http://id.wikipedia.org/wiki/Zoroaster
http://id.wikipedia.org/wiki/Majusi

On 9/6/07, irwank <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> AFAIK, Tuhan 'mereka' dan kita tetaplah satu bos.. :-) AFAIK, yang beda
> adalah
> 'cara mengakuinya'..  Mungkin mirip istilah yang sering saya bilang:
> 'Klaim dan seolah-olah'..
>
> Saya ralat bukan koalisi secara fisik (tetapi secara bathin/moral) antara
> Islam dan
> Romawi.. tetapi dalam  sejarah pernah ada peperangan antara Romawi dan
> Persia..
> Awalnya Persia 'mengungguli' Romawi..  Umat Islam (di jaman itu) sempat
> khawatir
> akan hal itu..
>
> AFAIK, peristiwa perang antara Romawi dan Persia diabadikan di Alquran
> surat
> Ar Rum ayat 1-4. Gitu" kan Romawi masih menyembah Allah.. sementara Persia
>
> pengikut Zoroastrianisme .. Untuk jaman sekarang mungkin ilustrasinya
> mirip
> Amrik vs USSR kali ya..
>
> "..
> http://pemikiranislam.wordpress.com/2007/08/25/revolusi-islam-iran/
>
> Sekitar tahun 224 M seorang Persia bernama Ardhasir menggulingkan
> kekuasaan
> bangsa Parthian dan mengambil alih kerajaan. Setelah lebih dari 550 ta­hun
> di
> bawah kekuasaan bangsa asing, orang Persia kembali memerintah Persia, dan
> dinasti Sassania ini bertahan selama lebih dari 400 tahun. Dalam kurun
> wak­tu itu,
> seni budaya Iran tumbuh subur, jalan-jalan, irigasi dan bangunan
> berkembang pesat,
> akan tapi perang antara bangsa Persia dan bangsa Romawi terus berlanjut
> mewarnai
> sebagian besar masa pemerintahan rezim Sassania. Peradaban Sassania
> mencapai
> kejayaannya di pertengahan abad VI M.
>
> Persia memenangkan bebe­rapa peperangan dengan Romawi, dan menguasai
> kern­bali wilayah yang pernah menjadi bagian dari Kerajaan Archaemenia.
> Tentara Persia sebenarnya telah mengua­sai hingga perbatasan
> Konstantinopel,
> yang pada saat itu merupakan ibukota dari kerajaan Byzantium (Kerajaan
> Romawi
> Timur). Akan tetapi mereka di sana dikalahkan dan terpaksa mengundurkan
> diri
> dari sernua wilayah yang telah mereka taklukkan. 
> [6]<http://pemikiranislam.wordpress.com/2007/08/25/revolusi-islam-iran/#_ftn6>
> .."
>
> CMIIW..
>
> Wassalam,
>
> Irwan.K
>
> On 9/6/07, Nugroho Dewanto < [EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > menurut mereka sendiri tuhan mereka beda.
> > yang satu kafir atau tak selamat, menurut yang lain.
> >
> > jadi atas nama apa?
> >
> > At 01:54 PM 9/6/2007 +0700, you wrote:
> >
> > Coalition in the name of God..  Antara makhluq Allah vs 'makhluq
> > kebetulan'..
> > Mirip dengan koalisi kerajaan Romawi&Islam vs Persia?
> >
> > Wassalam,
> >
> > Irwan.K
> >
> > On 9/6/07, *Nugroho Dewanto* <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> >
> > kaum fundamentalis agama memang gencar membantah
> > teori evolusi.
> >
> > di amerika, mereka (kristen fundamentalis) dikenal sebagai
> > kaum kreasionis. mereka membuat museum "ilmiah," melobi
> > dan menganjurkan agar pelajaran evolusi dan teori darwin
> > di sekolah-sekolah diganti dengan kreasionisme, dan membuat
> > situs seperti yang dikutip dibawah ini.
> >
> > di kalangan islam, ada harun jahja yang getol
> > berteriak hal yang sama. bagi kaum ilmuwan sejati mereka
> > cuma sekadar pseudo scientist.
> >
> > tapi ada yang patut "diacungi jempol." untuk urusan ini kaum
> > fundamentalis agama yang biasanya gemar saling menaklukkan,
> > kali ini bisa begitu kompak bergandengan tangan.
> >
> >
> >
> > At 09:18 AM 9/6/2007 +0700, Budi - Production Control wrote:
> >
> >
> >
> > *Teori Evolusi tinggal Menghitung Hari*
> >
> > *T*anggal 12 Februari 2008 mendatang adalah hari bersejarah bagi
> > evolusionis di dunia. Pasalnya, itulah hari lahir sang bapak teori evolusi,
> > *Charles Darwin*. Namun di ulang tahun ke-199 Darwin itu para Darwinis
> > boleh jadi bakal geram dan cemas lantaran aib mereka bakal dibongkar
> > besar-besaran di depan khalayak ramai. Kali ini bukan melalui debat,
> > konferensi, buku atau sarana biasa, melainkan melalui tayangan perdana film
> > layar lebar Hollywood berjudul *"Expelled: No Intelligence* 
> > *Allowed"*(Dikeluarkan: Kecerdasan Dilarang).
> >
> > Film non-fiksi ini akan dibintangi tokoh terkenal *Ben Stein*, yang
> > membongkar sisi gelap para evolusionis di lembaga ilmiah dan akademis.
> > Didasarkan pada fakta sesungguhnya yang kini terjadi, film dokumenter ini
> > mengungkap para profesor yang menindas para ilmuwan kolega mereka yang
> > berani mempertanyakan keabsahan teori evolusi, teori kebetulan yang menolak
> > adanya penciptaan cerdas di alam.
> >
> > Bersitus resmi di 
> > *www.expelledthemovie.com*<http://www.expelledthemovie.com>, tayangan ini 
> > bukanlah sekedar komedi keluaran terakhir Hollywood. Ini
> > adalah film dokumenter baru berdasarkan fakta nyata di lapangan. Expelled
> > akan mengguncang siapa pun yang selama ini berpandangan bahwa semua ilmuwan
> > memiliki kebebasan dalam meyakini kebenaran berdasarkan bukti, ke mana pun
> > bukti itu mengarah.
> >
> > Sebagaimana dipaparkan situs berita terkenal *PRNewswire*, 22 Agustus
> > 2007, di balik film ini terdapat perusahaan ternama di dunia perfilman.
> > Pemasaran film keluaran Premise Media ini, misalnya, dilakukan oleh Motive
> > Entertainment, perusahaan yang melambungkan film terkenal The Passion of the
> > Christ, Polar Express dan The Chronicles of Narnia. Selain itu,
> > pendistribusiannya dilakukan oleh perusahaan Rocky Mountain Pictures, yang
> > telah mendulang banyak sukses.
> >
> > *Bau Busuk di Pekarangan Evolusionis
> > *
> > Dikisahkan, pemeran utama film Expelled, si Ben Stein, sedang dalam
> > petualangannya untuk menjawab salah satu pertanyaan terbesar yang pernah
> > diajukan: Apakah kita dirancang , diciptakan? Ataukah kemunculan dan
> > keberadaan kita sekedar hasil akhir dari kubangan lumpur purba yang
> > tersambar petir, sebagaimana dinyatakan teori evolusi?
> >
> > Selain seorang pengacara, pakar ekonomi, mantan penulis pidato presiden
> > AS, Stein yang bersitus pribadi di http://www.benstein.com juga adalah
> > seorang pengarang dan pengamat sosial. Dalam film itu, Stein kaget dengan
> > apa yang tersingkap dalam petualangannya. Ia menemukan bahwa segolongan
> > kalangan elit di lembaga-lembaga ilmiah bersikap dogmatis.
> >
> > Lebih buruk lagi, Stein menyingkap bahwa kelompok elit ini menindas
> > sederetan ilmuwan biologi, astronomi, kimia dan para filsuf. Nama baik
> > mereka dirusak, karir mereka dihancurkan hanya karena mereka berseberangan
> > dengan atau mempertanyakan teori evolusi. Lingkaran elit tersebut sama
> > sekali tidak mengizinkan kritik terhadap teori mutasi acak dan seleksi alam
> > yang menjadi tulang punggung teori evolusi Darwin.
> >
> > Sisi gelap yang disingkap dalam film ini di antaranya adalah adanya para
> > pengajar dan ilmuwan yang dilecehkan, tidak diperpanjang masa jabatannya,
> > bahkan dipecat hanya karena mereka percaya bahwa ada „perancangan" di alam.
> > Dengan kata lain mereka didzalimi lantaran sekedar mempertanyakan dan
> > menentang pemikiran bahwa makhluk hidup muncul menjadi ada sebagai hasil
> > dari peristiwa tidak sengaja, tidak diciptakan, secara kebetulan dan acak,
> > sebagaimana doktrin evolusi.
> >
> > *Korban-Korban Tirani Evolusionis
> > *
> > *Richard Sternberg*, pakar biologi dengan dua gelar Doktor termasuk yang
> > ditemui Stein dalam film itu, papar situs berita PRNewswire. Dia adalah
> > korban kebrutalan para evolusionis dogmatis ini. Ia telah meluluskan tulisan
> > ilmiah yang memaparkan bukti-bukti adanya kecerdasan di alam semesta untuk
> > diterbitkan di jurnal ilmiah. Kasus ini telah menjadi buah bibir media
> > massa. The Washington Post, misalnya, menulis di terbitannya tanggal 19
> > Agustus 2005: "Richard Sternberg dicerca para ilmuwan di [lembaga]
> > Smithsonian seputar tulisan yang mempertanyakan teori evolusi."
> >
> > Tak lama setelah penerbitan tulisan ilmiah itu, para staf dari National
> > Center for Science Education dan Smithsonian Institution, tempat Sternberg
> > bekerja, mulai melakukan tindakan pencorengan nama baik dan pelecehan agar
> > sang ilmuwan muda berbakat itu dipecat dari jabatannya. Kebrutalan terhadap
> > kebebasan ilmiah ini sedemikian parah hingga memicu penyelidikan konggres.
> >
> > Ilmuwan lain yang ditemui Stein dalam petualangannya adalah pakar
> > astrobiologi *Guillermo Gonzalez*, yang perpanjangan masa jabatannya
> > ditolak di Iowa State University meskipun catatan prestasinya sangat
> > gemilang. Alasannya, Gonzalez memaparkan adanya perancangan yang ia amati di
> > jagat raya.
> >
> > Korban penganiayaan oleh evolusionis lain adalah *Caroline Crocker*,
> > dosen cerdas mata kuliah biologi di George Mason University. Ia dipaksa
> > hengkang dari universitasnya hanya karena memperbincangkan singkat tentang
> > hal-hal bermasalah seputar teori Darwin. Alasan lainnya adalah karena sang
> > dosen memberitahu para mahasiswanya bahwa sebagian ilmuwan yakin tentang
> > adanya perancangan cerdas di alam semesta.
> >
> > Daftar para korban tirani evolusionis ini terus bertambah. Nama para
> > korban yang disebutkan di film ini adalah nyata dan kedzaliman itu
> > benar-benar telah terjadi.
> >
> > *Menampilkan Pendapat Berseberangan
> > *
> > Expelled menampilkan bukan hanya orang-orang yang memiliki pendapat
> > sepihak Film ini memunculkan pula ilmuwan evolusionis seperti pakar biologi
> > berpengaruh *PZ Myers* dan *Eugenie Scott*, ketua lembaga terkenal
> > pembela teori evolusi National Centerfor Science Education. Selain itu
> > ditampilkan pula Richard Dawkins, biologiwan ateis asal Inggris sekaligus
> > pengarang buku The God Delusion (Khayalan tentang Tuhan).
> >
> > Selama 2 tahun para pembuat film Expelled melanglang buana mewawancarai
> > banyak ilmuwan, doktor, filsuf dan para tokoh publik. Yang mereka temukan
> > sungguh mengejutkan: kebebasan berpikir, kebebasan melakukan pemeriksaan dan
> > penyelidikan ditindas di sekolah-sekolah tinggi, universitas-universitas dan
> > lembaga-lembaga ilmiah yang didanai oleh uang rakyat.
> >
> > Film ini layak untuk tidak dilewatkan, bagi siapa saja yang ingin
> > melihat sisi gelap para evolusionis dogmatis di abad modern ini.
> > Selengkapnya, saksikan informasi lebih lanjut beserta penggalan film ini di
> > situs resminya: 
> > http://www.expelledthemovie.com.[cr/hid/www.hidayatullah.com]
> >
> >


-- 
Wassalam,

Irwan.K
Jakarta, Indonesia

Kirim email ke