Bravo Mr. Frans Magnis Suseno!!!!

Tangis penguasa hanya untuk rakyat,
Tangis penguasa hanya untuk kekuasaan.


Keberpihakan penguasa hanya untuk pengusaha 
Keberpihakan Pengusaha hanya untuk penguasa

Bencana lumpur panas lapindo adalah kejahatan kekuasaan oleh, karena dan untuk 
kekuasaan..
For the sake of year 2009...


Sinetron berikutnya dalam episode:
Pemilu Sudah Dekat!!!!
-------------------------------------<<<<

From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>:









  


    
            Achmad Bakrie Award 2007 Tak Terkait Lumpur Panas

http://www.kompas. co.id/kompas- cetak/0708/ 14/humaniora/ 3762031.htm

============ ========= =



Jakarta, Kompas - Direktur Eksekutif Freedom Institute Rizal

Mallarangeng, Senin (13/8), memastikan Franz Magnis-Suseno menolak

penghargaan Achmad Bakrie 2007 untuk bidang pemikiran sosial. Namun,

penghargaan tetap akan disampaikan Selasa malam ini di Jakarta.



Selain Franz Magnis, beberapa tokoh lain yang akan mendapatkan

penghargaan Achmad Bakrie 2007, yakni Putu Wijaya (bidang

kesusastraan) ; Jorga Ibrahim, dosen ITB Bandung (bidang sains);

Sangkot Marzuki, ilmuwan dan Direktur Lembaga Biologi Molekuler

Eijkman Jakarta (bidang kedokteran); dan lembaga Balai Besar Padi

Sukamandi (bidang teknologi).



Beberapa tokoh lintas agama dan intelektual, kemarin, juga menggelar

konferensi pers terpisah. Mereka mendukung langkah yang ditempuh Franz

Magnis sebagai sikap moral yang obyektif.



Ini mengingat, pemberi penghargaan Achmad Bakrie 2007 terkait

korporasi Lapindo Brantas Inc yang dinilai menimbulkan musibah lumpur

panas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, sejak beberapa tahun lalu.

Hingga kini masalah lumpur panas tersebut dianggap tidak ada

penyelesaian secara bermartabat.



"Sikap moral paling obyektif ditempuh Romo Magnis-Suseno, " kata

Moeslim Abdurrahman sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dalam

konferensi pers di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Senin (13/8)

kemarin.



Tokoh lain yang angkat bicara untuk mendukung penolakan Magnis, antara

lain Natan Setiabudi, Chalid Muhammad, Rieke Dyah Pitaloka, Tjuk

Kasturi Sukiadi, Bondan Gunawan, Fajroel Rachman, dan Benny Susetyo.



Benny mengatakan, dukungan atas penolakan Franz Magnis juga didasarkan

pada lima hal yang dirumuskan pada pertemuan itu. Kelima hal itu

meliputi, pertama, bencana lumpur panas di Porong merupakan kejahatan

kemanusiaan. Kedua, masyarakat intelektual harus memihak rakyat, bukan

kaum pemodal yang menginjak harkat dan martabat kemanusiaan.



Ketiga, masalah lumpur panas adalah masalah negara yang absen atau

membiarkan masyarakat tertindas. Keempat, untuk penyelesaian masalah

lumpur panas ada pelanggaran konstitusional. Kelima, kaum intelektual

bersama rakyat harus melawan pelanggaran ini dengan menyampaikan mosi

tidak percaya terhadap pemerintah.



Chalid Muhammad, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia

(Walhi), mengungkapkan, saat ini sedang terjadi transaksi melalui akta

jual-beli tanah dan bangunan korban lumpur panas. Namun, ia melihat

ada ketidakpastian hukum ketika dalam nota transaksi disebutkan, pihak

yang membayar bukan PT Lapindo Brantas.



Secara terpisah, Rizal Mallarangeng dalam konferensi pers kemarin

menyatakan, penolakan Franz Magnis tetap dihormati. Namun, penghargaan

terhadap Franz Magnis-Suseno di bidang pemikiran sosial tahun 2007

tetap tak dapat digugurkan. "Penghargaan Achmad Bakrie 2007 yang

disampaikan Freedom Institute tidak terkait dengan masalah lumpur

panas di Sidoarjo," kata Rizal.



Achmad Bakrie Award



Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Sangkot Marzuki

menyatakan akan menerima Penghargaan Achmad Bakrie 2007 untuk bidang

kedokteran dari Freedom Institute.



Menurut Sangkot, tidak banyak lembaga yang memberi penghargaan untuk

bidang kedokteran. Di Indonesia baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

serta Yayasan Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Habibie Center, kemudian Freedom Institute yang memikirkannya.

"Penghargaan itu bertujuan baik dan perlu dilihat secara terpisah dari

persoalan yang belakangan ini terkait dengan perusahaan keluarga Bakrie."



Tahun 2003, penghargaan diterima Ignas Kleden (pemikiran sosial) dan

Sapardi Djoko Damono (sastra). Tahun 2004 penerimanya Nurcholis Madjid

(pemikiran sosial) dan Goenawan Mohamad (sastra). Penerima penghargaan

tahun 2005 Sartono Kartodirdjo (pemikiran sosial), Budi Darma (sastra)

dan Sri Oemijati (kedokteran) . Tahun 2006 penerimanya Arief Budiman

(pemikiran sosial), Rendra (sastra), dan Iskandar Wahidiyat

(kedokteran) . (ATK/NAW) 











       
____________________________________________________________________________________
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search 
that gives answers, not web links. 
http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC

Kirim email ke