**** Beda kan, PKS dan AKPnya pak Gul?


SUARA PEMBARUAN DAILY
---------------------------------------------------------------------
-----------

Kabinet Turki Disetujui

- Diisi Orang-orang Berpendidikan Barat

[ISTANBUL] Presiden Turki yang baru, Abdullah Gul, menyetujui 
kabinet yang komposisi menterinya merupakan campuran antara tokoh-
tokoh Islam dan sekuler. Keberadaan banyak tokoh berlatar belakang 
reformis di dalam kabinet Turki mengisyaratkan pemerintahan baru 
berkomitmen kuat untuk bergabung ke Uni Eropa. Kabinet baru usulan 
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, yang baru diungkap ke 
publik setelah disetujui Presiden Gul kemarin, terdiri dari 25 
orang. 

Gul menyetujui susunan kabinet satu hari setelah Parlemen Turki yang 
didominasi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berakar Islam 
memilih dirinya sebagai kepala negara, kendati ada penolakan keras 
kelompok-kelompok sekuler. Dalam kabinet baru itu terdapat tiga 
wakil perdana menteri, enam menteri negara, dan seperti sebelumnya, 
hanya ada satu menteri perempuan. 

Gul, yang dikenal sebagai Muslim yang taat, telah berjanji untuk 
menghormati tradisi pemisahan antara agama dengan negara di Turki. 
Tanpa membutuhkan waktu lama, Gul langsung menyetujui susunan 
kabinet yang diusulkan oleh sekutu lamanya, PM Recep Tayyip Erdogan. 
Kabinet beranggotakan 25 menteri, yang mencakup delapan menteri 
baru, mendapatkan kepercayaan kuat dari kalangan bisnis dan 
tampaknya dirancang untuk memproyeksikan citra yang moderat. 

"Kami akan bekerja untuk menciptakan kebebasan dan kesejahteraan 
ekonomi yang lebih baik. Kami akan melanjutkan jalan yang sudah kami 
tempuh, dengan sebuah antusiasme baru, dengan darah baru yang telah 
kami alirkan ke dalamnya," ungkap Erdogan. 


Awasi Ketat

Kalangan oposisi menyatakan akan mengawasi ketat Gul terhadap 
kemungkinan munculnya kroniisme. Mengacu peran tradisional yang 
berjalan selama ini, Presiden Turki merupakan pengendali 
pemerintahan. 

Gul, yang memenangkan kursi kepresidenan dalam pemungutan suara di 
parlemen pada Selasa (28/8), akan memiliki kekuasaan untuk memveto 
legislasi dan memilih pejabat. Sejauh ini, kehadiran Gul belum dapat 
menepis kekhawatiran para sekularis. Mereka masih risau Gul akan 
menyetujui inisiatif apa pun dari pemerintahan PM Erdogan, sekutu 
dekatnya. Gul mendapat dukungan mayoritas parlemen, dengan meraih 
339 suara dari total 550 suara.

Salah satu anggota kabinet paling terkemuka adalah Ali Babacan, 
mantan menteri ekonomi. Ia kini menjabat menteri luar negeri. 
Babacan, pakar ekonomi berpendidikan AS, memainkan peranan penting 
membawa Turki keluar dari masa resesi. Babacan juga pendukung 
pencalonan Turki ke dalam keanggotaan Uni Eropa. 

Babacan, 40, adalah salah satu dari beberapa menteri termuda di 
pemerintahan. Selain ditugasi sebagai Menlu Turki, Babacan juga 
tetap dipertahankan menjabat sebagai kepala juru runding bagi 
keanggotaan Turki di UE. 

Babacan, yang meraih gelar kesarjanaan di bidang bisnis dari 
Northwestern University, selama ini bertindak sebagai pengawal 
reformasi ekonomi di Turki yang didukung Dana Moneter Internasional 
(IMF). Satu tokoh yang tidak terlihat masuk ke dalam kabinet adalah 
Bulent Arinc, mantan Ketua Parlemen yang dikenal sangat religius dan 
kurang dapat berkompromi. Arinc, yang bersama-sama Erdogan 
mendirikan AKP pada 2001, menyulut kemarahan kubu sekularis awal 
tahun ini setelah ia menyerukan digelarnya pemilu untuk memilih 
seorang presiden "yang religius". [AP/AFP/E-9] 



---------------------------------------------------------------------
-----------
Last modified: 29/8/07 

Kirim email ke