Setahu saya isu taliban pertama kali digunakan ketua DPRD Jakarta Ade S
untuk memenangkan kursi DPRDR 1. Isu yang diembuskan adalah PKS akan
men-talibankan Jakarta. Ini, menurut Faisal adalah murni cara fitnah orde
baru.

Kalau warga Jakarta termakan isu Taliban, itu pertanada mereka tertipu lagi
dengan cara Orba yang dimainkan Golkar!

Saya lampirkan arsipnya:


*DPD Golkar Tantang Faisal Basri Buktikan Omongannya*
Nala Edwin - detikcom
    *Jakarta* - Ekonom Faisal Basri menuding munculnya dua pasang
cagub-cawagub DKI Jakarta merupakan permainan Partai Golkar. Pernyataan
Faisal itu kontan membuat partai berlambang pohon beringin itu meradang.

Partai pimpinan Jusuf Kalla itu pun menantang Faisal membuktikan omongannya.
Jika tidak, Golkar mengancam akan mengadukan Faisal ke polisi.

"Itu sama sekali tidak benar. Di Medan dan Gorontalo juga cuma ada dua
calon," kata Koordinator Bidang Hukum dan HAM DPD Partai Golkar DKI Jakarta
R Akbar Lubis.

Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers di Kantor DPD Partai Golkar, Jalan
Pegangsaan Barat, Jakarta Pusat, Senin (11/6/2007).

Selain itu, Akbar juga membantah pernyataan Faisal yang mengatakan ada
permainan dalam pemilihan pimpinan DPRD DKI lalu. "Itu *ngada-ngada* saja
dan semua tidak benar," tandasnya.

DPD Partai Golkar, lanjut Akbar, memberikan waktu 7 hari untuk Faisal
membuktikan ucapannya.

"Jika tidak mampu memberi bukti, kita beri waktu tiga hari untuk bertemu
kita agar masalah ini selesai. Kalau tidak datang terpaksa kita lapor ke
polisi dengaan tuduhan fitnah," ancamnya.

Dalam diskusi pada 6 Juni 2007 yang lalu Faisal menyatakan munculnya 2
pasang cagub adalah mainan Orde Baru. Hal ini tidak lain cara-cara Partai
Golkar yang ujungnya adalah pemenangan 2009.

Faisal lantas mencontohkan skenario permainan dalam pemilihan pimpinan DPRD
DKI lalu. Pada saat itu, Ade Surapriyatna (kini Ketua DPRD) yang notabene
orang Golkar, menghembuskan isu agar jangan memilih Ketua DPRD dari PKS,
jika DKI tidak ingin Jakarta dijadikan kota Taliban.

On 8/7/07, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    *Saya melihat sebaliknya. Bila ber-Golput berarti beri kesempatan untuk
> Taliban.  Tetapi, mungkin ada yang mengehdaki Taliban atau sejenis Taliban
> berkuasa. *
> **
> *Apa yang dilakukan Taliban di Afghanistan ialah wanita tidak berkerja di
> luar rumah, tidak boleh bersekolah, dan juga sulit  pelayanan kesehatan bila
> dibutuhkan.*
> **
> *Orang Laki harus punya jenggot "x" cm. *
> **
> *etc*
>
>  ----- Original Message -----
> *From:* leo leono <[EMAIL PROTECTED]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Monday, August 06, 2007 12:19 PM
> *Subject:* [mediacare] berita berpolitik.com 06/08/07: Ada Stiker Ajakan
> Jangan Golput Beraroma Taliban
>
>
>
> http://www.berpolitik.com/news.pl?n_id=6844&c_id=21&g_id=290
>
> Senin, Agu 06, 2007 14:32
> Menjelang Hari Penyoblosan
> Ada Stiker Ajakan Jangan Golput Beraroma Taliban
> - berpolitik.com
>
>
> *( berpolitik.com):* Stiker ajakan jangan golput tidaklah luar biasa.
> Tapi, stiker yang ditemukan berpolitik secara tak sengaja di bilangan Duren
> Tiga, Jakarta Selatan, sungguh berbeda.
>
> Bagaimana tidak. Gambar tempel berukuran 30 x 42 cm itu menampilkan pesan
> yang "sarat makna". Pada bagian atasnya tertulis, "INIKAH YANG ANDA
> INGINKAN?" berhuruf putih pada latar belakang berwarna merah. Di bagian
> tengahnya terpampang sebuah foto.
>
> Di bagian bawah foto itu tertulis pesan berikutnya: "JANGAN GOLPUT!". Tak
> ada nama atau lambang yang bisa mengarahkan kepada pembuat stiker ini.
>
> Stiker ini menjadi "sarat makna" lantaran pilihan foto yang ditampilkan.
> Dalam foto itu terlihat seorang lelaki berbaju gamis, berjenggot dan memakai
> kopiah. Ia terlihat seperti hendak mengayunkan tongkat. Di belakangnya ada
> kerumuman pria yang juga memakai baju gamis, sebagian bersorban, sebagian
> berkopiah. Meski tak jelas, sepertinya ada potongan bendera Amerika Serikat
> di sisi kiri atas dari gambar.Sayangnya, foto itu hanya hitam-putih.
>
> Apa pesan yang hendak dilansir oleh stiker ini? Dari penanda-penanda yang
> itu, ada beberapa hal yang bisa dibaca. Pertama, stiker ini hendak
> menyampaikan pesan golput itu berbahaya. Meski tak ada konteks spesifik yang
> disebutkan, tapi mengingat lokasi pemasangan dan waktunya, mudah diduga
> bahwa stiker ini ada kaitannya dengan pilkada Jakarta.
>
> Apa bahayanya golput? Dari stiker ini, golput akan menyebabkan Jakarta
> bakal dikuasi kelompok masyarakat yang setipe dengan yang terpampang dalam
> foto itu. Siapa yang dimaksud? Sepertinya, pembuat stiker ini hendak
> mengasosiasikannya dengan Taliban, sebuah kelompok fundamentalis yang pernah
> berkuasa di Afghanistan.
>
> Tatkala nama Taliban disebut, asosiasi berikutnya langsung terkait kepada
> Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Isu pen-taliban Jakarta sudah lama beredar.
> Isu ini didengung-dengungkan karena adanya kecurigaan sebagian kalangan
> terhadap platform politik PKS yang dinilai anti kebhinekaan.
>
> Soal pentaliban Jakarta ini pernah dilansir sebagai upaya partai tertentu
> untuk *"mengapusi"* partai-partai lain, terutama PDIP. Faisal Basri pernah
> mengutarakan kembali hal ini dalam sebuah diskusi. Buntutnya, petinggi
> wilayah partai ini, sempat mengancam bakal memperkarakan Faisal ke meja
> hijau. Tapi hingga kini, tak ada kelanjutannya (baca soal ini: *di 
> sini*<http://www.berpolitik.com/news.pl?t=1&n_id=5751&c_id=21&g_id=285>).
>
>
> Salah satu isu konkrit yang kemudian sempat ramai diperbincangkan adalah
> tudingan bahwa tempat hiburan malam bakal diberangus jika Adang-Dani
> memenangkan pilkada. Ini juga menjadi topik awal sebuah blogspot yang
> sepertinya diarahkan untuk memojokan Adang (soal ini bisa baca di: *di
> sini* <http://www.berpolitik.com/news.pl?t=1&n_id=4214&c_id=6&g_id=17> dan
> kelanjutannya *di 
> sini*<http://www.berpolitik.com/news.pl?t=1&n_id=4850&c_id=21&g_id=290>).
> Adang membantah habis-habisan soal tudingan miring itu.
>
> Nah,kenapa golput dikhawatirkan? Ini terkait dengan sinyalemen beberapa
> pengamat yang menyebutkan bahwa golput bakal menggerus suara Fauzi-Prijanto
> ketimbang Adang-Dani. Survei LSI beberapa waktu lalu, misalnya, menyebutkan
> potensi golput jauh lebih besar terjadi pada pemilih Fauzi-Prijanto
> ketimbang Adang-Dani.
>
> Dari jumlah potensi pemilih yang bakal memilih (yakni sebesar 35%), hampir
> dua-pertiganya (65%) bakal memilih Fauzi-Prijanto dan hanya 21% yang bakal
> menyoblos Adang-Dani. Sebaliknya, dari jumlah potensi pemilih yang bakal
> golput(yang jumlahya mencapai 65%), hampir separuhnya (45%) sebenarnya lebih
> cenderung kepada Foke-Prijanto, hanya 24% yang lebih mengarah pada
> Adang-Dani dan 31% lainnya mengaku belum tahu akan memilih siapa seandainya
> bisa ikut menyoblos. Dengan kata lain, Foke-Prijanto paling dirugikan jika
> jumlah golput besar.(baca laporannya: *di 
> sini*<http://www.berpolitik.com/news.pl?t=1&n_id=6314&c_id=21&g_id=290>).
>
>
> Jadi, ringkasnya, stiker itu hendak menyampaikan pesan,"Jika warga Jakarta
> memilih golput dalam penyoblosan tanggal 8 Agustus mendatang, maka
> bersiaplah menerima resiko Jakarta bakal menjadi Kabul era Taliban". Tak
> pelak, stiker ini pastinya diarahkan untuk semakin menggerus kredibilitas
> Adang-Dani.
>
> Meski begitu, ada kemungkinan lain yang perlu dipertimbangkan. Yaitu,
> tumbuhnya simpati kepada Adang-Dani. Simpati itu tumbuh lantaran merasa
> kasihan kepada Adang-Dani. Ini terjadi jika pemilih merasa "Adang-Dani"
> adalah pecundang yang teraniaya.
>
> Penilaian Adang-Dani sebagai pecundang bersumber pada sejumlah prediksi
> yang menyebutkan Fauzi-Prijanto hampir dipastikan bakal memenangkan pilkada
> Jakarta secara telak (baca prediksinya sebelumnya: *di 
> sini*<http://www.berpolitik.com/news.pl?t=1&n_id=6315&c_id=21&g_id=25>dan 
> yang paling akhir:
> *di sini*<http://www.berpolitik.com/news.pl?t=1&n_id=6809&c_id=21&g_id=290>).
> Penilaian pecundang yang teraniaya mencuat karena stiker ini bisa saja
> dianggap sebagai kampanye hitam yang sudah berlebih-lebihan karena, 
> *toh*Fauzi sudah diambang kemenangan.
>
> Penilaian berlebih-lebihan itu sepertinya mengharapkan tambahan dorongan
> sentimen negatif publik berkaitan dengan munculnya iklan kampanye
> Fauzi-Prijanto di sejumlah televisi baru-baru ini. Dalam iklan itu
> digambarkan, warga tak mempercayai omongan Adang-Dani bisa mengatasi banjir,
> macet dan sekolah gratis. Di bagian akhir iklan itu, Fauzi tampil sendirian
> dan bilang, "Saya punya solusinya".
>
> Nah, pertanyaan yang belum terjawab, siapa pembuat stiker ini?
>
>  ------------------------------
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.11.6/938 - Release Date: 8/5/2007
> 4:16 PM
>
> 
>

Kirim email ke