127. [ULASAN BUKU]

Judul : 9/11 Kegagalan Amerika Melindungi Warganya
Judul Asli : The 9/11 Report - A Graphic Adaptation
Penulis : Sid Jacobson & Ernie Collon
Penerjemah : Andrea K. Iskandar
Penyelia : Pandu Ganesa
Penerbit : Pustaka Primatama
Cetakan : I, Juni 2007
Tebal : x + 138 hal ; 16.5 x 24 cm

Enam tahun telah berlalu sejak gedung World Trade Center New York dihantam dua 
pesawat dan runtuh pada 11 September. Masih segar dalam ingatan kita ketika 
Presiden George W. Bush begitu geram dan menyatakan perang terhadap terorisme. 
Setahun lebih setelah serangan terror ini, Bush membentuk komisi Nasional 
Serangan Teroris ke Amrika Serikat. Komisi yang beranggotakan 10 orang ini 
kemudian dikenal sebagai "Komisi 9/11" atau "Kean/Zelikow Commission"

Komisi 9/11 bekerja selama dua setengah tahun dan menyelesaikan laporannya 
dalam bentuk buku setebal 585 halaman yang diberi judul THE 9/11 COMMISSION 
REPORT Laporan itu berisi analisis dan kesimpulan yang dikumpulkan komisi dari 
hasil wawancara 1.200 orang di 10 negara dan menyelisik 2.5 juta halaman 
dokumen termasuk dokumen-dokumen lembaga pertahanan negara. Bisa dibayangkan 
betapa lengkap dan komprehensifnya laporan tersebut. Walau bukunya telah 
beredar bahkan bisa dibaca secara online dengan gratis. Tak semua orang mampu 
melahap buku tebal yang penuh nama dan data-data detail tersebut.

Untunglah dua komikus terkenal Sid Jacobson dan Ernie Colon yang sudah 50 tahun 
malang melintang di dunia perkomikan Amerika mengadaptasi laporan komisi itu ke 
dalam bentuk grafis. Colon adalah komikus yang bekerja di Harvey, Marvel, dan 
DC Comics yang turut membuat tokoh komik Green Lantern, Wonder Woman, dan The 
Flash. Adapun Jacobson adalah pemimpin redaksi Harvey Comics dan pencipta tokoh 
Ritchie Rich.

Jacobson dan Colon mengadaptasi laporan komisi itu ke dalam bentuk grafis 
dengan judul The 9/11 Report: A Graphic Adaptation. Buku ini memadatkan 585 
halaman laporan menjadi 133 halaman bergambar dalam sajian grafis layaknya 
cerita superhero dalam DC Comic atau Harvey Comics. 

Buku yang diterbitkan Hill and Wang pada tahun 2006 ini, sepenuhnya 
menggambarkan apa yang muncul dalam Laporan Komisi 11 September. Pembagian bab 
dan sub bab berserta judul-judulnya sama persis dengan laporan komisi. Artinya 
buku ini benar-benar mengadaptasi buku aslinya secara konsisten. Yang berbeda, 
buku ini memanfaatkan kekuatan gambar untuk memaparkan lebih terperinci, 
misalkan, timeline menit demi menit ketika pesawat dibajak, kepanikan penumpang 
di pesawat, bingungnya para penyelamat mengevakuasi korban, dll

Sama seperti laporan komisi, melalui buku ini pembaca akan mengetahui deskripsi 
grafis dalam bentuk komik pada saat penyerangan dan kehancuran gedung WTC 
terjadi, kita juga akan dibawa terus jauh ke berbagai peristiwa teror yang 
pernah terjadi yang ternyata memiliki saling keterkaitan dengan peristiwa 11 
September. Selain itu buku ini secara jelas mengkritik lembaga-lembaga yang 
seharusnya cepat tanggap ketika serangan terjadi. Misalnya mengenai buruknya 
jalur komunikasi antar departemen saat terjadinya serangan, kacaunya sistem 
manajeman bencana yang bergerak secara tak terintegrasi, tidak adanya 
koordinasi antara lembaga-lembaga pertahanan, tidak adanya pembagian informasi, 
dll.

Secara grafis, tentu saja buku ini sangat menawan. Panel-panel gambarnya dibuat 
dengan dinamis layaknya komik-komik superhero, guratan gambarnya bersih dan 
dengan pewarnaannya. Gambar karakter tokoh-tokoh nyata dibuat sangat mirip 
dengan aslinya. Rekaman peristiwa yang mungkin sulit untuk dipahami secara 
narasi menjadi lebih mudah dengan tersajinya gambar-gambar dalam buku ini, 
misalnya timeline keempat pesawat yang disajikan secara paralel dari menit ke 
menit, peta target-target sasaan teror, berbagai kesimpulan komisi yang 
disajikan secara grafis dengan keterangan yang singkat dan padat. Semua itu 
membuat laporan komisi yang tadinya kering dan sulit dipahami menjadi lebih 
mudah dipahami dan memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi.

Pembaca buku tanah air patut bersyukur, setahun setelah adaptasi grafis 9/11 
report terbit, kini telah hadir edisi terjemahanannya. Karena buku The 9/11 
Comision Report sendiri belum ada terjemahannya dan belum diketahui apakah akan 
diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia atau tidak, bisa dipastikan sedikit 
sekali masyarakat Indonesia yang mengetahui isi dari laporan komisi. Hadirnya 
terjemahan versi adaptasi grafisnya, setidaknya membuat pembaca indonesia bisa 
ikut memahami hal-hal apa saja yang ditemukan oleh komisi 9/11.

Buku adaptasi grafis ini diterjemahkan dengan sangat baik. Dicetak dengan 
ukuran dan kertas yang sama dengan versi aslinya. Karena dicetak diatas kertas 
glossy / art paper maka bisa dikatakan tidak ada distorsi yang berarti dalam 
hal kualitas gambar antara versi asli dan terjemahannya. Konsekuensi yang wajar 
membuat buku ini realtif mahal dibanding dicetak dengan kertas biasa. Namun 
Menurut Pandu Ganesa selaku penyelia sekaligus penerbit buku ini, buku ini 
dijual lebih murah dari harga yang seharusnya agar harganya lebih terjangkau 
oleh masyarakat luas.

Hanya dua hal yang membedakan buku ini dengan buku aslinya. Pertama, covernya. 
Bisa dikatakan cover edisi terjemahan lebih menarik dibanding versi aslinya. 
Cover dengan ilustrasi menara WTC yang terbakar dan dipadukan dengan judulnya 
yang menonjolkan angka 9/11 terlihat lebih catchy dibanding versi aslinya. Yang 
paling menarik adalah angka 11 yang terlihat retak untuk mengilustrasikan 
menara kembar yang roboh. Ilustrasi yang cerdas ! salut untuk ilustratornya!

Kedua, judulnya. Jacobson & Colon memberikan judul bukunya dengan The 9/11 
Report : A Graphic Adaptation. Sedangkan penerbit Pustaka Primatama merubah 
judulnya menjadi : 9/11 Kegagalan Amerika Melindungi Warganya. Pilihan judul 
yang baik karena judul ini tampak lebih menjual dan bombastis ketimbang judul 
aslinya. Walau demikian judul tersebut tak mengada-ngada dan sesuai dengan isi 
bukunya. Setelah membaca buku ini, pembaca seperti halnya laporan komisi 9/11 
akan sepakat bahwa ketika peristiwa 11 September berlangsung, pemerintah 
Amerika bisa dikatakan gagal melindungi warganya.

Semoga dengan terbitnya buku ini, kita tidak hanya mengenang peristiwa hitam 
dalam sejarah peradaban dunia. Melalui buku ini, kita tidak hanya dapat 
mengetahui asal mula, sebab musabab serta dampak dan pengaruh dari kejadian 
itu. Tetapi kita juga bisa belajar bagaimana sebaiknya mengantisipasi kejadian 
serupa yang mungkin bisa terjadi kapan dan dimana saja.

Membaca buku ini tentunya mengingatkan kita bahwa kitapun memiliki berbagai 
lembar peristiwa hitam dalam sejarah bangsa ini. Salah satunya peristiwa Mei 
1998 yang dampaknya berpengaruh terhadap arah bangsa kita saat ini. Dari 
Peristiwa Mei 1998, pemerintah pernah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang 
telah menerbitkan laporan investigasinya beberapa tahun yang silam. Namun 
berapa banyak dari kita yang pernah membaca laporan tersebut ? Bukan mungkin 
tak laporan tersebut diadaptasi secara grafis seperti halnya buku ini. Semoga 
buku ini juga mengispirasi komikus-komikus Indonesia untuk mengadaptasi laporan 
tersebut kedalam bentuk grafis yang mudah dipahami masyarakat awam. 

@h_tanzil


salam,
h_tanzil
http://bukuygkubaca.blogspot.com

Kirim email ke