Gila betul, ternyata tak cuma saya yang lihat mereka obok-obok TKI di
AirAsia. Dibentak, didorong di check-in counter seperti memperlakukan
tahanan kusta... tapi memang kasihan, tiket ke Surabaya dari KL cuma
600 ribu, tapi overweight mereka bisa lebih 1 juta! 

Sudah struktural sekali kita bodoh dan dibodohi, baik dari dalam
ataupun dari luar. Dana pendidikan kita tidak bakal mencapai 20% tahun
depan, sedangkan di Penang itu kuliah kedokteran satu semester cuma 1
juta rupiah dengan asrama murah dan makan bersih 1 ringgit per
bungkus. Kalau orang Medan mau general check-up, lebih murah ongkosnya
ke sana daripada ke Jakarta apalagi Surabaya. Dana kesehatan kita
besar, tapi dana beli mobil pejabat di seluruh Indonesia lebih besar
lagi! Belum lagi semua peraturan yang ada di negeri ini kembali ke
Orba yang sentralistis... sedikit-sedikit semua harus diurus di
Jakarta. Lah, kapan dong daerah mau maju? Pembisik SBY agak linglung
juga, anggaran negara bengkak untuk bangun daerah paling berlangsung 5
tahun ini, setelah itu harus sustainable. Lebih baik invest beli motor
sekarang, daripada tiap hari (sampai tua) harus ngojek bukan? Yah... 

Kapan kita bisa terus terima perlakuan Malaysia yang menganggap kita
orang utan semuanya? Pingin rasanya saya kacak pinggang dan berkata ke
mereka "Eh, ke laut aje lu...nyanyi gak becus aje pake mangap segala"

Tapi gak ah, kita kan orang baik...
--- In [email protected], "Kaniasari" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Ditulis oleh seorang wni yang kerja di malaysia .
> namanya tidak disebutkan. Kutipan langsung dari milis
> technomedia....
> 
> ===============================================
> 
> TAK KENAL MAKA TAK BENCI
> 
> Biasanya, saya sering denger kata-kata, tak kenal maka
> tak sayang, karena sesuatu yang layak untuk disayang
> kadang-kadang tidak tereksplore karena tak dikenal.
> Begitu juga sebaliknya, menurut saya, kadang-kadang
> sesuatu yang patut dibenci tidak dibenci karena tidak
> dikenali. Maksudnya adalah, kalo nggak cukup kenal
> maka pasti nggak benci deh. Begini ceritanya...
> 
> 11Juli 2006, pertama kali saya datang ke Malaysia .
> Begitu terpukau dengan infrastruktur yang megah, dari
> mulai airport KLIAnya saja sudah WAW.., shuttle train
> yang menghubungkan antar terminal, begitu spektakuler,
> jauh dari bayangan saya, kok Malaysia bisa ya??Timbul
> rasa sedih mengapa Indonesia tidak bisa seperti
> Malaysia . Saya bangga dengan negara tetangga.


Kirim email ke