IIIHIMsight ed. 5 Agustus 2007
HIMailinglist : [EMAIL PROTECTED]
HIMblog! : http://himfiles.blogs.friendster.com
HIMtv
Setelah gebrakan program double bioskop, pekan ini TransTV menggelar
tayangan Heroes yang mungkin tidak asing lagi bagi pemirsa tv berlangganan.
Setelah sekian lama layar televisi kita dijejali sinetron2 nggak jelas ( bahkan
ditenggarai ada juga yang modal njiplak ), akhirnya sebuah serial impor hadir
kembali setelah sempat booming di awal tahun 90an. ANTV juga kabarnya segera
serial Prison Break dimana lokasi penjara yang menjadi setting-nya, tentu
ceritanya tentu bukan soal perdagangan narkoba antar napi atau bagaimana alat
telekomunikasi bisa bersliweran bebas di balik bui seperti yang telah sering
diliput banyak media massa.
Ada hal menarik yang ingin dikupas mengapa serial Heroes ini diplot oleh
TransTV di jam 6 sore saat di beberapa stasiun tv lain tengah adu sinetron.
Dalam jam tayang konvensional, jam 6 sering dianggap sebagai jatahnya program
berita. Boleh dibilang keadaan ini lalu diacak-acak oleh Indosiar yang kala
itu menghadirkan serial drama Asia, entah itu dari Korea, Jepang, maupun
Taiwan. Seiring waktu, slot program tersebut lalu diganti dengan sinetron yang
biasanya hanya diputar saat prime-time ( sekitar jam 7 9 malam ).
Acara berita yang tadinya menjadi imej kuat bagi stasiun penayangnya terpaksa
mengalah. Seputar Indonesia yang sebelumnya dengan ditaruh pukul 18.30, maju
setengah jam menjadi mulai pukul 17.30. Liputan6 yang tadinya konsisten mulai
tayang pukul 18.00 wib juga tergeser dan posisinya dihuni oleh sinetron. Selain
ANTV dan MetroTV yang belakangan ini masih mematok jam 6 sore sebagai program
berita, tv lainnya lebih memilih variasi program semacam kartun ( GlobalTV )
atau liputan feature ( Trans7 ).
Jadi apakah langkah TransTV mengganti program dokumenternya ( setelah
sebelumnya slot tayang sore ini identik dengan Bajaj Bajuri selama
bertahun-tahun ) dengan program serial akan berhasil di tengah kepungan program
yang katanya ber-rating tinggi ? Btw, trims buat TransTV yang sudah memberi
variasi program, tapi omong2 mengapa Trans7 tidak menyiarkan Liga Inggris lagi ?
HIMedia
Kasus tabloid Jakarta untuk semua yang mendapatkan kecaman dari kubu
Adang-Dani menjadi satu contoh bagaimana sebuah media cetak dimanfaatkan ( atau
disalahgunakan ? ) untuk kepentingan kampanye politik temporer. Tentu tidak
semua media pers mengambil sikap keberpihakan seperti itu, disamping karena
harus dalam posisi netral, juga ini menyangkut kredibilitas media massa
tersebut di mata public. Namun bukan soal itu yang hendak dibahas disini,
tetapi lebih menyorot geliat insan pers nasional menyambut hasil perhitungan
pilkada yang akan digelar pekan ini.
Konsep quickcount ( maksudnya bukan pakai alat hitung sempoa, loch ) begitu
menjadi daya tarik yang luar biasa ketika Pemilu 2004 digelar. Proses
perhitungan surat suara yang secara teoritis makan waktu berhari-hari seolah
bisa di-bypass dengan sistem kalkulasi cepat ini. Pagi sampai siang hari
dicoblos, eh sorenya sudah muncul angka prediksi yang setelah dicocokkan dengan
perhitungan resmi dari KPU ternyata hasilnya tidak berselisih jauh.
Demam perhitungan segera ini pun tampaknya mewabah ke dalam hirukpikuk
pilkada DKI bulan ini. Sebagai contoh : lihat saja jalinan tim litbang KOMPAS
dengan 2 stasiun TV dibawah grup TransCorp, plus dengan siaran radio Sonora dan
Otomotion plus website Kompas Cyber Media. Pastinya juga MediaGrup nggak mau
kalah dalam hal ini dengan mensinergikan MetroTV dan harian Media Indonesia.
Sedangkan dari pihak MNC, sudah pasti tim redaksi berita RCTI, TPI, dan
GlobalTV akan berkolaborasi dengan koran Seputar Indonesia dan tentunya
jaringan radio Trijaya yang dimilikinya. Perebutan gengsi akan semakin menarik
untuk menentukan siapa yang paling akurat dalam meramal jumlah persentase
yang diraih sang gubernur baru yang nantinya terpilih, maklumlah swing voter
untuk kawasan ibukota ini sulit diprediksi.
HIMobile
Melihat iklan2 televisi yang kerap ditayangkan XL, mungkin tak salah bila
kita menduga bahwa target utama yang hendak diserang adalah para operator CDMA,
terutama Esia dan Mobile-8. Maklum saja faktor utama yang dipromosikan adalah
tariff murah, dimana titik lemah yang dibidik adalah jebakan syarat dan
ketentuan berlaku. Esia dengan tariff 1 jamnya dan Mobile-8 dengan adanya
patokan tariff murah mulai berlaku mulai menit keenam ( jadi ada apa diantara
menit pertama sampai kelima ? ). Esia yang tadinya begitu atraktif berpromosi,
tampaknya kini tengah dalam kondisi mendinginkan suasana. Belakangan ini brand
WiMode dan Wifone diangkat kembali, tentunya secara tidak langsung untuk
menggelitik tariff koneksi 3G yang dirasa masih mahal.
Ketika teknologi CDMA diperkenalkan oleh Mobile-8, memang urusan transfer
data yang jadi andalan, berhubung kala itu perangkat GSM yang ada baru sebatas
mendukung GPRS saja yang lemotnya minta ampun kalau dipakai untuk surfing
internet. Handphone ditempatkan sebagai modem yang katanya menjadi media
berselancar yang lebih nyaman ketimbang dial-up. Tokh gembar-gembor dahsyatnya
teknologi CDMA ternyata mandek di tahap praktek eksekusinya, entah kenapa hp
secanggih apapun, lagi2 fitur utama yang kebanyakan dipakai kaum awam adalah
sms. Sosialisasinya kurang ?
Konvergensi. Kata ini yang kerap penulis dengar ketika masalah interaksi
antar gadget coba digabungkan manfaatnya. Sebagai misal : perangkat handphone
dipakai sebagai kamera, gambarnya bisa disimpan dalam pc, kemudian diedit untuk
bisa ditampilkan dalam tv, atau langsung cetak sebagai photo. Mungkin bisa pula
dibayangkan bahwa pda bisa dipakai untuk alat navigasi, memutar film,
mendengarkan musik, sambil periksa email yang masuk. Kendalanya lagi2 soal
tariff yang diberlakukan musti dipatok dalam kisaran berapa yang dianggap
pantas.
Menurut penulis, gratiskan saja aksesnya namun untuk content yang didownload
itulah para pengelola mendapat penghasilan. Bukan seperti sekarang kondisinya,
pengguna musti double bayar. Tidak menarik dan tidak efisien bagi (calon)
konsumen. Contoh donk dengan trik pengelola di beberapa kawasan perbelanjaan
ibukota yang membebaskan biaya hotspot internet. Hitung2 sebagai salahsatu
bentuk Corporate Social Responsibility ( CSR ).
HIMoments this week :
Anytime ( BVMSP )
HIMtertainmentSound is provided by :
Retromantic of HardrockFM87.6
Rhytym of love of MustangFM88
Monday Back2back, Wednesday Slow Machine, & Sunday Club 80s of KISFM95.1
One Love of JAKFM101
HIMsight | HIMpersada10 | HIMoments
http://groups.yahoo.com/group/himtertainment
---------------------------------
Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos.