http://www.indomedia.com/bpost/082007/23/depan/utama2.htm


Pollycarpus Sebut 5 Pejabat



DUGAAN Keterlibatan mantan pilot Garuda Indonesia, Pollycarpus dalam kasus 
pembunuhan aktivis HAM, Munir, kian jelas. Menurut keterangan saksi Asrini 
Utami Putri, Polly berbincang-bincang dengan Munir di kafe Coffee Bean, Bandara 
Changi Singapura, saat pesawat Garuda G-974 yang mereka tumpangi sedang 
transit. "Mereka bertiga. Satu lagi ada pria berambut gondrong," ujarnya.

Isi pembicaraan ketiganya, Asrini mengaku tidak mengetahuinya. Ia hanya menatap 
ke arah ketiganya sekitar 10 detik, sekembalinya dari toilet. Pada awalnya 
Asrini juga tidak mengetahui jika pria yang berbincang dengan Munir itu bernama 
Pollycarpus.

Ia baru mengetahuinya setelah melihat foto keduanya di internet. "Saya sangat 
yakin kalau orang yang saya lihat itu sama. Saya mengenali (Pollycarpus) dari 
kelopak matanya yang berwarna gelap. Kalau Munir saya sering lihat di media," 
kata Asrini.

Dia juga mengatakan orang yangberambut gondrong itu adalah Raymond JJ 
Latuihamalo alias Ongen. Pasalnya, Asrini dikenalkan ke Ongen oleh kawannya 
yang juga satu pesawat, yaitu saksi Yoseph Riri Mase, yang menjadi kawan Ongen 
semasa kecil di Ambon.

Untuk mempertegas, jaksa lantas mempertemukan Ongen dengan Asrini. Setelah 
melihat sesaat, dengan yakin Asrini mengatakan Ongen itulah yang dikenalnya. 
Mendengar ini, Ongen hanya terdiam dan menundukkan kepala.

Ongen sendiri mencabut keterangannya terdahulu bahwa dirinya mengenal Polly. Ia 
juga membantah disebut berbincang dengan Munir dan Polly saat berada di kafe. 
Ia mengaku hanya meneguk teh dan minum obat, lalu kembali ke ruang tunggu di 
Gate 42 bandara. 

"Saya tidak kenal dia (Polly). Saya lihat Munir di kafe tapi saya tidak tahu 
dia berbicara dengan siapa. Saya tidak mau ambil pusing," katanya.

Perkenalan Ongen dengan Asrini dibenarkan oleh saksi Yoseph. "Ya, saya yang 
mengenalkan Asrini dengan Ongen. Waktu itu kita lagi di waiting room (ruang 
tunggu). Saat itu Munir juga lewat, tapi kita hanya say hello saja," katanya. 

Dekat BIN

Sebelumnya, keterangan saksi mantan Dirut PT Garuda Indra Setiawan, dan mantan 
anggota BIN, Raden Rahmat Fatma Anwar alias Ucok, juga menguatkan dugaan 
kedekatan Polly dengan BIN. 

Ucok, mengaku pernah melihat Polly di pelataran parkir kantor BIN, saat dirinya 
masih menjadi anggota BIN, sekitar tiga tahun lalu. "Waktu itu dia baru habis 
parkir mobil. Saya lihat dia dari atas motor dengan jarak sekitar lima meter. 
Saya tahu dia adalah Polly setelah bertanya kepada teman saya di kantor," kata 
Ucok. 

Sementara itu, dalam rekaman pembicaraannya dengan Indra yang diperdengarkan 
oleh jaksa, Polly menyebut-nyebut nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua 
Pembina Yayasan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Harry 
Tjan Silalahi, mantan Wakil Kepala badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) 
Ali Murtopo, mantan Jaksa Agung Abdulrahman Saleh dan Ketua MA, Bagir Manan.

"Ya itu suara saya. Itu hanya untuk menyenangkan (Indra) saja kok. Seperti 
waktu saya di dalam (penjara) dulu, juga diberi spirit oleh orang-orang. Mereka 
bilang; sudahlah Pak Polly, di atas sudah diatur. Itu juga spirit," aku Polly.

Namun, Bagir bereaksi keras. "Saya sendiri nggak pernah tahu Polly. Andai di 
sini pun ada dia, saya nggak tahu. Saya sama sekali tidak kenal. Jadi kalau 
begitu dalam kasus ini, pasti bohongnya," tegas Bagir. Oktober tahun lalu, MA 
membebaskan Pollycarpus dari hukuman 14 tahun yang dijatuhkan PN Jakarta Pusat. 
Persda Network/bdu/dtc/tmp/okc

Kirim email ke