PDI Perjuangan Provinsi Bali menyelesaikan Rakerdasus. Thursday, 20
September 2007
Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) merupakan mekanisme organisasi PDI
Perjuangan untuk menghadapi Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Bali. Karenanya di
hari Sabtu, 15 September 2007 lalu diselenggarakan dan dihadiri Sekjen Partai
Pramono Anung beserta Korwil Nusatenggara Soni Keraf dan IGA Dewi Jakse serta
Firman Jaya Daeli.
Kandidat yang berkeinginan untuk maju sebagai calon Gubernur maupun calon
Wakil Gubernur cukup banyak. Maka Pram menegaskan, "para kandidat ini memang
unik, semuanya mempunyai peluang untuk dipilih dan memperoleh rekomendasi
Partai, namun yang jadi catatan dan perhatian DPP Partai adalah mencari peluang
paling optimal untuk dapat memenangkan Pilkada tahun 2008 mendatang ini dari
PDI Perjuangan".
Peserta Rakerdasus kali ini cukup banyak dan mencapai 759 utusan yang
kesemuanya mempunyai hak bicara dan hak suara. Para utusan itu berasal dari 9
DPC Kabupaten dan Kota. Masing-masing DPC Kota Denpasar, lalu DPC Jembrana,
Tabanan, Badung, Bangli, Klungkung, Karangasem, Singaraja, dan Gianyar. Tidak
heran kalau peminat memimpin di Provinsi daerah pariwisata yang indah ini cukup
besar dan menjadi perhatian kalangan politisi dan masyarakat umum. Ini tidak
lain karena Bali merupakan daerah potensial politik bagi Partai, yang terbukti
sebagai daerah pendulang suara bagi PDI Perjuangan dalam pemilihan Legislatif
dan pemilihan Presiden.
Seluruh utusan terlibat aktif untuk memberikan dukungan dan pilihannya. Hasil
Rakerdasus tertera bahwa, calon untuk Gubernur terdiri dari, Made Mangku
Pastika, Sang Nyoman Suwisma, I Wayan Wita dan I Wayan Sudirta. Sementara untuk
calon Wakil Gubernur terdiri dari, AA Ngurah Oka Ratmasi, I Gde Winasa, IG
Ngurah Kesuma Kelakan, I Nyoman Dhamantra, I Nyoman Adi Wiryatama, AA Gde
Ngurah Puspayoga serta Gede Kusuma Putra.
Lalu, bagaimana Komposisi politik hasil Pemilihan Legislatif 2004. Posisi
politik PDI Perjuangan membesarkan hati Partai karena menjadi pemenang di
peringkat pertama dengan perolehan kursi mencapai 30 kursi dari 55 kursi DPRD
yang diperebutkan kala itu. âMasih ada parameter lain yang jadi pertimbangan
DPP Partai, yakni hasil dari lembaga survei maupun dengan pollingâÂ, kata
Pram, sapaan akrab Sekjen Pramono Anung.
Jadi, peran lembaga survei cukup memberikan arti dan kalau mau lebih kongkrit
dan mendekati kenyataan tentulah dimungkinkan untuk menggunakan lembaga survei
yang tidak tunggal, bisa lebih dari satu. Jadi memang penetapan calon yang akan
direkomendasi DPP Partai adalah mendekati realita di lapangan dan yang akan
memberikan kontribusi kemenangan secara riil.
---------------------------------
Copy addresses and emails from any email account to Yahoo! Mail - quick, easy
and free. Do it now...