JUDUL ALBUM : DELTA INDONESIA
ARTIS : ADRIAN ADIOETOMO
LABEL : MYSEED RECORDS
TAHUN : 2007
Blues memang merupakan ekspresi
kepedihan,ketertindasan,keterkungkungan dan segenap ekspresi nelangsa
lainnya.Bagi ras tertentu,blues memang cetusan nurani.Makanya tak heran jika
ada anggapan bahwa tak semua orang bisa menafsirkan blues secara paripurna.
Beberapa waktu silam banyak pemusik Indonesia yang mencoba menyelusupkan
anasir blues dalam karya-karyanya atau lebih tepat membawakan musik blues
dengan larik berbahasa Indonesia.Tapi rasanya "arwah" nya kok gak pernah
ketemu.Mana terbentur dengan pelafalan bahasa Indonesia dalam langgam blues
terdengar janggal.Secara berseloroh,malah gaya ngejeplak Benyamin yang
dirangkai dalam perangai blues,kok malah terlihat aksentuasi bluesnya.
Tapi ya sudahlah.........mari kita simak album bertajuk "Delta Indonesia"
yang diajukan gitaris blues kelahiran Balikpapan 1973 Adrian Adioetomo yang
tiba-tiba membuat penggila blues orisinal bakalan berbuncah-buncah jiwa
raganya.Karena penelusaran Adrian membungkus blues nyaris mendekati versi
orisinal yang tercerabut pada era pra Perang Dunia atau era perbudakan kaum
kulit hitam di dasawarsa 30-an.
Adrian berbekal instrumen Dobro,yaitu gitar yang memiliki resonator mencoba
mengharu biru pendengarnya dengan perangai blues yang sesungguhnya.
Dobro adalah gitar yang ditemukan oleh Dopyera Brothers pada sekitar tahun
1928.Dengan larik yang bersahaja dan cenderung obvius, Adrian mengocok dobro
dengan hentakan kaki sebagai beat.
Satu diantaranya berbunyi :
Iblis dan aku,berjalan berdua
Tapi langkahku selalu dihadangnya
Ia selalu menutup mataku
Yang kulihat gelap dan berbulu
(lagu "Blues Iblis")
Atau simak yang ini :
Lepaskan anjing-anjingmu
Biarkan mengejar diriku
Menggonggong melolong
Tiap langkah ku
(lagu "Lepaskan Anjingmu")
Tampaknya Adrian ingin berpusar dalam putaran blues yang sesungguhnya.Dia
berupaya mentransfer setting blues era perbudakan dalam lanskap Indonesia
melalui sederet ekspresi.Sudah pasti sesuatu yang berpihak ke masyarakat kelas
bawah seperti buruh tani.
Jadi kita pun mahfum ketika akhirnya Adrian pun menorehkan lirik seperti ini :
Cambuk dan dera
Tak kan terasa
Tekad Baja
Takkan binasa
Badan kan bangkit
Jiwa suci
Kaki berlari
Tak kan berhenti
(dari "Tak Kan Ada Lagi Penindasan II")
Untuk menebalkan nuansa blues bergaya Delta tersebut Adrian bahkan memberikan
effek scratch dan kumal dari perangkat piringan hitam dengan 78 RPM (Rotation
Per Minute) yang biasa diputar pada Grammaphone .
Tanpa terasa kita telah masuk dalam dimensi Delta Blues lewat 14 lagu yang
dirangkum di album yang sampulnya sengaja ditata secara vintage.Kesemua lagu
ditulis sendiri oleh Adrian Adioetomo kecuali sebuah lagu tradisional blues
"Keep Your Lamps Trimmed And Burning" yang dialihbhasakan Adrian menjadi
"Tetaplah Kau Berjalan".
Sebuah transfer budaya yang tepat.Apalagi saat ini Republik tercinta tengah
didera berbagai kemalangan.Album Delta Indonesia Adrian ini bisa jadi pilihan
berkontemplasi.Kalau mau !
TRACKLIST
1.WHERE MY ROOTS GROUND ?
2.TELEGRAM
3.BLUES IBLIS
4.LEPASKAN ANJINGMU
5.TETAPLAH KAU BERJALAN
6.SENANDUNG TERAS
7.TEGANGAN TINGGI
8.WOULDN'T KNOW
9.HOW LONG MUST I WAIT ?
10.PERNAHKAH KAU....
11.TAK KAN ADA LAGI PENINDASAN I
12.TAK KAN ADA LAGI PENINDASAN II
13.ETERNAL BLUES (FOR CW)
14.SAME THING MISTER
DENNY SAKRIE
0818417357
www.simakmusik.bangwinet.com
---------------------------------
Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.