http://www.indomedia.com/bpost/082007/7/opini/opini1.htm

  
Bersahabat dengan Sampah

Ades Hendra M
Pemerhati Lingkungan Tinggal di Jogjakarta



Pernahkah kita merenungkan bahwa sebenarnya sampah begitu dekat dengan dan 
dalam kehidupan kita sehari-hari? Hampir setiap aktivitas hidup kita 
menghasilkan sampah sebagai bagian dari proses kita mewujudkan tujuan aktivitas 
hidup kita. Bila kita cermati lebih jauh, ternyata dalam sehari semalam saja 
kita dapat menghasilkan sekian sampah. Ini baru satu rumah satu keluarga. Belum 
lagi jika dikalikan dengan rumah dan jumlah penduduk dalam satu wilayah, bisa 
dibayangkan berapa banyak sampah yang dihasilkan dalam sehari.

Terdapat beberapa prinsip logis yang bisa diterapkan dalam keseharian, misalnya 
dengan menerapkan Prinsip 4R yaitu: Reduce (mengurangi). Semakin banyak 
material digunakan, semakin banyak sampah yang dihasilkan. Reuse (memakai 
kembali). Sebisa mungkin menggunakan barang-barang yang bisa dipakai kembali, 
sehingga dapat memperpanjang usia pemanfaatan barang sebelum menjadi sampah. 
Recycle (mendaur ulang) mengoptimalkan nilai manfaat suatu barang yang telah 
terpakai. Dalam tinjauan ekonomis, ini berarti penghematan. Replace (mengganti) 
yakni menggunakan barang-barang sehari-hari dengan barang yang lebih tahan lama 
dan ramah lingkungan. Misalnya, memilih keranjang yang tahan lama daripada 
kantong plastik.

Potensi Tersembunyi
Secara garis besar, sampah dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar. Kelompok 
sampah organik, yaitu yang berasal dari alam dan mudah terurai dalam jangka 
waktu tidak terlalu lama oleh proses alamiah. Contohnya, sisa sayur mayur, 
daun-daun kering, kulit buah, kayu, sisa makanan, limbah dapur, dan lain-lain. 

Kelompok kedua sampah anorganik. Sampah dari benda buatan manusia yang sulit 
terurai secara alamiah dan memakan waktu lama. Sampah anorganik yang dibuang ke 
tanah, sungai dan laut membutuhkan waktu sedemikian panjang untuk 
penguraiannya. Kertas dapat terurai dalam rentang waktu 3 - 6 bulan, kain 6 
bulan - 1 tahun, filter rokok dan permen karet lima tahun, kayu dicat 13 tahun, 
nilon lebih dari 30 tahun, plastik dan logam lebih dari 100 tahun, kaca sejuta 
tahun, bahkan ban karet tidak bisa diperkirakan waktunya. (Intisari, Desember 
2006).

Beberapa metode/kegiatan yang biasanya ditempuh dalam penanganan sampah antara 
lain dengan cara pengomposan, dibakar, dihancurkan, didaur ulang dan ditimbun. 
Kompos sangat berguna memelihara kesuburan tanah dan menjadi pasokan nutrisi 
bagi tanaman. Bila kompos diproduksi dalam jumlah banyak dapat dikomersialkan 
dengan menjualnya kepada petani, pengusaha tanaman.

Pembakaran sampah dipadukan dengan teknologi tepat guna dapat menghasilkan 
listrik dan energi alternatif. Sedangkan daur ulang dilakukan melalui 
pengolahan sampah yang tepat sehingga mengubah sampah menjadi sesuatu yang 
lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis. Menyadari potensi besar yang 
tersembunyi ini, mengapa kita tidak memulai bersahabat dengan sampah?

e-mail [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke