Refleksi: Makin banyak buta aksara makin baik untuk mempertahankan status quo ketidak adilan, sebab mudah dikendalikan sesuai kehendak politik kaum penguasa NKRI.
MOD: Tante Sunny jangan sinis gitu dong. Siapa tahu mereka buta aksara latin, tapi jagoan baca Al-Quran...:)) http://www.sinarharapan.co.id/berita/0709/18/nus03.html Penyandang Buta Aksara di Sultra Meningkat Kendari - Jumlah penyandang buta aksara latin di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meningkat. Jika sebelumnya hanya tercatat 56.000 lebih, saat ini penyandang buta huruf tersebut membengkak menjadi 68.787 orang. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sultra, Zalili Sailan kepada wartawan di sela-sela Peringatan Hari Aksara Internasional tingkat Provinsi Sultra di Bombana, kurang lebih 200 kilometer dari Kendari, Minggu (16/9) lalu, mengatakan tingginya penyandang buta aksara itu disebabkan makin banyaknya anak usia sekolah dasar (SD) yang putus sekolah akibat ketidakmampuan ekonomi keluarga. Saat ini, anak usia SD yang putus sekolah sudah mencapai 49.917 anak, sedangkan anak usia SLTP yang putus sekolah mencapai 49.386 orang. "Anak usia SD ini yang rata-rata menjadi penyandang buta aksara latin," ujarnya. Zalili mengaku pihaknya sudah berupaya memberikan beasiswa melalui dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) kepada anak-anak usia SD yang tidak mampu tersebut. Namun, upaya itu tetap saja tidak mampu membendung sejumlah anak SD putus sekolah karena tekanan ekonomi keluarga. "Rata-rata anak usia SD putus sekolah itu sudah bekerja membantu mencari nafkah bagi keluarga. Ini terjadi karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu," ujarnya. Hal yang sama terjadi pada anak putus sekolah usia SLTP. Meski Dinas Pendidikan Nasional berupaya mendekatkan sekolah dengan tempat tinggal anak-anak melalui program pembentukan kelas jauh, tetap saja tidak mampu menekan jumlah anak usia putus sekolah. Meski demikian, Zalili mengaku pihaknya akan terus berupaya menekan angka penyandang buta aksara latin tersebut hingga menurun sebesar 5 persen pada 2009. "Apa pun caranya, penyandang buta aksara ini harus turun sebesar 5 persen pada 2009 mendatang," katanya. Sebetulnya, kata Zalili, tugas membebaskan warga dari penyakit buta aksara itu tidak cukup hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan, melainkan butuh kepedulian semua pihak. (agus sana'a)
