Orang menyangka orang lain itu edan dan pemberani dan sombong kepada Tuhan. Dia 
sendiri tak tau dia itu seperti apa, padahal, hehehe .........

Lebih lucu dari Mr. Bean apa tidak, seeeh ?..

zam zam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  di zaman 
edan ini memang makin banyak 'orang-orang pemberani' seperti Anda. Tapi, 
bagaimana orang seperti Anda bisa bersosialisasi dan bersahabat baik dengan 
kalangan manusia sedangkan terhadap Tuhan saja sombongnya selangit.   

dimas supriyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  
    
1. Kebodohan yang utama adalah menerima Islam sebagai
ajaran Arab abad ke-7 dan mencoba mempraktikkannya ke
dalam kehiduapan manusia modern di Abad 21.

2. Kebodohan yang berbahaya adalah pasrah bongkokan
pada tafsir jumud  ulama-ulama masa lalu pada realitas
kehidupan yang mengglobal hari ini.

3. Kebodohan yang utama adalah mereka yang menganggap
Islam sebagai benda yang mati, isinya sudah selesai.
Karena agama adalah organisme yang hidup dan
terus-menerus ditafsir ulang untuk disesuaikan dengan
kehidupan hari ini.

4. Kebodohan yang berbahaya adalah menganggap dengan
Islam menyelesaikan semua masalah tuntas. Padahal
banyak hal yang tak bisa ditangani dengan agama,
khususnya Islam. 

5. Islam seharusnya menyumbang pengembangan peradaban,
sehingga manusia lebih modern dan beradab, bukan
sebaliknya Islam menjadi beban warisan masa lalu,
dimana orang-orang militan harus mempertahankannya
dengan cara anarkis di dalam kehidupan masa kini.

Wassalam,

Dimas. 

--- Budi - Production Control <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> "Kebodohan" / Kejahilan Paling Berbahaya  
> 
> Ada dua kejahilan yang sering terjadi pada manusia.
> Namun, kejahilan paling
> berbahaya adalah kejahilan yang dilakukan orang
> cerdik-pandai
> 
> Sebelum Islam hadir, masyarakat Arab dikenal sebagai
> masyarakat jahiliyah. Ini bukan berarti bahwa
> masyarakat Arab orangnya
> bodoh-bodoh secara intelektual. Buktinya mereka
> sudah mengenal jenis
> perdagangan, mengenal perlombaan puisi dan sastra,
> dan sebagainya.
> 
> Ibnu Mansur dalam karyanya "Lisanul Arab" membagi
> kejahilan dalam dua macam,
> yaitu kejahilan yang ringan dan kejahilan yang
> berat. Kedua kejahilan itulah
> yang sesungguhnya menjadi sumber penyebab kesalahan,
> penyimpangan, kesesatan
> dan juga kejahatan manusia di muka bumi ini.
> 
> Kejahilan ringan 
> 
> Yaitu kurangnya ilmu tentang sesuatu yang seharusnya
> diketahui. Mereka  belum
> memperoleh informasi tentang kebenaran (al-Haq)
> sehingga mereka tidak
> memiliki pilihan lain kecuali melakukan apa yang
> mereka ketahui sebagai
> suatu kebenaran. Contoh riil di zaman Rasulullah
> dalam kasus ini adalah
> seorang Badui (Arab Gunung) yang kencing didalam
> masjid Rasulullah SAW.
> Menyaksikan hal itu, Umar marah dan bermaksud
> memukul serta mengusir Si
> Badui tersebut. Tetapi Rasulullah mencegahnya dan
> meminta para sahabat
> beliau untuk mengambil air di ember kemudian
> menyiramnya hingga bersih.
> 
> Kejahilan berat
> 
> Yaitu keyakinan yang salah dan bertentangan dengan
> fakta atau realitas.
> Mereka meyakini sesuatu yang berbeda dengan sesuatu
> itu sendiri. Mereka
> melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda dengan
> yang seharusnya. Padahal
> telah sampai kepada mereka informasi  tentang
> kebenaran (al-Haq) dengan
> hujjah yang meyakinkan dan dari sumber-sumber yang
> terpercaya. Kepada mereka
> juga telah datang para Nabi utusan Allah serta para
> penyeru ke jalan Allah
> yang lurus, tetapi mereka berpaling. Kasus penolakan
> Walid bin Mughirah dan
> para pembesar Qurays tentang kebenaran Muhammad
> serta Al-Qur'an dapat
> dijadikan sebagai contohnya.
> 
> Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, tentang latar belakang
> turunnya (asbabun
> nuzul) Surat Al Mudattsir ayat 18-25.
> 
> Walid bin Mughirah adalah seorang pakar dan
> cendikiawan Qurays yang sangat
> disegani. Ia penasaran mendengar masyarakat
> membicarakan tentang Muhammad
> dan ajaran yang dibawanya. Suatu hari, ia datang ke
> tempat tinggal Nabi,
> sedang beliau saat tengah melaksanakan shalat dan
> membaca Al-Qur'an. Maka
> Walid mendengarkan dengan  seksama kalimat demi
> kalimat apa yang beliau.
> Setelah usai, pulanglah Walid menemui kaumnya dari
> Bani Mahzum. 
> 
> Walid berkata: "Demi Allah, baru saja aku telah
> mendengarkan
> perkataan-perkataan Muhammad. Menurutku itu bukan
> perkataan manusia biasa
> dan juga bukan dari Jin. Demi Allah, sungguh
> perkataannya sangat manis,
> susunan katanya sangat indah, buahnya sangat lebat
> dan akarnya sangat subur.
> Sungguh perkataannya sangat agung dan tidak ada yang
> mampu menandingi
> keagungannya".
> 
> Sejak itu, orang-orang Qurays ramai membicarakannya
> dan melaporkannya kepada
> Abu Jahal. Mereka menyebut bahwa Walid telah keluar
> dari agamanya, dan pasti
> akan diikuti oleh orang-orang Qurays lainnya. 
> 
> Setelah mendengar penjelasan mereka, Abu jahal
> berjanji kepada mereka: "Aku
> akan  membereskannya". Abu Jahal kemudian mendatangi
> Walid dan duduk
> disampingnya dengan perasaan penuh kecemasan. Walid
> berkata: "Mengapa engkau
> seperti orang ketakutan seperti itu, wahai anak
> saudaraku?" Abu Jahal
> menjawab: "Bagaimana saya tidak ketakutan wahai
> paman, orang-orang Qurays
> pada mengumpulkan harta benda mereka untuk diberikan
> kepadamu, karena engkau
> telah mendatangi Muhammad". 
> 
> Mendengar hal itu, Walid merasa terhina dan marah.
> Ia berkata: "Bukankah
> mereka tahu bahwa aku memiliki harta dan anak-anak
> lebih banyak dibandingkan
> mereka semua?" Abu Jahal menjawab: "Jika demikian,
> sudilah kiranya paman
> mengatakan tentang Muhammad yang menunjukkan bahwa
> engkau sebenarnya
> mengingkari dan membencinya. Sampaikanlah wahai
> paman sikap itu dihadapan
> kaummu!" 
> 
> Walid bersama Abu  Jahal kemudian mendatangi tempat
> orag-orang Qurays
> berkumpul. Sesampai dihadapan mereka, Walid berkata:
> "Wahai kaumku, kalian
> mengatakan bahwa Muhammad itu gila. Apakah kalian
> pernah melihat Muhammad
> berbicara sendiri?" Mereka menjawab: "Tidak, demi
> Allah!". Walid
> melanjutkan: "Kalian mengatakan bahwa Muhammad itu
> adalah dukun (kahin).
> Apakah kalian pernah melihat Muhammad melakukan
> praktek perdukunan?"
> Merekapun menjawab: "Tidak pernah!". Walid bertanya
> lagi: "Kalian mengatakan
> bahwa yang dikatakan Muhammad itu adalah syair
> (pusi). Apakah kalian pernah
> melihat Muhammad membuat syair?" Mereka menjawab:
> "Juga tidak". Lagi Walid
> bertanya untuk ke sekian kalinya: "Kalian mengatakan
> bahwa Muhammad itu
> pendusta. Apakah kalian pernah mengetahui Muhammad
> berdusta?" Mereka juga
> menjawab: "Demi Allah, tidak  pernah sekalipun!".
> "Lalu, kalau demikian
> apakah yang diucapkan oleh Muhammad itu?"
> 
> Walid terdiam dan kebingungan. Ia minta untuk
> diberikan kesempatan untuk
> berfikir dan menyendiri. Beberapa saat kemudian,
> Walid bin Mughirah kembali
> dan mengatakan dihadapan kaumnya: "Itu semua tidak
> lain adalah sihir yang
> dipelajari dari orang-orang dahulu!". Bukankah
> kalian mengatakan bahwa
> ucapan Muhammad dapat memisahkan seseorang dengan
> keluarganya, suami dengan
> istrinya dan orang tua dengan anak-anaknya?"
> 
> Dalam kasus pertama, Si Badui yang kencing didalam
> masjid oleh Rasulullah
> dianggap sebagai kejahilan kecil saja, karena
> dilakukan oleh orang awam
> disebabkan ketidaktahuannya tentang ajaran Islam.
> Karena itulah ketika Umar
> bermaksud menggunakan kekerasan untuk
> menyelesaikannya, Rasulullah
>  mencegahnya. Dan memerintahkan kepada para sahabat
> untuk mengambil air di
> ember dan menyiramnya. Kejahilan seperti ini dapat
> ditolelir. Kelak Si Badui
> yang jahil itu akan berubah juga setelah diberikan
> penjelasan atau diberi
> contoh yang benar.
> 
> Sedangkan kejahilan kedua, yang dilakukan oleh para
> cendikiawan dan pembesar
> Qurays ini merupakan kejahilan besar yang tidak
> dapat ditolelir. Mereka
> bukan orang-orang awam yang bodoh, bahkan
> sesungguhnya mereka orang-orang
> yang cerdas dan mampu memahami yang benar dari yang
> salah. Merekapun tahu
> bahwa sesungguhnya Al-qur'an itu adalah kebenaran
> dari Allah, bukan
> kata-kata Muhammad; tetapi mereka berpaling dan
> mengingkarinya. Bahkan
> mereka mempengaruhi orang lain untuk mengingkarinya,
> dengan berbagai hujjah
> yang mereka buat-buat. Mereka sesungguhnya  tahu
> kebenaran tapi tidak mau
> mengakuinya, mereka orang-orang sesat dan
> menyesatkan. Maka kelompok yang
> kedua ini tidak dapat dimaafkan oleh Allah SWT,
> sehingga diabadikan
> pengingkaran serta kesombongan mereka dalam
> Al-Qur'an, sebagai pelajaran
> bagi ummat setelahnya.
> 
> 
=== message truncated ===

__________________________________________________________
Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car Finder 
tool.
http://autos.yahoo.com/carfinder/



        

---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.  
     
                       

       
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 

Kirim email ke