Candi Borobudur sampai sekarang masih berdiri dengan megah. Pernah dilakukan restorasi di tahun 60an karena kerusakan akibat gempa dan salah perlakuan oleh perorangan. Masa kerusakan itu adalah lama sebelum munculnya issue issue syariah sekarang ini. Jadi kalau memang syariah adalah perusak maka terjadinya kerusakan seharusnya adalah saat saat ini. Saya bukan pembela atau pun pengikut syariah, tetapi hanya ingin meluruskan pendapat saja. Perlu diingat, menuduh orang salah secara salah pun juga ikut salah.
Saat ini candi Borobudur dan sekitarnya telah dijadikan cagar budaya. Ditata dan dijaga dan merupakan lingkungan terpagar. Setiap tahun umat Buddha selalu merayakan hari raya Waisak di candi ini dengan aman dan lancar. Andaikan berfikir dari sudut ekonomi saja, untuk merubah wilayah candi Borobudur menjadi lokasi pasar swalayan atau supermarket orang perlu berfikir seribu kali, karena wilayah itu jauh dari pembeli potensial dus sangat tidak feasible. Apalagi kalau dari sudut kebudayaan, candi Borobudur adalah heritage kebanggaan bangsa Indonesia bahkan dunia yang sangat bernilai. Jadi sangat mustahil penghapusan candi itu akan terjadi. Kecuali kalau hanya issue issue murahan tanpa sumber yang valid sih boleh saja. Andaikan benar candi Borobudur terhapus dari daftar 7 keajaiban dunia, pasti bukan karena telah rusak parah. Karena faktanya tidak begitu. Kita yang sering melihat candi itu akan tertawa geli mendengar celotehan orang dari jauh yang hanya berdasar kabar burung. Makanya walau pun kita mendengar kata kata dari orang yang dianggap "pintar" atau "tahu segala", tetap harus dinalar. Jangan main telan. Yang lazim terjadi dan dikhawatirkan, bualannya pun dianggap benar. Salam, Supriyadi ----- Original Message ----- From: Hafsah Salim To: [email protected] Sent: Thursday, September 13, 2007 10:19 AM Subject: [mediacare] Lindungi candi-candi dan peninggalan masa lampau di Indonesia Dengan penegakan Syariah Islam dan mulai hadirnya Taliban, maka bakal musnahlah candi-candi. Candi adalah tempat pemujaan dewa2 yang hingga detik ini masih sebagian besar masyarakat Indonesia disekitar candi2 itu melakukan pemujaan seperti yang dilakukan nenek moyang mereka sejak dahulu kala. Masuknya agama Islam yang diimpor dari Arab merupakan ancaman fatal bagi agama domestik. Umat domestik harus mengungsi entah kemana sementara agama penjajah mengejar dan memusnahkan mereka. Agama asing ini memerangi agama domestik yang penuh kedamaian. Siapa yang harus membela kekayaan peninggalan nenek moyang bangsa ini kalo rakyatnya sendiri lebih setia kepada agama teror warisan Arab yang mengharamkan peninggalan bangsanya sendiri? Jelas, kalo bangsa sendiri rela memusnahkan peninggalan nenek moyangnya, mana mungkin bangsa lain bisa membantu untuk melestarikan peninggalan warisan nenek moyang bangsa ini? "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Refleksi: Agaknya tak bisa diragukan bahwa pencita Taliban di negeri bencana silih berganti juga mempunyai agenda istimewa terhadap candi Prambanan, Borobudur dan tentunya Pulau Dewata. http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/6991058.stm Anda benar sekali, saya baru saja menerima berita dari seorang kawan di UN tentang pencabutan Borobudur sebagai satu dari 7 keajaiban dunia. Latar belakangnya adalah terjadinya perusakan yang sangat parah terhadap candi Borobudur, padahal setiap tahunnya pihak UN telah memberikan dana sebesar sekitar $2 juta untuk pemeliharaan candi Borobudur ini. Perusakan candi2 di Indonesia telah berlangsung berulangkali, dan pelaku2nya sangat jelas mereka yang duduk dalam pemda yang mendukung syariah Islam. Hal inilah yang mengecewakan UN yang akhirnya memutuskan untuk mencabut semua status Candi di Indonesia yang otomatis juga mencabut dana untuk pemeliharaannya. Hampir seperempat bagian bangunan candi borobudur sekarang ini sudah bobol, batu2nya di-jual belikan untuk bahan bangunan. Pihak Internasional sudah tidak lagi mau memberi dana untuk pemugaran karena sudah puluhan kali dana pemugaran diberikan namun kerusakannya juga kembali berulang. IBM Internasional pernah memberi sumbangan $20 juta untuk pemugaran candi yang dianggapnya ajaib ini karena situsnya memiliki perhitungan matematik yang sangat komplex. Beberapa pejabat pendukung ditegakkannya Syariah Islam telah mengusulkan agar wilayah candi Borobudur digunakan sebagai pusat perbelanjaan swalayan atau Supermarket. Seluruh candi2 di Indonesia mengalami ancaman pemusnahan massal karena Islam mengharamkan candi2 ini. Ny. Muslim binti Muskitawati.
