Itulah yang terjadi ketika media diatur oleh politisi (Siane Indriani), segala 
sesuatu harus berdasarkan selera bos partai. Kalau ada anggotanya yang sedikit 
berteriak, ya lebih baik dibuang daripada si bos partai budek. Kelakuan Siane 
mirip sekali dengan sikap partai yang pernah diikutinya (PKB). Kalau ada 
seseorang yang tidak  berkenan di hati Gus Dur pasti akan dibabat habis.  

Mudah-mudahan aja Siane segera bertobat dan meninggalkan dunia jurnalistik, 
itupun kalau dia menganggap dirinya jurnalis.Lebih baik dia segera kembali ke 
partainya dan mencalonkan lagi jadi caleg buat 2009, hitung-hitung untuk 
menebus kegagalan di pemilu 2004 lalu yang gagal mengantarkannya ke DPR. Itu 
lebih baik daripada merusak tradisi  demokrasi dan egaliter yang ada di dunia 
jurnalistik.   

endro wahyudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Tulisan ini saya copy dari seorang crew news Global TV yang saya ambil dari 
milis tetangga. Mungkin hal ini bisa sedikit memberi penjelasan mengenai yang 
terjadi di Global TV atas perubahan pada jabatan wapemred dan eksekutif 
produser.
    wassalam,
Endro



  Diturunkannya jabatan Mebi dari wapemred ke eksprod dan naiknya Yadi dari 
eksprod menjadi wapemred memang (seperti bisa diduga) karena pertarungan antara 
kedua orang dari kubu eks lativi tersebut.  


  Walaupun terlihat solid, rivalitas dikubu lativi (Mebi & Yadi) ternyata 
memang besar. Yadi & mebi yang tadinya  merupakan anak emas Siane (pemred) yang 
membawa keduanya dari lativi & dipersiapkan menjadi penggantinya setelah Siane  
menjadi BOD di MNC ternyata memiliki ambisi yang sama besarnya untuk menduduki 
posisi puncak di news. Sehingga keduanya berusaha saling menjegal dengan 
membuat manuver kepada siane. 

Siane sendiri yang tadinya berharap banyak pada Mebi ternyata malah berpaling 
pada Yadi yang lebih mampu memuaskan (paling tidak dari laporannya), karena 
Mebi lebih banyak bermain diluar sistem melalui anak buahnya dan beberapa kali 
menolak/mangkir membantu manajemen global tv yang terkena masalah dengan 
beberapa pihak.


      Beberapa kali Mebi sempat curhat kepada beberapa anak buahnya  mengenai 
manuver Yadi yang selalu menjelek-jelekan dirinya kepada Siane di belakangnya. 
Dia dituding mbalelo (ini istilah  Mebi) oleh Siane dan hal ini sempat dibahas 
saat pembukaan Biro Global TV di  Semarang bulan lalu. Di sisi lain, Yadi juga 
sering curhat kepada beberapa  produser mengenai Mebi yang menurutnya telah 
menusuk dari belakang (entah apa maksudnya) dan bercerita tentang pembahasan 
saat di semarang tadi.  


  Singkat cerita, siane lebih percaya pendekatan yadi dan  memutuskan 
pertukaran jabatan kepada Mebi & Yadi. Yang mengherankan, semua keputusan itu 
tidak pernah dibicarakan atau diumumkan di tingkat redaksi dan semua baru 
mengetahuinya berdasarkan pembicaraan dari mulut ke mulut dan (seperti 
diketahui) tahu-tahu muncul gitu aja di credit title program.


      Tapi semua itu baru di tingkat permukaan yang terlihat. Dibelakang itu 
sepertinya siane punya rencana lain yang sampai saat ini belum terungkap, 
karena Yadi & Mebi sendiri (sepertinya) memang awalnya ditargetkan sebagai 
senjata saat dirinya mendapat masalah.  


  Mungkin hal ini akan semakin ”mengejutkan” jika terjadi perubahan lagi di 
struktur divisi news karena kepercayaan Siane terhadap Yadi sepertinya mulai 
berkurang setelah dia sempat marah kepada Yadi akibat pengaduan dari Darono, 
salah seorang produser yang dekat dengan siane. Darono tersinggung setelah Yadi 
dipergoki saat membongkar lockernya. Entah apa yang dicari yadi di locker itu, 
yang jelas dia memang sepertinya punya ’hobby baru’ memeriksa locker-locker 
anak buahnya. Termasuk ’membubarkan’ anak buahnya kalau lagi ngerumpi atau lagi 
kumpul-kumpul tanpa ngajak dia (kaya di jaman kompeni!!!).


    Mungkin saja setelah kejadian tersebut siane mulai tidak percaya lagi pada 
yadi dan menurunkan jabatannya dari wapemred...bisa saja. Yang jelas, sudah 
sejak lama siane sepertinya memang begitu sayang dan percaya dengan yadi dan 
hanya  mendengarkan secara sepihak laporan yadi tanpa pernah memperdulikan 
omongan anak buahnya yang lain. Sementara Mebi saat ini sudah jarang terlihat 
dikantor dan kabarnya sudah mulai melakukan pendekatan ke beberapa tv lain 
untuk bisa pindah.

 
    Siane juga sudah jarang terlihat sejak awal tahun karena begitu sibuknya 
melakukan pendekatan ke Harry Tanoe demi kelancaran karirnya di MNC. Yang jelas 
saat ini di news Global TV segala pekerjaan terlihat tidak teratur dan terkesan 
seenaknya sendiri karena semua merasa tidak nyaman dengan kelakuan para 
pimpinannya.    
        

---------------------------------
Need a vacation? Get great deals  to amazing places on Yahoo! Travel. 
     
                       

       
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally,  mobile search that gives answers, not web links. 

Kirim email ke