Sent: Thursday, September 06, 2007 6:53 PM
Subject: [ruangbaca] 9/11:KEGAGALAN AMERIKA MELINDUNGI WARGANYA


9/11

KEGAGALAN AMERIKA MELINDUNGI WARGANYA

Judul Asli : A Graphic Adaptation (2006)

Genre : Novel Grafis , Literal Illustration.

Penerbit : Pustaka Primatama

ISBN : 9-793-93016-0, 978-9-793-93016-9

Penerjemah : Andrea K Iskandar

Penyelia : Pandu Ganesa

Survei yang dilakukan pada tahun 2002 menunjukkan bahwa di antara negara 
negara yang dianggap sebagai sahabat bangsa Amerika, seperti : Mesir dan 
Arab Saudi, hanya 15% dan 12% saja rakyat yang menyukai Amerika Serikat. 
Pada tahun 2003, pandangan negatif terhadap Amerika Serikat di antara orang 
orang muslim telah menyebar melampui Timur Tengah. Sikap suka [atau 
mendukung] telah merosot dari 61% ke 15% saja diantara rakyat Indonesia, dan 
dari 71% ke 38% di kalangan orang orang muslim Nigeria.

Itulah sekelumit paragraf hasil survey yang dilakukan oleh Komisi Penyelidik 
Peristiwa September Sebelas dari Amerika Serikat, yang dibentuk oleh 
pemerintah Amerika sebagai badan independen dengan tugas melakukan analisis 
dan audit terhadap peristiwa "September Sebelas" yang tercatat dalam sejarah 
hitam bangsa Amerika dan berperan penting dalam perubahan wajah Amerika 
Serikat kini.

Rekomendasi, analisis, hasil penyelidikan, audit dan kesimpulan dari Komisi 
September Sebelas tersebut telah diterbitkan dalam bentuk sebuah buku 
berjudul : "9/11 COMMISSION REPORT" dengan tebal sekitar 600 halaman [dari 
sekitar 2.5 juta halaman hasil penyelidikan] yang memuat detil peristiwa 
September Sebelas sejak mula perencanaan penyerangan dari para teroris, 
sedikit sejarah kelompok Osama bin Laden sejak awal perjuangannya di 
Afghanistan, detil serangan, peristiwa paska September Sebelas dan lain 
lain. Tentu saja yang menarik bagi bangsa Amerika adalah untuk mengetahui 
apa yang salah pada sistem pertahanan dan keamanan negara mereka sehingga 
penyerangan seperti itu bisa tidak terdeteksi sejak dini. Kesimpulan dari 
komisi inilah yang mereka ingin ketahui.

Tapi konon terlalu sulit untuk membaca buku laporan tersebut, terlalu banyak 
nama berbeda yang disebut sebut, terlalu banyak nama tempat ditulis, tanggal 
untuk diingat, kemudian nomer nomer dan hal hal detil lain yang sangat 
penting sehingga membuat bingung para khalayak pembaca. Atas dasar itulah 
kemudian dua artis senior dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di dunia 
perkomikan Amerika , yaitu : Sid Jacobson dan Ernie Colon mengadaptasi 
laporan Komisi September Sebelas itu ke dalam bentuk grafis , dengan 
memadatkan 600 halaman laporan menjadi 134 halaman bergambar.

Sama seperti di Indonesia, di Amerika juga publik awam secara luas tidak 
pernah menganggap komik sebagai satu bacaan serius; komik adalah bacaan 
untuk anak anak; sampai kemudian tersadar bahwa komik dapat berperan sebagai 
satu media penyederhana satu hal serius dengan kemampuan diakses yang lintas 
usia.

Seperti yang sudah kita ketahui, membaca novel grafis tidak sama dengan 
membaca buku text. Walau dalam hati membaca, tapi mata harus digunakan untuk 
menelusur panel gambar dan memerhatikan apa yang terjadi dalam panel gambar 
tersebut. Tentu saja ada beberapa kalimat yang harus di edit atau ditambahi 
dengan bantuan imajinasi. Misal saja, tidak ditulis dalam versi buku asli 
mengenai percakapan antara penumpang atau percakapan [tanya jawab] di antara 
mereka ketika pesawat sedang dibajak, tapi karena ini adalah bentuk komik , 
maka bisa kita temukan berbagai kalimat tanya jawab dalam bentuk balon 
percakapan di antara semua karakter yang terlibat dalam semua panel. Balon 
percakapan sebagai ciri khas komik, ternyata masih dirasa perlu untuk tetap 
dihadirkan oleh duet Jacobson dan Ernie ini.

Bentuk grafis ini juga mempunyai keunggulan penting dibandingkan membaca 
text. Ketika para pembaca buku text kesulitan untuk menggambarkan bagaimana 
dan apa yang terjadi pada pesawat- pesawat itu dalam ruang waktu paralel, 
Jacobson dan Ernie dengan mudah bisa mempergunakan "sequences panel" di 
halaman yang sama dengan teknik tutur grafis untuk menggambarkan keadaan di 
masing masing pesawat pada saat dan waktu yang bersamaan secara paralel. Hal 
yang sangat membantu para pembaca untuk memahami secara detil, apa yang 
sebenarnya terjadi pada masing masing pesawat pesawat itu, mengingat pesawat 
pesawat itu mulai dibajak dalam waktu yang hampir bersamaan [hitungan 
menit]. Inilah salah satu keunggulan grafis yang dieksploitasi secara 
sempurna oleh Jacobson dan Ernie.

Jacobson dan Ernie mempergunakan secara maksimal lembar halaman komik yang 
lebih besar secara horisontal, dengan pewarnaan dan penunjuk waktu yang 
melekat pada tiap panel, untuk menggambarkan secara persis apa yang terjadi 
tiap menit di dalam pesawat tersebut hingga saat tabrakan. Di lain panel, 
dengan penunjuk jam yang sama, Jacobson juga menggambar dalam panel yang 
lain mengenai aktivitas para pejabat yang berwenang dan apa yang sedang 
dilakukan oleh orang orang di daratan, terutama para pekerja di sekitar 
World Trade Centre disekitar periode waktu yang sama dengan apa yang terjadi 
di angkasa. Bahkan dalam penunjuk waktu yang sama, kedua artis itu bisa 
menceritakan apa yang sedang dilakukan oleh Osama dan para pengikutnya di 
belahan dunia lain di menit menit sebelum tabrakan mengerikan tersebut 
terjadi. Inilah keunggulan grafis.

Memang untuk lebih detil , lebih baik membaca saja versi buku asli laporan 
Komisi September Sebelas itu, walau laporan serius itu diadaptasi dalam 
bentuk media "anak-anak", para anggota Komisi Sebelas September nyatanya 
mendukung sekali apa yang dilakukan oleh Jacobson dan Ernie. Mungkin tidak 
tepat menggunakan istilah novel grafis, karena ini bukanlah sebuah novel, 
juga sangat ngawur menganggap buku ini sebagai komik [karena komik 
konotasinya adalah lucu - dan tidak ada yang lucu di dalam buku ini] , akan 
lebih tepat apabila disebut dengan istilah baru "Literal Illustration". 
Sebuah Literal Illustration yang baik, sangat bertanggung jawab, dibuat demi 
kemaslahatan, agar warga Amerika [khususnya] bisa mengetahui berbagai 
ketidakefisienan administrasi pemerintahan mereka [khususnya bidang 
pertahanan dan keamanan], lemahnya wewenang para pengambil keputusan, sikap 
dan sifat asal atasan senang, serta kelambanan para pengambil keputusan 
mengambil aksi dan bereaksi ketika peristiwa tabrakan itu terjadi.

Tapi yang lebih penting lagi adalah bahwa semua warga Amerika dapat kemudian 
membaca versi "mudah" dari laporan Komisi September Sebelas, agar mereka 
dapat membaca semua rekomendasi dan kesimpulan komisi ini , semata mata 
supaya peristiwa mengerikan itu tidak akan pernah terjadi lagi.

Sadar akan ketidak mampuan sebagian besar rakyat Amerika untuk membaca 
laporan hasil kerja Komisi September Sebelas ini, juga sadar bahwa versi 
buku hasil laporan itu sangat rumit dan mungkin sulit dibaca, maka dengan 
versi grafis, diharapkan agar lebih banyak lagi masyarakat Amerika [dan 
dunia] yang terjangkau untuk memahami semua peristiwa dan latar belakang 
kejadian September Sebelas, karena urusan terorisme adalah nyata urusan 
dunia.

Jacobson dan Ernie adalah tokoh komik senior di Amerika, terutama Jacobson 
adalah orang yang berada di belakang kesuksesan Harvey Comics yang juga 
sering menerbitkan komik komik non mainstream. Sadar akan pilihannya 
mengadaptasi sebuah buku non fiksi, mereka berdua memilih untuk menggambar 
dengan pilihan gaya clear line yang dibuat realistis secara maksimal. 
Sebagai konsekuensi maka para karakter yang terlibat dalam buku ini harus 
digambar mirip dengan aslinya. Kesulitannya adalah banyak karakter karakter 
yang masih hidup, dan mereka harus menggambar mereka itu sesuai aslinya demi 
untuk menunjang efek realistis grafis mereka [ dalam salah satu wawancara, 
mereka mengaku bahwa Dick Cheney adalah salah satu karakter yang sulit 
digambar ]. Dalam hal ini, adaptasi grafis terhadap para karakter terkenal 
yang masih hidup boleh dibilang sangat baik. George Bush digambar dengan 
sangat baik dengan garis tarikan muka yang juga baik. Juga beberapa tokoh 
terkenal lainnya. Secara umum, memang tidak ada yang istimewa dari kualitas 
gambar mereka, mereka menggambar layaknya tipikal komik Eropa dan Amerika.

Buku ini digambar dengan pewarnaan cerah, menambah asyik pembacaan. Membaca 
halaman per halaman buku ini, tidak berbeda ketika kita sedang membaca 
sebuah komik ringan dengan para superhero beterbangan, atau para jagoan 
silat berloncatan.

[Sekilas seperti pengalaman tempo dulu membaca komik spionase petualangan 
Danny dan Katia terbitan Indira, khususnya ketika para teroris sedang 
berkeliaran melakukan aksi]

Halaman per halaman di gambar secara sederhana dengan text yang tidak begitu 
dominan, semua mengalir tanpa disadari bahwa sesungguhnya yang sedang kita 
baca ini adalah sebuah laporan maha penting dari sebuah komisi yang 
bertanggung jawab terhadap penyelidikan sebuah peristiwa kejahatan paling 
dahsyat di dataran Amerika sepanjang sejarahnya.

Bermula ketika Ernie -seperti halnya masyarakat Amerika lainnya- yang ingin 
membaca laporan hasil penyelidikan Komisi September Sebelas, merasa 
kesulitan dan bingung dengan ratusan detil, nama dan hal hal lainnya, maka 
terciptalah buku ini. Dalam sebuah sidang diskusi komik baru baru ini, 
seorang artis / illustrator Indonesia mengeluh mengenai kesulitan para 
illustrator dalam melakukan kompromi dengan para penulis cerita ketika 
naskah mereka akan diadaptasi menjadi komik. Para illustrator itu mengeluh 
mengenai naskah yang ngotot untuk tetap diterjemahkan dalam bahasa grafis 
walau pun dirasa tidak mungkin. Dalam hal ini, terbukti para illustrator itu 
salah. Jacobson dan Ernie dalam buku ini membuktikan bahwa sebuah naskah 
sulit [ nonfiksi lagi ! ] dengan tema yang rumit selalu mempunyai 
kemungkinan untuk divisualkan secara grafis. Bahkan mereka menunjukkan 
selalu ada sesuatu yang akan tidak mampu disampaikan oleh text [ text 
mempunyai keterbatasan ] dan apa yang sanggup dilakukan oleh bahasa visual. 
Buku ini adalah pengejewantahan yang baik teknik bercerita yang dimaksud 
oleh tokoh komik Amerika Will Eisner dalam bukunya "Visual Story Telling 
Sequences".

Bagi mereka yang ingin mengetahui secara detil tentang versi resmi peristiwa 
11 September [pra dan pasca] versi pemerintah Amerika, tapi tidak ingin 
menghabiskan waktu membaca ribuan halaman text, maka buku ini adalah pilihan 
terbaik.

Rieza Fitramuliawan

pembaca dan pengumpul komik

[bahan dari berbagai sumber di internet]



 

Kirim email ke