Bloknota A.Kohar Ibrahim: Yangtsekiang's Memory Seperti Puisi Yang Hadir
Mengalir
http://16j42.multiply/journal/
Yangtsekiangs Memory
Seperti Puisi Yang Hadir Mengalir
Oleh A. Kohar Ibrahim
SIAPA sangka sarana sederhana namun ditunjang teknologi canggih seperti
rangkaian matarantai situs Multiply dan yang semacamnya lagi, bisa memberikan
bukti sebagai suatu pertanda kardinal ? Seperti banyaknya penyimak atau
peng-klik, bahkan tumbuhnya peminat sekaligus daya apresiasi seni.
Iya. Benar ragam macam situs atau blog telah menjadi sarana tak ubahnya
sarana pers atau media massa di alam revolusi komunikasi dan teknologi yang
semakin lama semakin canggih, semakin tinggi. Baik dalam kwantitas dan kwalitas
teknis maupun isi yang tersajikannya. Dari segala keanekaragaman mana, tumbuh
berkembang apa yang kemudian mendapat sebutan Citizen Journalism. Dalam mana,
di samping massa penulis atau penyaji yang amat luas, juga cukup banyak para
pengisi-menjajinya yang berposisi sebagai pemuda-pemudi, mahasiswa-mahasiswi,
intelektual, budayawan bahkan para pakar dari berbagai bidang kehidupan. Para
peminat atau pembacanya pun demikian adanya pun keaneka ragaman domisilinya
dari lima benua.
Sebagai argumentasi dari yang saya utarakan tersebut di atas, tak usahlah
disebutkan sajian tulisan maupun foto serta nyanyian yang memang paling banyak
peminatnya seperti seni masak-masakan dan seni musik, namun sajian yang
berkarakter agamis dan sajian kesenian seperti puisi dan seni rupa juga layak
menjadi pengisi bloknota yang signifikan. Seperti terbukti, di Situs Schvoong,
misalnya sajian catatan ringkas (catkas) mengenai kreasi puisi cukup
mendapatkan sambutan para pembaca. Seperti yang berjudul « Kemerdekaan Puisi
Kemerdekaan » mendapat kunjungan 477. Disusul oleh rekor dari penyair macam HR
Bandaharo, 272 pengunjung. Chairil Anwar, 800 pengunjung. WS Rendra, 716
pengunjung dan Wiji Thukul, 747 pengunjung. Dan rekor itu diperoleh dari
sajian karya puisi yang dipajang hanya dalam waktu kurang-lebih sebulan saja !
Jikalau pengguna ragam macam situs atau bloger hanyalah untuk mengekspresikan
diri, menyimpan sekaligus memasang-pajang sajian demi berbagi dengan rekan atau
para pembaca umum namun terbatas, bukankah rekor tersebut sudah merupakan suatu
prestasi yang layak mengisi bloknota masing-masing ? Selaras ungkapan sang
penyair, bahwa yang penting : hadir mengalir.
IYA. Yang penting hadir mengalir. Tak peduli apakah seperti kalenan, anak
kali ataukah kali besar seperti Kali Berantas dan Bengawan Solo bahkan seperti
Yangtsekiang adanya.
Iya, memang seperti contoh lainnya yang selayaknya masuk dalam halaman
bloknota berkenaan dengan karya seni rupa yang terpasang-pajang di ABE-Kreasi
Multiply Site atau Painting.Multiply.com berjudul Yangtsekiangs Memory
Tinta Cina on paper. Tiga serangkai lukisan dengan media tinta cina di atas
kertas cat-air ini mendapat perhatian lumayan juga dari para penyimaknya. Yang
ragam macam, dari yang nampaknya sebagai orang biasa namun punya perhatian
sampai pada yang tergolong intelektual, penyair dan esais. Teriring komentar
ringkasnya masing-masing, dari pertanyaan lugu sampai komen yang kritis lagi
analitis.
Serangkuman reaksi bervariasi atas karya lukis yang memang bukan menggunakan
gaya-cara realistis melainkan abstraksi dari memory menelusuri Yangtesekiang
itu saya tanggapi selayaknya. Antara lain, bahwa, suatu karya dalam hal ini
senirupa sebenarnya lebih cenderung mengundang gugahan perasaan, menimbulkan
tandatanya, untuk diapresiasi oleh tiap penatapnya, bukan penyajian berupa
jawaban apa lagi sebagai resep siap jadi. Jangankan yang non pelukis atau
yang awam, para pelukis sendiri pun bisa saja malah seringkali
menginterpretasikan maupun mengekspresikan sesuatu hal yang sama namun
berbeda-beda hasil kreasinya.
Terima kasih Bung Abe, ujar salah seorang dari rekan Multiply BA16 yang
saya kenal sejak lama sebagai kutu buku, penyair dan esais asal Borneo yang
bermukim di States. Dari 3 memory kami di kanpas ini, aku melihat hantu
indera ketidaktahuan(ku) sendiri, rasanya seperti merasuk ke alam mimpi. Dan
hantu kan tidak selalu negatif; ia hanya menjadi hantu-negatif dari reaksi si
penerima yang pengalamannya sengaja atau bukan-sengaja ditutup-mati
(kunci-abis) yang menggelik adalah mengikuti alur garis yang berkelir-kelir,
hampir keriting tetapi bisa melegak tebal-kelam, mengabu-abu seperti sosok
awan-gemawan; yang pertama bermata itu, seperti legenda mata-satu hariku
telah-sudah menengok pun melihat jejaklangkah(ku), ia matariku juga
matabathinku. Bisa langitku pun cerminanku
Benar memang benarlah se-ada-nya, apa ada-nya begitu. Karya berkarya itu
dalam rangka untuk hadir mengalir, menemukan pembaca atau peminat-lihat-nya
yang bervariasi, pun bisa menggugah variasi emosi juga. Selaras daya
apresiasinya masing-masing. *** (Akibr)
Catatan: Ilustrasi lukisan Abe alias Kohar Yangtsekiangs Memory (I), tinta
cina di atas kertas catair, 1980.
com/journal/
---------------------------------
Ne gardez plus qu'une seule adresse mail ! Copiez vos mails vers Yahoo! Mail