menurut pendapat saya, itu hak individual. wartawan di daerah anda yang 
berstatus pns. jadi tidak 'sayang' alasan melepas hobi, itu wajar. wartawan 
stasus pns itu sah-sah saja. apakah semua pns di daerah tersebut mengatakan 
hobi ? perlu riset ada berapakah wartawan di daerah saudara ? berapa yang 
berstatus pns dan wartawan ? dan seterusnya. setelah itu publikasikan, 
bla,bla,bla
   
  pns yang berstatus wartawan tidak akan 'merepotkan' keutuhan bangsa atau 
intinya wartawan yang berstatus pns tidak bisa menjadi pengembil keputusan. 
wartawan bukan pejabat publik, begitu pula kalau pns-nya senang menulis, itu 
kreatif. mau manis atau pahit terserah penulis, kebebasan berekpresi. namun pns 
kan berbagai macam, kalau pns nya pejabat publik lebih baik menulis opini saja. 
tapi adakah yang mau setingkat eselon satu atau dua maukah jadi wartawan ?
   
  menurut saya mengenai hal tersebut, kita tidak usah repot. yang penting 
bekerja mendapatkan uang yang sedikit tapi bermanfaat bagi diri sendiri, terus 
lingkungan sekitar kita. asal cukup saja. pns atau wartawan tidak masalah. 

aan_mm <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          APA pendapat Anda tentang wartawan bersatus Pegawai Negeri Sipil 
(PNS)? Mengapa pula masih banyak media-media lokal di daerah menerima 
wartawan berstatus PNS? Netralkan pemberitaan mereka?

Di daerah saya, wartawan berstatus PNS terbilang cukup banyak. Bahkan 
bekerja di berbagai instansi. Beritanya bagus-bagus, tapi terkesan 
jadi corong pemerintah. Dulunya, sebelum PNS, mereka kritis, tapi 
setelah berstatus PNS taring kritisnya hilang. Beritanya banyak 
"senyum-senyum".

Alasan mereka menjadi PNS, "media-media di tempat mereka tidak 
memberi gaji yang cukup". PNS kerja utama, wartawan kerja sampingan. 
Melepas hobi, gitu. Sayang benar.

Semoga tidak terjadi di daerah Anda.

Salam,
Muhammad Subhan



         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke