------ Original Message ----- 
From: Benny Setiono
To: Yap Hong Gie
Sent: Wednesday, August 22, 2007 12:18 PM
Subject: UNDANGAN SEMINAR


UNDANGAN  SEMINAR.

-  Presiden Abdurrahman Wahid telah mencabut peraturan-peraturan
yang mendiskriminasi etnis Tionghoa, Presiden Megawati telah menjadikan
Imlek hari libur nasional dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah
mengembalikan agama Khonghucu menjadi agama resmi di Indonesia.
  Sementara itu Undang-undang Kewarganegaraan Republik Indonesia
N0.12/2006 dengan tegas menyatakan yang ada di Indonesia hanya WNI
dan WNA dan tidak ada lagi istilah "pribumi" dan  "non pribumi" dan
Undang-undang N0.23/2006 telah membatalkan seluruh UU dan Staatblad
diskriminatif peninggalan Belanda yang yang telah membagi-bagi kedudukan
hukum dan sosial bangsa Indonesia. Dengan demikian hampir seluruh
peraturan-peraturan yang selama ini mendiskriminasi etnis Tionghoa telah 
dihapus.

-  Selaras dengan hal-hal tersebut di atas, berkembangnya globalisasi dan
berkembangnya RRT menjadi sebuah kekuatan ekonomi, politik dan militer
dunia menuju Super Power dan semakin eratnya hubungan persahabatan
pemerintah RI dan RRT telah menjadi batu ujian bagi loyalitas seluruh etnis
Tionghoa di Indonesia.
   Bagaimana seluruh etnis Tionghoa di Indonesia melalui 
organisasi-organisasinya harus bersikap ?


Untuk menjawabnya Pengurus Daerah  Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)
DKI Jakarta mengundang Tuan/Nyonya/Saudara/Saudari untuk menghadiri Seminar
sehari penuh dengan thema

"MENGHADAPI GLOBALISASI, ORGANISASI TIONGHOA INDONESIA MAU KEMANA ? "

Pada Sabtu 25 Agustus 2007 am 09.00 - 16.30.

Bertempat di Function Hall Mega Glodok Kemayoran (MGK) lantai 3
Jl.Angkasa Kav.B6. Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta 10610.


ACARA :
08.30 - 9.00      Registrasi/Welcome Coffee
09.00 -  9.05     Indonesia Raya.
09.05 - 09.15    Sambutan Rachman Hakim (Ketua Umum INTI)
09.15 - 09.30    Keynote Speech Prof.Dr.Gumelar Rusliwa Somantri (Rektor 
UI)*



                                                      SESI   I.

Moderator        : Lisa Suroso  (Pemred majalah Suara Baru).

09.30 - 09.55     DR.Siauw Tiong Djin (Comitee Against Racism in Indonesia),
                           Melbourne, Australia.
                           Dari Perspektif Sejarah.
09.55 - 10.20     DR.Mely G.Tan (Sosiolog Senior).
                           Dari Perspektif Sosial.
10.20 - 10.45     Drs.Christianto Wibisono (The Global Nexus Network).
                           Dari Perspektif Global.
10.45 - 11.10     Ir.Budi S.Tanuwibowo (Ketua Umum Matakin,
                           Sekjen Perhimpunan INTI).
                           Dari Perspektif Kebangsaan.
11.10 - 12.00     Tanya Jawab.

12.00 - 13.00     Makan Siang.

13.00 -  13.30     Sambutan K.H.Abdurachman Wahid.*


                                                         SESI  II

Moderator         :  DR.Sukardi Rinakit   (Direktur Eksekutif Soegeng
                            Sarjadi Syndicate).

13.30 - 13.55       Frans Hendra Winarta SH. (Komisi Hukum Nasional)
                             Dari Perspektif Hukum.
13.55 - 14.20       Drs.Faisal Basri  (Ketua Umum Pergerakan Indonesia).
                             Dari Perspektif Ekonomi.
14.20 -14.45         Ir.Stanley Yosep Adi Prasetyo (Komisioner Komnas
                             HAM)  Dari Perspektif Keamanan dan HAM.
14.45 - 15.20       Sudhamek AWS (CEO Garuda Food)
                             Dari Perspektif  Pengusaha.
15.20 - 15.45       Benny G.Setiono  (Ketua PD Perhimpunan INTI DKI
                             Jakarta).
                             Dari Perspektif Visi dan Misi Perhimpunan INTI.
15.45 - 16.30        Tanya Jawab.

* Dalam konfirmasi.



 

Kirim email ke