Sikapi Liberalisasi Perdagangan,
Bangun Jaringan UKM Se-Asia Pasifik
06/09/2007 10:44
Kementerian Negara Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) berencana
membangun networking usaha kecil menengah (UKM) di Asia Pasifik. Hal ini
dimaksudkan sebagai langkah penyatuan gerakan UKM guna menyikapi liberalisasi
perdagangan. Demikian dikemukakan Sekretaris Kementerian UKMK, Guritno Kusumo
kepada wartawan usai pembukaan Pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik
kelompok kerja Usaha Kecil Menengah di Kuta, Selasa (28/8).
Hampir setiap usaha kecil menengah (UKM) di kawasan Asia Pasifik menghadapi
persoalan yang sama, dengan networking itu nantinya permasalahan tadi dapat
diatasi, ujar Guritno Kusumo. Ia berharap pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia
Pasifik (APEC) kelompok kerja UKM yang berlangsung tiga hari ini mampu
menelorkan gagasan itu. Dikatakannya, adanya networking UKM Asia Pasifik
nantinya mampu memberdayakan para UKM di negara anggota, yang jumlahnya lebih
banyak dari konglomerat. Di Indonesia sendiri, lanjut dia, jumlah UKM mencapai
44,6 juta UKM atau 99,9 persen dari total pengusaha.
Jika UKM di negara anggota APEC menjadi besar, kata dia, kontribusinya terhadap
Produk Domestik Bruto (PDB) sebuah negara akan besar pula. Sumbangan UKM
terhadap PDB di Indonesia saat ini saja mencapai 54 persen, dan sisanya oleh
konglomerat yang jumlahnya tidak lebih dari 200 pengusaha besar, sambungnya.
Lebih jauh dikatakan Guritno Kusumo, UKM di negara anggota APEC umumnya
menghadapi kendala permodalan, manajemen, pemasaran dan kualitas sumber daya
manusia (SDM). Kendala itu, kata dia tak terkecuali dihadapi oleh UKM anggota
APEC yang tergolong maju.
Dia mengakui, pemerintah Indonesia sudah banyak membantu pengembangan UKM agar
lebih maju, tidak saja modal dan pemasaran namun juga dalam upaya peningkatan
kualitas SDM maupun manajerial. Namun hasilnya sama-sama kita tahu, bahwa UKM
kita masih belum bisa berkembang pesat, kilahnya. Atas dasar inilah, lanjut
Guritno, pihaknya perlu menjalin kerjasama (nerworking) dengan UKM negara APEC
lainnya.
Terkait dengan bantuan modal dari pemerintah kepada UKM, Guritno mengatakan
informasi didapat dari Bank Indonesia, kalangan perbankan di Indonesia sudah
mengalokasikan dana senilai Rp 452 triliun kepada UKM. Meski alokasi itu tidak
cukup besar dibanding jumlah UKM kita, namun ia berharap hendaknya bantuan itu
benar-benar dimanfaatkan untuk memajukan usaha UKM itu sendiri . (lomen/Bali)
www.asiabersama.com/kerabat45
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.