PPP bertemu dengan PDI Perjuangan Tuesday, 18 September 2007
Di hari Senin 17 September 2007 ini, PPP bertemu dengan PDI Perjuangan. Tidak
mungkin diingkari kalau pertemuan ini lepas dari nafas pertemuan politik, dan
itu berlangsung di jalan Teuku Umar, kediaman Ketua Umum Partai, Ibu Megawati
Soekarnoputri. Pertemuan ramah tamah ini berlangsung lebih dari 1,5 jam, mulai
dari pukul 13.00 wib. Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, yang juga menjabat
sebagai Menteri, hadir dan disertai Lukman Hakim Saefudin dan Ahmad Muqowam.
Sedangkan dari PDI Perjuangan nampak Sekjen Partai Pramono Anung, para Ketua
DPP Panda Nababan dan Tjahyo Kumolo, serta Ketua Deperpu Partai, HM Taufiq
Kiemas. Kehadiran para tamu dari PPP disambut tuan rumah yang diwakili suami
Megawati dengan berjabat tangan dan berpelukan sebagai seorang sahabat.
Selepas pertemuan ramah tamah ini Pramono menyampaikan penjelasan singkat.
"Sekurangnya ada 3 (tiga) hal yang mengemuka dalam ramah tamah ini dan secara
umum menghasilkan titik temu pandangan dan pengertian", kata Pramono. Suasana
ramah tamah berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Topik masalah yang menjadi agenda ini tidak terlepas dari isu politik yang
akhir-akhir ini sedang mengemuka. Pertama, adalah seputar pembahasan paket RUU
Politik yang sedang intensif dibahas dan dirumuskan di DPR. Semua kalangan dan
politisi pastilah mahfum bahwa di beberapa pasal dalam paket RUU Politik ini
ada yang "krusial". Dan penyelesaian masalah krusial itu tentu memerlukan
terobosan dan pembahasan melalui ramah tamah dan terbatas. Lobi-lobi politik
lah. Secara relatif ada titik temu dan kesamaan antara pendirian dan pandangan
dari PPP dengan PDI Perjuangan sehingga pembahasan paket RUU Politik pasti
semakin lancar. Kedua, ramah tamah mencakup juga perbincangan tentang
pemberdayaan Lembaga Tinggi Negara. PPP dan PDI Perjuangan menyadari bahwa
mulai kini perlu difikirkannya peran dari lembaga tinggi Negara yang bersifat
"ad hoc". Kelak apabila lembaga tinggi Negara yang bersifat ad hoc ini telah
menyelesaikan tugasnya sesuai tenggang waktu yang ditetapkan, perlu
mempertimbangkan secara sungguh-sungguh untuk memberikan peran yang efektif
kepada lembaga tinggi Negara yang ada yang berdasarkan konstitusi. Ketiga, ada
"kesamaan chemistry" antara PPP dan PDI Perjuangan.
Hal inipun diakui oleh Suryadharma Ali. Dengan demikian pertemuan seperti ini
layaknya sebagai sebuah komunikasi politik, mampu berbicara secara terbuka dan
secara kekeluargaan serta dapat dilakukan secara berkala. Paling tidak bahwa
pertemuan antara pimpinan partai politik di tanah air kini menjadi sesuatu yang
wajar, alami dan bias sebagai kebutuhan apabila dirasakan ada yang harus
dibicarakan. Karenanya, arah stabilitas politik yang dimaksudkan adalah sebuah
realita yang dapat direalisasikan dan jadi sebuah proses politik untuk
membangun kultur komunikasi politik. Keceriaan antara kedua belah fihak, PPP
dan PDI Perjuangan, saat selesainya ramah tamah ini memberikan harapan. Apakah
ini sebuah penjajagan yang namanya Koalisi, justru saat Megawati Soekarnoputri
sudah menyatakan kesediaannya untuk menjadi Calon Presiden 2010 dari PDI
Perjuangan. "Ini merupakan pertemuan ramah tamah, berkomunikasi antara pimpinan
partai politik", tegas Pramono.
---------------------------------
Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Tryit now.