Wahduh, kalau omong soal sepakbola kagak bakal ada keberhasilan, dan bicara 
prestasi mungkin hanya mimpi yang tidak bakal terwujud. Sepakbola Indonesia itu 
adalah tradisi ikut-ikutan biar ramai saja. Kalau Eropa begitu, ya kita juga 
begitu.
   
  Pada tahun sebelum 1994, di Indonesia ada dua kompetisi. Yang satu disebut 
kompetisi perserikatan, dan yang lain disebut Liga Sepakbola Utama, disingkat 
GALATAMA. Yang perserikatan itu ramainya doang di lapangan hijau, tetapi 
prestasi jauh panggang dari api.
   
  Nah, yang Galatama itu samimawon berprestasinya. Jarang menang di luar 
negeri, kalau tidak mau dikatakan kalah melulu. Akhirnya kompetisi Galatama ini 
mulai ditinggalkan penonton. Karena tidak pernah berprestasi maka GALATAMA itu 
lalu dipelesetkan menjadi Gabungan Laki-laki Tanpa Malu.
   
  Padahal, dari segi keuangan, apa kurangnya. Klub sepakbola Galtama itu adalah 
bikinan pengusaha-pengusaha kaya raya. Karena itu ada Tiga Berlian, ada Warna 
Agung, dan lain-lain. Yang terkahir pertandingan sepakbola Galatama 
dilaksanakan di Stadion Lebak Bulus pada tabun 1994, tetapi penontonnya bisa 
dihitung dengan jari walaupun panitia sudah mengundang grup musik dangdut.
   
  Maka para wartawan dan pengurus PSSI pada tahun 1994 itu mulai bikin 
inisiatif baru supaya PSSI melahirkan pemain bermutu minimal di Asia Tenggara. 
Disepakatilah sebuah sistem kompetisi baru yang menggabungkan Perserikatan dan 
Galatama. Kompetisi baru itu lalu disebut LIGA INDONESIA. Sponsor utama dan 
yang pertama ketika itu adalah rokok DUNHILL milik penguasaha Nirwan Dermawan 
Bakrie. Pertandingan itu disebut Liga Dunhill.
   
  Ada kemajuan? Kagak!!!. Nirwan D Bakrie lantas kirim pemain usia 17 tahun ke 
Italia untuk mengikuti kompetisi PRIMAVERA. Hasilnya apa? Kagaaaak ada juga!!! 
Yang terjadi malah sebaliknya, pengurusnya lebih dikenal orang ketimbang pemain 
sepakbola. Tetapi pengurusnya bilang, yang jadi biang kerok adalah karena 
kompetisi PSSI waktu itu mengharamkan pemain asing.
   
  Maka datanglah juru selamat PSSI. Menpora ketika itu bernama Hayono Isman. 
Dia bilang PSSI tidak maju karena salah persepsi. "Jangan hubung-hubungkan 
nasionalisme dengan pemain asing!" Maka datanglah pemain asing ke klub Pelita 
Jaya dari Afrika. Dia bernama Roger Milla. Waktu dikontrak usianya sudah hampir 
40 tahun.
   
  Makin ramai,....Iya, tetapi prestasi, kagak ada! Lah, juru selamatnya bilang 
apa? Boro-boro omong kompetisi, omong sesama menteri saja salah melulu. Dia 
dikenal sebagai menteri salah omong melulu.
   
   Jadi betul kata Ali Sadikin, gubernur DKI Jakarta tahu 1970-an. Dia bilang," 
Dari 125 juta rakyat Indonesia (ketika itu) mosok nggak ada 11 orang yang baik. 
Yang kita perlukan mungkin KESEBELASAN MALAIKAT"
   
  Barangkali Ali Sadikin betul. Huahahah!!!!
   
  IUR
   
  

s <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Ya begitu  produk sepak bola Indonesia. Itu merupakan hasil 
kompetisi yang buruk, wasit dan pengurus yang buruk. Sepak bola masih 
mengandalkan nonteknis daripada teknis. PSSI dan klub sepakat '''bermain'', 
patgulipat. Misalnya selama dipimpin Nurdin Halid yang kini dipenjara lagi, 
kompetisi berkali-kali meniadakan degradasi. Dengan alasan usulan banyak pihak, 
tim yang tadinya bisa degradasi, entah membayar berapa, kemudian PSSI 
memutuskan kompetisi tahun ini, tahun itu tanpa degradasi. Format kompetisi pun 
berubah-ubah. Misalnya dari satu wilayah yang umum dipakai dunia, dikembalikan 
ke format dua wilayah dengan jumlah tim seabrek.
     Setelah drombak-rombak begitu, tahun depan akan digulirkan  superliga yang 
akan menggunakan satu wilayah dengan diikuti 18 klub. Nah, dulu bagaimana kok 
diacak-acak seperti sekarang. 
      Kini setelah Nurdin dipenjara, nasib kompetisi tahun depan bakal tidak 
jelas, karena dimanfaatkan oleh pengurus PSSI lainnya untuk mencari uang.
    Jadi bagaimana kompetisi tahun depan, jangan terlalu banyak berharap. 
Begitu pula dengan prestasi sepak bola Indonesia di Asia Tenggara saja. Saya 
yakin akan tetap seperti  dulu-dulu juga. Di Piala Asia lalu bisa baik, 
kebetulan main di Jakarta. Coba main di luar sudah babak belur dari awal. 
  

genta fajar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        wajar boz.....
  pemain kitamah emang ga ada yang dicetak buat jadi pemain dunia....mentalnya 
cukup puas buat sekedar pake merah putih aja...
  peace
  

Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          
http://www.antara.co.id/arc/2007/9/13/tak-satupun-pemain-pssi-masuk-terbaik-asia/
   
    13/09/07 20:23
  Tak Satupun Pemain PSSI Masuk Terbaik Asia
Jakarta (ANTARA News) - Kapten tim juara Piala Asia 2007, Irak, Younis Mahmoud, 
striker Arab Saudi Yasser Al Qahtani, pemain tengah Jepang Yasuhito Endo dan 
kiper Korsel Lee Won Jae adalah sebagian dari kandidat pemain terbaik 
Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) tahun ini.

Daftar nama ini keluar setelah pertandingan hari kedua putaran final zone Asia 
untuk Olimpiade Beijing pada 8 September lalu, seperti dikutip dalam situs 
Konfederasi Sepak bola Asia (AFC), Kamis.

Namun, tidak ada satupun nama pemain Indonesia dalam daftar kandidat pemain 
terbaik Asia itu.

Penghargaan tahunan AFC ini sendiri akan berlangsung pada 28 November 2007 di 
Sydney.

Penilaian terhadap gelar ini berdasarkan poin yang diperoleh dari berbagai 
kompetisi AFC dan FIFA seperti Liga Champion Asia, putaran final zone Asia 
untuk Olimpiade Beijing 2008, Piala Asia dan kompetisi lainnya.

Daftar nama kandidat ini terdiri atas lima pemain asal Irak, empat pemain asal 
Jepang, tiga pemain asal Arab Saudi, dua pemain masing-masing dari Iran, 
Korsel, Thailand, Kuwait, Vietnam, Oman dan Syria serta masing-maisng satu 
pemain asal Uni Emirat Arab, Autralia, Bahrain, Uzbekistan, Korut, Tajikistan 
dan Cina.

Daftar kandidat:
1. AKRAM Nashat (Irak)
2. ALI Said (Irak)
3. AL ASTAA Abdullah (Arab Saudi)
4. AL GHWAINIM Saleh (Arab Saudi)
5. AL IBRAHIM Mohanad (Syria)
6. AL JENAIBI Abdul Raheem (Uni Emirat Arab)
7. AL MAHAIJRI Ahmed (Oman)
8. AL MUTAWA Bader (Kuwait)
9. AL NOOBI Hani Bait (Oman)
10. AL QAHTANI Yasser (Arab Saudi)
11. ANH Duc Nguyen (Vietnam)
12. CONG Vinh Le (Vietnam)
13. DODD Travis (Australia)
14. DONG won Han (Korsel)
15. ENDO Yasuhito (Jepang)
16. HASAN Ismaeel (Bahrain)
17. HAYDAROV Azizbek (Uzbeksitan)
18. HIRAYAMA Sota (Jepang)
19. HOLMATOV Akmal (Tajikistan)
20. JASSIM Karrar (Irak)
21. KHSHEN Ala?a (Irak)
22. KOEDPUDSA Weera (Thailand)
23. LEE Woon Jae (Korsel)
24. MAHMOUD Younis (Irak)
25. MANDO Iyad (Syria)
26. MATAR Khaled (Kuwait)
27. MEHDI Salehi Seyed Mohamed (Iran)
28. NAKAMURA Kengo (Jepang)
29. NEKOUNAM Javad (Iran)
30. ONO Shinji (Jepang)
31. PAK Nam Chol (Korut)
32. WANG Youngpo (Cina)
33. WINOTHAI Teeratep (Thailand).(*)



  



    
---------------------------------
  Check out the hottest 2008 models today at Yahoo! Autos.   




    
---------------------------------
  Bosan dengan spam? Mel Yahoo! memiliki perlindungan spam yang terbaik
http://my.mail.yahoo.com/  

                         

       
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase.

Kirim email ke