Kalau Bang Mula udah kesel banget sama politisi
kardus P ZM ini memang yah udah pantes.
Abis dr awal kawin lagi dgn arogan hingga tampil
sebagai seleb kampungan memang bikin kita eneg ...
Tapi kalau saya perhatikan biasanya gosokan pengacara
nya menyebabkan salah kaprah pake ngadu2 ke polda
juga dan biasa juga uruusan nya pencemaran nama baik
perbuatan nggak menyenangkan dll dll.
Kembali kalau saya sih sangat memahami tindakan
P ZM itu manusiawi , namun tindakan pengacara
terkenal yg berhasil, sukses luar biasa dalam membela
teroris dan terutama P ABB mestinya juga harus dihargai...
Yg kasian kalau kemudian harus mempermalukan P ZM
hingga harus menarik pengaduan dll itu, makin hancur
dah si P ZM itu...
Mestinya sang pengacara siapapun bisa memberi nasehat
hukum yg lebih baik, bukan hanya cari nama dan duit doang ...
Salam , martin - jkt
MOD:
Saya kemarin baca di sebuah koran, salah satu alasan pelaku poligami Zaenal
Ma'arif cabut laporan adalah karena ada saksinya yang "hilang". Entah
hilangnya karena kabur ketakutan atau memang dilenyapkan alias dibunuh...
----- Original Message ----
From: Mula Harahap <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, August 6, 2007 10:26:31 PM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Ma’arif Cabut Laporan
Apa artinya tindakan Zaenal Maarif ini? Zaenal Maarif mau memainkan
opini masyarakat, seolah-olah SBY itu kejam amat: Zaenal Maarif sudah
mencabut laporannya, koq SBY masih tega-teganya tidak mencabut
laporannya.
Tapi jangan kita lupa, bahwa laporan yang disampaikan oleh Zaenal
Maarif kepada kepolisian, yaitu penghinaan SBY kepada dirinya,
terjadi setelah SBY lebih dahulu menyampaikan laporannya.
Kalau mau aman, yang harus dilakukan oleh Zaenal Maarif sebenarnya
adalah: Mencabut pernyataannya kepada media massa tentang SBY yang
menikah di usia muda itu, mencabut laporannya kepada beberapa
lembaga tinggi negara, dan meminta maaf kepada SBY serta keluarga.
Kalau Zaenal Maarif melakukan hal yang terakhir tersebut dan SBY
memberikan permintaan maafnya, maka saya bisa menerima tindakan SBY.
Tapi kalau Zaenal Maarif tidak mencabur pernyataannya kepada media
massa dan laporannya kepada beberapa lembaga tinggi negara itu, maka
saya usulkan agar SBY jangan mencabut laporannya. Maju terus!
Politisi model Zaenal Maarif ini, yang demi mempertahankan jabatan
dan kedudukan tega melakukan apa saja, memang harus dihajar. Orang-
orang seperti inilah yang membuat proses demokratisasi dan kebebasan
yang sedang kita perjuangkan ini menjadi terkesan memuakkan. (Kita
jangan lupa, ketika kedudukannya di DPR sudah semakin terancam, tanpa
malu-malu Zaenal Maarif datang memohon untuk "pindah rumah" ke PDIP.
Dan untunglah permintaannya itu ditolak oleh PDIP).
Dan dalam kesempatan ini saya juga ingin menyatakan uneg-uneg saya
terhadap media massa kita yang sangat tidak fair dan konyol itu.
Banyak media massa yang menganggap tindakan SBY, yaitu memberi
pernyataan pers dan melaporkan Zaenal Maarif kepada Kepolisian,
sebagai sebuah tindakan yang berlebihan atau mengada-ada. Padahal
media massa yang sama itu justeru memberi tempat kepada sinyalemen
Zaenal Maarif.
Lalu medium apa yang harus dipakai oleh SBY untuk membantah
sinyalemen tersebut?
Banyak media massa yang mengatakan, sebaiknya SBY diam saja dan tak
perlu bereaksi terhadap sinyalemen Zaenal Maarif.
Lha, apakah media massa itu tidak menyadari bahwa masyarakat kita
adalah masyarakat yang bodoh dan gampang mempercayai berita-berita
tak berdasar? Dan kebodohan ini sebagian besar juga terjadi akibat
ulah media massa itu sendiri, yang demi peningkatan oplah atau rating
tak segan-segannya mengumbar gossip dan sensasi murahan.
Horas,
Mula Harahap
In Forum-Pembaca- [EMAIL PROTECTED] ps.com,
http://www.kompas. co.id/kompas- cetak/0708/ 06/metro/ 3741032.htm
Jakarta, Kompas - Mantan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif hari Jumat
(3/8) mencabut laporannya ke polisi berkenaan dengan kasus dugaan
penghinaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Alasannya, Zaenal khawatir berbenturan dengan kalangan wartawan
cetak, menyangkut penafsiran ucapannya.
Demikian disampaikan Zaenal dan kuasa hukumnya, Mahendradata, serta
Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya
Komisaris Besar Carlo Brix Tewu yang dihubungi terpisah, Sabtu
(4/8).
Web:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
Klik:
http://mediacare.blogspot.com
atau
www.mediacare.biz
====================
Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/