Dear All,

Bila inilah naskah lengkap dari AJI, maka AJI
menempatkan dirinya di "pihak lain" yang tidak netral.
Simak naskah selengkapnya.

Seharusnya, AJI juga melihat-lihat jangan-jangan ada
juga media yang memihak pasangan pasangan Adang
Dorodjatun, misalnya media on line DETIK.COM yang
sejak "semula" sudah memasang kuda-kuda bagi Adang
Dorodjatun. Judulnya saja misalnya, "Pendukung Fauzi
mengganggu kelancaran kereta Api", puja-puji terhadap
pasangan Adang, dan pencitraan minus ke kubu Fauzi.

Dengan sikap saya yang juga mengkritik KOMPAS kalau
ada kesalahan secara obyektif-normatif, saya tidak
setuju dengan komentar AJI di alinea terakhir tentang
KOMPAS. Sebaliknya, dengan statemen terakhir, bahwa
"Koran ini (KOMPAS) tidak melakukan konfirmasi kepada
tim sukses Adang Daradjatun yang dituding kubu
lawannya melakukan sabotase", AJI sempurna menegaskan
posisinya yang tidak "mediatif-netral" di atas
media-media lain. Saya serius menganggap AJI TIDAK
NETRAL dengan statemennya dan sebaiknya menarik
pernyataannya itu, sekaligus membuat press realease
yang baru, meskipun terlambat, karena hari ini hari H.
Dan, saya akan menggunakan hak pilih, yang bisa
memilih Adang, bisa juga Fauzi. Ah... malah saya
bersusah payah menjadi netral daripada AJI. Ya,
argumentum ad hominem ke AJI.


wassalam,

berthy barnabas rahawarin

--- Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Senin, 06/08/2007 17:18 WIB 
> AJI Nilai 10 Media Berpihak dalam Pilkada DKI 
> Aris Boy - Okezone
> 
> 
> JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai
> 10 media cetak tidak berimbang dalam memberitakan
> Pilkada di DKI Jakarta. Penilaian ini berdasar
> survei kedua yang dilakukan sejak 10 Juni hingga 4
> Agustus. 
> 
> Koordiantor Tim Peneliti AJI Jakarta, Ignatius
> Haryanto, menuturkan pemantauan itu bertujuan untuk
> mengingatkan netralitas wartawan dalam mengerjakan
> tugasnya.
> 
> 10 media cetak yang dinilai tak berimbang itu adalah
> Suara Pembaruan, Indo Pos, Media Indonesia,
> Republika, Rakyat Merdeka, Kompas, Koran Tempo,
> Warta Kota, Pos Kota dan The Jakarta Post.
> 
> Ada kesan salah satu pasangan cagub dan cawagub
> diunggulkan. "Porsi pemberitaan 10 media ini lebih
> cenderung kepada pasangan Fauzi Bowo dan Prijanto,"
> tutur Ignatius dalam jumpa pers di sekretariat AJI,
> Jalan Kembang Raya Nomor 6, Kwitang, Senen, Jakarta
> Pusat, Senin (6/8/2007). 
> 
> Ada lima indikator yang digunakan AJI Jakarta untuk
> menarik kesimpulan itu. Yakni, penempatan berita,
> subjek foto, pemilihan isu, pemilihan nara sumber,
> dan tidak ada keberimbangan berita (cover
> bothsides). 
> 
> Hasil temuan juga memaparkan, harian Suara Pembaruan
> kentara condong terhadap pasangan Fauzi-Prijanto
> yang terlihat pada berita yang dimuat pada 3 Juli
> 2007 dengan judul "Adu Visi Para Kandidat".
> Penempatan informasi mengenai Fauzi cenderung
> positif, sementara Adang disebut dengan kosa kata
> yang cenderung tidak mendukung.
> 
> Sementara terhadap Indo Pos, masih seputar indikasi
> keberpihakan, foto kandidat seringkali muncul
> sendirian. Selain itu masih rendahnya daya kritis
> wartawan koran ini berhadapan dengan klaim-klaim
> sepihak para kandidat, terutama mengenai program
> kerja dan kampanye.
> 
> Untuk Kompas, meski secara umum cukup netral dan
> berimbang, namun beberapa kali media ini lalai
> meminta konfirmasi. Contohnya artikel yang dimuat 30
> Juli 2007 dengan judul "Fauzi Ingin Menang
> Terhormat, Adang Temui Warga Miskin". Koran ini
> tidak melakukan konfirmasi kepada tim sukses Adang
> Daradjatun yang dituding kubu lawannya melakukan
> sabotase. (jri)
> 
> 
>  
> Satrio Arismunandar 
> Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax:
> 79184558, 79184627
>  
> http://satrioarismunandar6.blogspot.com
> http://satrioarismunandar.multiply.com  
>  
> "If you know how to die, you know how to live..."

Kirim email ke