www.bantenlink.com
edisi : 11 september 2007

  Sekolah Yang  Diresmikan Presiden Itu Ambruk
  Tangerang — Satu tahun berlalu sejak Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono 
meresmikan paket mega proyek pembangunan 221 sekolah di  Kota Tangerang pada 3 
Januari 2006 lalu. Dan, sejak itu pula di benak masyarakat  seolah terpatri asa 
akan adanya perubahan signifikan pada sektor pendidikan di  Kota Tangerang.
   Oleh : Ibrohim
   Namun, sejak musibah ambruknya plafon  ruang kelas V, SDN Karawaci III di 
Jalan Sa`amah, Kampung Baru, Kecamatan  Karawaci, pada Kamis (5/9) pagi, 
kepercayaan banyak kalangan atas kehebatan dan  keberhasilan mega proyek 221 
sekolah itu pun menjadi “terkoyak”.
 Kini mega proyek yang menelan biaya Rp 221  miliar dari kas APBD Kota 
Tangerang Tahun 2005/2006 itu justru berbalik mendapat  sorotan negatif dari 
berbagai kalangan. Terlebih insiden ambruknya plafon SDN  Karawaci III itu juga 
mengakibatkan sebanyak 16 siswa terluka. 
 “Dulunya memang saya sempat yakin kalau  keberadaan gedung sekolah baru itu 
nantinya dapat membuat anak saya aman dan  nyaman saat mengikuti pelajaran. 
Tapi, setelah kejadian kemarin, perasaan saya  justru berubah menjadi ragu dan 
was-was dengan keselamatan anak saya,” ujar Ny  Fatimah, salah satu orang tua 
siswa yang tinggal tak jauh dari SDN Karawaci  III.
 Demi menjaga keselamatan siswa-siswi ke  depan, Fatimah berharap Wali Kota 
Tangerang H Wahidin Halim dapat bersikap tegas  dan menindak kontraktor yang 
sebelumnya mengerjakan pembangunan sekolah itu.  “Ambruknya plafon di ruang 
kelas V SDN Karawaci III itu membuktikan ada sesuatu  yang salah dalam proses 
pembangunannya,” ujar Fatimah.
 Keluhan bernada penyesalan juga  dilontarkan Ayip Amir, Ketua Komite Sekolah 
SDN Karawaci III. Selain mengaku  kecewa, wali para siswa itu pun meminta 
Pemkot Tangerang segera melakukan  pengecekan ulang terhadap 220 sekolah 
lainnya. “Mencegah tentunya akan lebih  baik daripada mengobati. Untuk itu, 
kami sangat berharap adanya tindak  pengecekan ulang terhadap ratusan sekolah 
lain, khususnya yang masuk dalam paket  221 sekolah,” ujar Amir.
 Seperti diketahui, sedikitnya terdapat 16  siswa yang kini menderita luka 
ringan akibat peristiwa itu. Mereka adalah Aldora  Putri, Eli, Galuh, Rahmi, 
Inas, Tomy, Hendriawan, Bagus, Firda, Rizky, Mufida,  Ranti, Inge, dan Yasmin 
Noor. Sedangkan seorang siswi lainnya, Yuliana bahkan  sempat dilarikan ke 
rumah sakit akibat menderita luka pada bagian mulut dan gigi  rontok.
  
 Bom Waktu
 Peristiwa ambruknya plafon kelas V SDN  Karawaci III pada Kamis (6/9) lalu 
bisa dianggap sebagai salah satu bukti bahwa  keselamatan pelajar di Kota 
Tangerang saat ini sedang terancam. Karena tidak ada  yang bisa menjamin bahwa 
peristiwa serupa tidak akan terulang di kemudian  hari.
 “Kami minta Pemkot tidak diam terkait  peristiwa ini. Segera bentuk tim guna 
memeriksa kondisi ratusan bangunan sekolah  lainnya. Karena posisi para siswa 
saat ini ibarat sedang berada di tengah ‘bom  waktu’ yang sewaktu-waktu dapat 
meledak,” ujar Herry Rumawatin, Wakil Ketua DPRD  Kota Tangerang. 
 Bila terbukti peristiwa itu terjadi akibat  kesalahan kontraktor, lanjut 
Herry, sewajarnya bila kemudian Wali Kota  mem-blacklist kontraktor nakal 
dimaksud. “Sesuai prosedur saja. Bila memang  terbukti pihak kontraktor yang 
salah, sewajarnyalah diberi sanksi,”  katanya.
 Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Tata  Kota, Roestiwi mengatakan pihaknya 
segera melakukan perbaikan terhadap plafon  ruang kelas yang rusak. Sedangkan 
terkait sanksi yang akan dijatuhkan, Roestiwi  menyatakan terlebih dahulu akan 
melihat kembali perjanjian kontrak kerja antara  Pemda Kota Tangerang dengan 
pihak kontraktor, yaitu PT Artha Niaga. 
 “Saya harus lihat dulu isi kontraknya,  karena saya sudah tidak ingat lagi," 
ujarnya seraya menegaskan bahwa pihaknya  tidak akan ragu memberikan sanksi 
keras terhadap kontraktor bila memang terbukti  bersalah. 
 Kapolsek Karawaci  AKP Hermino terkesan sangat tertutup atas kasus ambruknya 
SDN Karawaci III itu.  “Selain memintai keterangan sejumlah saksi korban, kami 
juga sudah memintai  keterangan saksi lain yang melihat kejadian. Namun, belum 
ada tersangka dalam  kasus ini,” tambahnya. (nr)


        
       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke