Refleksi: Mengapa tidak ada yang mencalonkan salah seorang Papua atau Dayak untuk menjadi presiden NKRI?
http://www.indomedia.com/bpost/092007/2/depan/utama11.htm PDIP Petakan Pesaing Megawati JAKARTA, BPOST - Partai Indonesia Perjuangan (PDIP) merilis 12 nama yang bakal bertarung dalam Pilpres 2009 menghadapi ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri. PESAING MEGA O Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR) O Sri Sultan Hb X (Gubernur DIY) O Suryo Paloh (Partai Golkar) O Wiranto (Partai Hanura) O Prabowo Sutiyoso (Ketua HKTI) O Sutiyoso (Gubernur DKI Jakarta) O Akbar Tandjung (mantan ketua DPR) O Jimly Ashidiqie (Ketua MK) O Soetrisno Bachir (Partai PAN) CALON WAPRES O Agung Laksono (Ketua DPR) O Hatta Radjasa (Mensesneg) O Aburizal Bakrie (Menko Kesra) O Dien Syamsuddin (Ketua PP Muhammadiyah O Sutanto (Kapolri) O Sri Mulyani (Menkeu) O Mardiyanto (Mendagri) Selain itu, partai berlambang banteng dalam lingkaran ini menyebutkan tujuh nama yang bakal maju dalam bursa pencalonan wakil presiden. PDIP pun meyakini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak akan berduet lagi. "Saya rasa, bursa calon presiden dan wakil presiden 2009 nanti akan ramai. Banyak pilihan bagi rakyat untuk memilih pemimpin dimasa yang akan datang," tegas Ketua FPDIP, Tjahjo Kumolo di Jakarta, Jumat (31/8). Dikatakan mantan ketua KNPI ini, kepastian maju tidaknya Megawati dalam Pilpres 2009 akan disampaikan dalam Rakernas PDIP, 8-9 September mendatang. "Kemungkinan Megawati, sebagaimana keputusan partai akan ikut meramaikan bursa calon presiden. Kalau dikatakan Mega tidak layak lagi mencalonkan lagi, itu hanya kata pengamat," katanya. Tjahjo juga mengatakan perjalanan Yudhoyono bila ingin maju lagi menjadi presiden, tidak akan semudah Pilpres 2004. "Semua akan tergantung, kinerja dan kebijakan Yudhoyono dapat memuaskan rakyat dalam dua tahun sisa kepemimpinannya," katanya. Mantan Direktur Blora Center, Jusuf Rizal yang dulu ikut mengusung pasangan Yudhoyono-Kalla dalam Pilpres 2004 membenarkan penilaian itu. "Analisa kami, simpul-simpul yang kecewa karena tidak diakomodir Yudhoyono mulai pindah mendukung Sutiyoso maupun partainya Wiranto, Hanura. Termasuk jenderal-jenderal yang dulu di garda depan mendukung Yudhoyono," tegasnya. Persda Network/yat
