Lah kalo sejak awal sudah ada nama partai (yang melekat), KPU bakal netral? Hamid Awaluddin yang awalnya akademisi saja (akhirnya) 'condong'.. Begitu juga Anas yang merapat ke partai (yang sama dengan 7 nama di bawah).. dengan keputusannya: menganulir kertas suara yang rusak.. mengurangi suara yang hilang.. dan menambah suara bagi capres..
Jangan" pemilu 2009 nanti cuma jadi dagelan doank.. :-| Wassalam, Irwan.K MOD: Kenapa musti pakai inisial? Seperti pelaku kriminal saja.. On 9/13/07, leo leono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > http://www.berpolitik.com/news.pl?n_id=7712&c_id=21&g_id=402 > > Kamis, Sep 13, 2007 10 <javascript:void(0)>:33 > 21 Nama Calon Anggota KPU > Ini Dia 7 "Calon Jadi" Anggota KPU > - berpolitik.com > > > *( berpolitik.com)* Pansel Calon Anggota KPU telah merampungkan > tugasnya. Sebagian besar "calon jadi" yang pernah diungkap > berpolitik.comtermasuk di antara 21 nama yang sudah diserahkan ke DPR itu. > > Agustus silam, berpolitik telah melansir sejumlah nama yang > digadang-gadang bakal menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum. Ketika itu, > berpolitik.com hanya menyebut inisialnya saja. Ada dua versi nama. Yang > pertama, AHA, HR, SHS, ENN, TW, ZFD dan EG. Tapi versi yang lain mengimbuhi > dengan tiga nama lain, AHR, SHU dan MJ (baca tulisannya:di > sini<http://www.berpolitik.com/news.pl?t=1&n_id=7213&c_id=21&g_id=402>, > sedangkan untuk kontroversi penyeleksian bisa baca: di > sini<http://www.berpolitik.com/news.pl?n_id=6678&c_id=21&g_id=402>dan di > sini <http://www.berpolitik.com/news.pl?t=1&n_id=6726&c_id=21&g_id=402>). > > Dari 7 nama itu pertama, hanya SHS dan ENN yang meleset. Sedangkan dari 3 > nama berikutnya hanya MJ yang tepat. Sebelum lebih jauh, tak elok kalau > insial-inisial ini tak dibikin jelas.Ketujuh nama itu adalah: > > > 1. AHA adalah Prof Abdul Hafiz Anshary, AZ, MA (Guru Besar di IAIN > Antasari dan mantan Ketua KPU Kalimantan Selatan) > 2. HR adalah Hamdan Rasyid(anggota KPU Jakarta dan sehari-hari > dikenal sebagai pendakwah) > 3. SHS adalah Saut Hamonangan Sirait (mantan anggota Panwaslu dan > juga pendeta), > 4. ZFD adalah Zulfadli (Ketua KPUD Depok), > 5. EG adalah Elvyani NH Gaffar (anggota KPU Kaltim), > 6. MJ adalah M.Jafar(Komisi Independen Pemilu Aceh), > 7. TW adalah Theofilus Waimuri (mantan Dubes RI di Namibia dan juga > pernah terdaftar sebagai calon legislatif dari Partai Demokrat untuk daerah > pemilihan Papua). > > > Meski begitu, 7 nama ini dikabarkan belum benar-benar aman. Pasalnya, ada > beberapa nama yang diperkirakan bisa menggeser mereka. Salah satu calon kuat > yang bisa menggeser 7 nama itu adalah Andi Nurpati, Ketua Komisi > Perlindungan Anak Indonesia Lampung. > > Dia dikabarkan dijagokan sebagai representasi Sulawesi Selatan, tempat > asalnya Wapres Jusuf Kalla. Meski berstatus penduduk Lampung, Andi adalah > putri Belawa Wajo yang juga pengurus KKSS Lampung. > > "Andi pasti bakal disorongkan untuk mengobati luka. Bayangkan, Sulsel > 'mengirim' 11 nama calon anggota. Tak satupun yang lolos putaran 2 alias 45 > besar. Untungnya ada Andi," begitu ujar seorang pengamat politik sebari > terkekeh-kekeh kepada berpolitik.com. Keberadaan Andi juga diperlukan > untuk menggenapi kebutuhan politik afirmasi bahwa sekurang-kurangnya 30% > anggota KPU adalah perempuan. > > Pertanyaannya, tentu saja, siapa yang bakal tergusur? Menurut sumber > berpolitik, ada dua nama yang bakal dijadikan sasaran: Saut atau Theofilus. > Tapi besar kemungkinan, Saut yang tersungkur. Pasalnya, Theofilus bisa > dianggap merepresentasi kelompok non-Islam juga. Dan, yang lebih penting, ia > merupakan representasi Indonesia Timur sebagaimana Daan Damara pada periode > sebelumnya.(*) > > Berikut Daftar 21 Nama Calon KPU > > > > 1. Prof Abdul Hafiz Anshary, AZ, MA (Guru Besar IAIN Antasari dan > mantan Ketua KPU Kalimantan Selatan) > 2. Hamdan Rasyid(anggota KPU Jakarta dan sehari-hari dikenal sebagai > pendakwah) > 3. Saut Hamonangan Sirait (mantan anggota Panwaslu dan juga > pendeta), > 4. Zulfadli (Ketua KPUD Depok), > 5. Elvyani NH Gaffar (anggota KPU Kaltim), > 6. M.Jafar(Komisi Independen Pemilu Aceh), > 7. Theofilus Waimuri (mantan Dubes RI di Namibia dan juga pernah > terdaftar sebagai calon legislatif dari Partai Demokrat untuk daerah > pemilihan Papua). > 8. Abdul Aziz (Litbang Depag Bekasi) > 9. Achmad Herry (anggota KPU Bekasi), > 10. Andi Nurpati (Bandar Lampung) > 11. Dyah Arum Muninggar (Konsultan Hukum Legenda Wisata, Bogor) > 12. Endang Sulastri (Tim Pokja Kementerian Pemberdayaan Perempuan), > , > 13. I Gusti Putu Artha (KPUD Bali). > 14. Laurel Heydir (Staf ahli DPD) > 15. Mossadeq Bahri (Dosen UI), > 16. Nasruddin Harahap (Guru Besar IAIN Sunan Kalijaga), > 17. Ridwan Max Sijabat (wartawan), > 18. Roba`i Hamid (wartawan), > 19. Toemin A Masoem (Guru Besar UI), > 20. Sri Nuryanti (Peneliti LIPI) > 21. Syamsul Bahri (Guru Besar Unibraw Malang) > >
