BERITA PERS 
   
  Perayaan HUT 140 Tahun Rekso Pustoko:
  Kekayaan “Musium Arsip“ Khas Mangkunegaran
   
  
  DAUN – daun jendela kayu bangunan itu memang harus dibuka lebar-lebar. Tak 
lain, supaya sinar matahari pagi dapat menelusup masuk dan menyegarkan seisi 
ruangan di dalamnya. Setidaknya, sejenak kesegaran cahaya mentari itu cukup 
untuk mengusir bau debu dan aroma “lama” di situ. 
   
  Didirikan pada 1867 silam oleh KGPAA Mangkoenegoro IV, Rekso Pustoko, --nama 
bangunan tersebut, memang sudah sangat tua. Namun meski tak setua usia Puro 
Mangkunegaran, keberadaannya sebagai bagian dari lembar perjalanan Puro 
Mangkunegaraan hingga saat ini tetap sangat bernilai sejarah tinggi.  
   
  Memasuki usia Puro Mangkunegaran yang ke-250 tahun ini, peninggalan lain di 
dalamnya yang masih “tampak jelas” saat ini memang Rekso Pustoko. Tak lain, 
perpustakaan yang semestinya bukan lagi semata perpustakaan, melainkan juga 
dapat disebut sebagai “musium arsip” khas Mangkunegaran. 
   
  Terletak di lantai dua, di atas Kantor Dinas Urusan Istana di sebelah kiri 
pamedan, koleksi-koleksi yang kita temukan di sini memang begitu sarat sejarah. 
Di dalam Rekso Pustoko inilah tersimpan berbagai arsip lama bersejarah berupa 
manuskrip cerita-cerita tentang kondisi sosial, budaya, politik, dan 
perkembangan kerajaan-kerajaan di wilayah Jawa tersimpan.
   
  Sebagian besar koleksi literaturnya memang berbahasa Jawa dan Belanda. Sebut 
saja bebepara cerita menak, cerita wayang, pakem wayang, dan tari yang turut 
melengkapi koleksinya. Hal itu adalah suatu kewajaran, mengingat mayoritas 
koleksi perpustakaan itu dibuat pada masa penjajahan Belanda.
  
Sejak didirikan hingga sekarang, Rekso Pustoko memang mengalami berbagai 
perkembangan. Salah satunya adalah penambahan koleksi, seiring dengan 
pergantian tahta kepemimpinan di Mangkunegaran. Misalnya di masa KGPAA 
Mangkunegara VII, koleksi perpustakaan itu berlipat ganda, Bahkan beberapa di 
antaranya berbahasa Perancis, Inggris, Jerman, dan tentu saja Belanda.
   
  Tanpa melongok masuk ke dalamnya, kita mungkin tidak pernah tahu, bahwa 
sejarah berdirinya Radio Republik Indonesia ternyata punya keterkaitan erat 
dengan Puro Mangkunegaran. Atau, bagaimana bendungan-bendungan yang dibuat oleh 
KGPAA Mangkunegaran VII telah menginspirasi dibangunnya waduk Gajah Mungkur.   
   
  Itulah kiranya, Rekso Pustoko pantas diganjar dengan sebutan “musium arsip” 
ketimbang sekadar perpustakaan. Karena berbagai manuskrip kuno bersampul kulit, 
buku-buku berbagai bahasa terutama bahasa Jawa, bahkan koleksi foto-foto 
bersejarah dan data-data mulai dari perkebunan dan pemilikan Mangkunegaran 
hingga rencana-rencana pelaksanaan pembangunan Kota Surakarta “tempoe doeloe” 
ada di sini. 
   
  Pameran Arsip Edutainment: 
  Sebuah Upaya Melestarikan Budaya Baca Sejak Dini 
   
  “Belajar dapat ditempuh dari membaca buku dan pengalaman praktis” 
  (KGPAA Mangkunegaran IV) 
   
  TEPATNYA pada 11 Agustus 1867 atau 140 tahun silam, ketika KGPAA 
Mangkunegaran IV mendirikan Rekso Pustoko. Menukil kata reksa (merawat) dan 
pustaka (buku), cita-citanya mendirikan Rekso Pustoko ini selain untuk 
mengurusi buku-buku koleksi Pura Mangkunegaran adalah juga menjadikannya 
sebagai sentra “budaya baca” sejak dini di kalangan keluarga besar 
Mangkunegaran, serta para abdi dalem. 
   
  Sampai hari ini, kiranya cita-cita KGPAA Mangkunegaran IV itu sepertinya 
telah tercapai. Karena baik oleh pelajar atau mahasiswa, wisatawan, budayawan, 
atau serta sejarawan masih menggunakannya sebagai tempat menimba ilmu dari 
beragam kekayaan data di dalamnya. Untuk itulah, tahun ini, tepat 140 tahun 
usia Rekso Pustoko, segenap kerabat Mangkunegaran menjadikan Hari Jadi Rekso 
Pustoko ke-140 ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan 250th Puro 
Mangkunegaran: A Reviving Moment”.  
   
  Bertema “Citra Jawa Tempoe Doeloe”, perayaan HUT 140 Tahun Rekso Pustoko ini 
digelar dalam bentuk pameran arsip selama tiga hari sejak 7 - 8 September 2007 
di Pendapa Ageng- Puro Mangkunegaran, Solo. Mengangkat kembali kiprah dan 
sejarah para pimpinan Praja Mangkunegaran di bidang pendidikan, ekonomi, 
sosial, dan budaya, misi acara ini pun sekaligus untuk meneruskan kembali 
“budaya baca sejak dini” sebagai cita-cita KGPAA Mangkunegaran IV. 
   
  Menurut Agus Haryo Sudarmojo, Ketua Pelaksana Peringatan 250th Puro 
Mangkunegaran, pameran “Citra Jawa Tempoe Doloe” ini terselenggara berkat 
dukungan PT HM Sampoerna Tbk. melalui payung program ”Sampoerna Untuk 
Indonesia” yang memiliki visi sama dalam meningkatkan apresiasi masyarakat 
terhadap sejarah kesenian dan kebudayaan, di antaranya sejarah seni dan budaya 
tradisional Jawa. Tidak heran, jika semarak gelaran acara ini pun ditujukan 
sebagai cara laion ikut memeringati HUT Provinsi Jawa Tengah ke -57. 
   
  “Dengan memamerkan berbagai arsip Jawa Tengah yang bernilai sejarah tinggi, 
kami berharap mampu mengangkat kembali citra Jawa Tengah sebagai salah satu 
kota bersejarah yang patut dibanggakan oleh masyarakatnya sendiri,” kata Agus 
Haryo. Dengan misi “budaya baca sejak dini”, Agus Haryo menuturkan, acara yang 
dilaksanakan sejak pukul sepuluh pagi hingga jam sembilan malam ini diharapkan 
mampu menyedot perhatian masyarakat umum, khususnya anak-anak muda kalangan 
pelajar serta mahasiswa Solo dan sekitarnya. 
   
  Selama tiga hari berturut-turut, pengunjung akan memperoleh informasi 
berbentuk edutaintment, baik dari pameran arsip, pameran foto proses pembuatan 
benda-benda tradisional, hingga pemutaran unpublished dokumentary movies. 
“Bahkan sejarah arsitektur Puro Mangkunegaran akan dikupas habis di acara ini 
oleh para ahli arsitek yang ikut serta menyumbangkan ide dan pemikirannya,” 
kata Yuli Hapsari Soemarsono, Ketua Pelaksana HUT 140th Rekso Pustoko. 
   
  Yuli berharap, konsep edutaitment di acara ini ini akan sejalan seirama 
dengan tujuan peringatan 250th Puro Mangkunegaran, yaitu me-revive kembali 
eksistensi Puro Mangkunegaran sebagai salah satu cagar seni, budaya, serta 
sejarah Indonesia yang patut dilestarikan. 
   
   
  INFORMASI: 
  M. Latief/Head of Public Relation – 250th Puro Mangkunegaran 
  Jl Anuraga No.22 – Cilandak/ 12430 
  Phone: 021 766 9870 – Fax : 021 75904530
  Mobile: 0812 829 1263 
  Email: [EMAIL PROTECTED] – [EMAIL PROTECTED] 
  Website: http://www.idekami.com – http://www.mangkunegaran.org
   
   
   
   
   
   

       
---------------------------------
Choose the right car based on your needs.  Check out Yahoo! Autos new Car 
Finder tool.

Kirim email ke