MOD:
Bagaimana ini Abu Wido? Kemarin katanya nggak mau, kok sekarang mau?
Memang susah dipercaya...

Senin, 17/09/2007 16:48 WIB 

Diusung Jadi Capres, Hidayat Nur Wahid Tunggu Perkembangan Politik


 

JAKARTA - DPP PKS akan mengusung calon presiden (capres) dari golongan muda.
Ada beberapa tokoh nasional yang tergoong tokoh muda dan berpengalaman
namanya disebutkan sebagai capres 2009 oleh PKS. Diantaranya, Ketua PP
Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie,
Ketua Majelis Syura DPP PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua MPR Hidayat Nur
Wahid. 

 

Namun, tak semua calon langsung menyambut positif pencalonan tersebut.
Misalnya Hidayat Nur Wahid. Dia cenderung bersikap menunggu hingga menjelang
pemilu mendatang. Berikut petikan wawancara dengan salah satu kandidat kuat
capres 2009 dari PKS : 

 

Anda bersedia jika dicalonkan Capres dari PKS? 

 

Pengguliran wacana capres 2009 pada saat ini masih terlalu dini untuk
ditanggapi. Apalagi sampai menyebutkan nama calon. Pada prinsipnya, PKS
belum menentukan nama-nama capresnya karenamasih banyak agenda penting yang
perlu dibenahi di samping pelaksanaan pemilu yang masih jauh. 

 

Jadi, wacana capres nanti saja, masih terlalu dini. Kalau partai lain sudah
memunculkan nama silakan saja, tapi PKS sampai saat ini belum menentukan
nama-nama kandidatnya. Sampai sekarang masyarakat lebih membutuhkan solusi
atas berbagai masalah bangsa yang semakin mengimpit. Jadi ada hal lain yang
lebih utama untuk dibicarakan demi kemaslahatan masyarakat dan bangsa. 

 

Apa yang lebih utama ? 

 

Yang dibutuhkan adalah bagaimana membangun politik, bukan untuk kekuasaan
semata. Orientasi politik harus menyejahterakan masyarakat. Jadi bukanlah
soal capres atau cawapres karena masih jauh, taapi soal bagaimana membenahi
kondisikehidupan masyarakat supayalebih baik. 

 

Rakyatpun masih menghadapi kondisi ekonomi yang makin sulit bagai kebutuhan
pokok. Pengusungan capres saat ini terlalu elitis dan hanya menimbulkan
pertikaian antarelite bangsa. Pengusungan wacana capres hanya membuat rakyat
semakin tidak simpati dengan berbagai kerja politik. Diharapkan semua
komponen bangsa lebih baik berkonsentrasi menyelesaikan berbagai masalah
bangsa. 

 

Strategi PKS dalam pemenangan pemilu mendatang ? 

 

Saya menegaskan, kami konsisten mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang
adil dan makmur. Karena itu, PKS akan tetap konsisten dengan tujuan utamanya
menyejahterakan bangsa dan rakyat di atas kepentingan politik ataupun
partai. Kita akan konsisten untuk itu. Bahkan, meskipun PKS berlandaskan
partai Islam, tidak menutup diri dengan partai-partai yang berlandaskan
nasionalis. 

 

PKS sejak semula tidak mendorong untuk mengubah Pasal 29 UUD 1945 menjadi
sesuai dengan Piagam Jakarta, PKS menginginkan setiap umat beragama bebas
menjalankan ajaran agamanya masing-masing. (sindo sore)

 

Source : http://www.okezone.com/index.php?option=com_content
<http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&task=view&id=47614&item
id=2> &task=view&id=47614&itemid=2

 


Kirim email ke