Mestinya saya setuju dengan apa yang dikemukakan kawan
di bawah ini. Cuma saya yakin sepenuhnya bahwa dia ini
belum pernah ke Malaysia. Tidak menyaksikan sendiri
bagaimana putra-putri bangsa kita berjoeang mengais
sesoeap nasi dengan bekerja sebagai koeli-koeli dan
setia memakan apa saja yang lebih baik tang ada di
Malaja sana, yang  angkanya nyaris mendekati juta
orang. Putra-putri bangsa kita itu yang menjadi
pentjutji kakoes, pe er te, dan mungkin pe es ka.....
 


--- takha waludi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> kalo dulu pas masih kuliah konotasi malaysia itu
> emang sudah jelek..meski mungkin gak sampai negatif
> seperti anggapan mereka tentang indon. contohnya
> kalo ada teman yang berambut panjang pasti yang lain
> ngoloknya 'gondrong malaysia"..atau kalo dengar lagu
> yang mendayu2  layaknya  suci dalam debu ato gerimis
> mengundang pasti lansung kepikiran.."duhh..malaysia
> banget.."   
> jadi sebenarnya apa pun yang berbau malaysia itu,
> sadar atau tidak, terlanjur kita citrakan sebagai
> suatu hal yang sudah ketinggalan jaman, kampungan,
> dan gak kreatif....
> 
> so...lets ganyang malaysia..yang trully katrok
> itu...
> 
> 



      
____________________________________________________________________________________
Luggage? GPS? Comic books? 
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz

Kirim email ke