman2 saya msk ke > sebuah ruangan. Tapi > sebelum kami bertemu dengan teman2 kami tersebut, > kami hrs membayar Rp > 10.000 untuk ongkos panggil teman saya yg di sel. 10 > menit berlalu tapi > teman kami tdk kunjung datang. Petugas gadungan itu > dtg lagi dan > memberitahu kami bahwa teman kami tdk ada di sel. > Petugas itu > menawarkan jasanya kembali, dia akan mencari teman2 > kami bila kami > membayar lagi Rp 10.000. Akhirnya dengan perasaan > kesal, kami ksh lagi > uang tersebut. Sumpah!!! keadaan di ruangan tersebut > bnr2 menger ika n. > Kotor, sumpek, bau. Ternyata itulah ruangan > pertemuan antara napi dan > penjenguk. Disana semua napi dan penjenguk bisa > leluasa melakukan > adegan2 sronok. Ciuman bibir, pegang2 alat2 vital, > mereka smua tdk malu > utk melakukan hal tersebut. Mungkin smua itu bentuk > pelampiasan rasa > rindu antara si napi dan si penjenguk. Yang lebih > parahnya lagi, bagi > para napi yg menerima tamu, mereka diwajibkan > membayar uang Rp 50.000 > ke petugas. Jadi setelah selesai bertemu dengan > teman saya tersebut > mereka kami beri uang Rp 100.000 utk mereka msk lagi > kedalam. Kalau > mereka tdk membayar, mereka akan dipukuli. Sungguh > biadab nya negara > kita ini!!! > > Perlu diketahui juga didepan pintu masuk tertulis " > TIDAK DIPUNGUT BIAYA > APAPUN". Tapi apa kenyataan nya??? > > > > msgId=78843/stime=1185969679/nc1=4718983/nc2=4025338/nc3=4776344> > > > > > > > > > > > > > > > ________________________________ > > ** > === message truncated === Eka Zulkarnain ____________________________________________________________________________________ Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, when. http://tv.yahoo.com/collections/222 Web: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ Klik: http://mediacare.blogspot.com atau www.mediacare.biz ==================== Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links --------------------------------- Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car Finder tool.
