Mas Martin yang baru pulang kampung dari Indiana, baguslah kalau anda lihat keadaan Indonesia tidak sejelek yang kita rasakan.....
beberapa positive indicator.... beberapa toko baru buka: paper clip debenham muzio best denki farmer market belum lagi local chain.... terutama bakery: Ring Master I-crave JCO Nanini Box dll. kita bisa menarik napas lega, kalau Pak Christovita Wiloto sih menulis kadang optimis [seperti yang anda baca] tapi kadang juga pesimis seperti yang judulnya: Doa tobat nasional. tapi kalau anda punya teman yang kerja di Carrefour, atau di Indofood, Wickasana, atau yang di Ray White, coba anda tanya.... betapa sejak kenaikan BBM Oktober 2004 Indonesia seperti ditimpa suasana keluarga ada yang meninggal. ngomong-ngomong soal KPK, sekarang KPK sudah ada solusi, kalau dulu Korupsi dilaporkan, maka Dirut masuk penjara, maka sekarang Korupsi disosialisasikan, namanya Korupsi Berjamaah, jadi tidak ada yang melaporkan lagi. Semua dibagi rata, pimpinan 50%, sisanya dibagi rata, menjadi gaji ke-13, ke-14 dst. salam, goen --- In [email protected], Martin Widjaja <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas GG yg baik, > > Saya sudah melihat proyek Jalan Layang Roxy > dan bicara agak lama dgn P Mandor Widjaja Karya > Khusus saya tanyakan kenapa macet proyek itu? > Jawabnya simple aja kok, sebelumnya dikerjakan > PT Nindya Karya [ BUMN juga ] karena gagal, > diteruskan PT WIKA ...dan sekarang lancar sekali. > Masalahnya jelas bukan soal takut dgn KPK , nggak > tahu kalau PT NK memang ngembat juga dan gagal... > > Saya juga sdh keliling dr Mall ke Mall , tapi juga > ke pasar2 becek Keb Lama dll, Kesan saya rasanya > memang nggak sejeek perkiraan kita , ekonomi kita > sekarang ini. > Apalagi kalau baca tulisan P C Wiloto di Kompas soal > tren ekonomi Indonesia yg 'cukup luar biasa' berdasar > kan evaluasi badan2 dunia itu. > > Mungkin saja saya nggak sejeli melihat seperti Mas GG > yah namanya baru balik nih dr Indiana ... > > Salam , martin - jkt > > Saya baru menghapus email2 yg mencapai 30,000 an > jadi mohon maaf kalau sangat terlambat membalas > posting Mas GG . > > ----- Original Message ---- > From: goenardjoadi <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Monday, May 21, 2007 4:57:09 AM > Subject: [mediacare] Re: BEGITU JELEKKAH KEADAAN DI iNDONESIA ? [WAS] melamar kerja masih untung mendapat penurunan gaji > > Mas Martin, > > Anda di Indiana? > > apa coba melihat walaupun banyak Mall-mall baru, tapi tidak ada yang > beli? apa anda bisa melihat banyak jembatan fly over dibangun tapi > jembatan Roxy dan Fly over Pondok Indah dan Fly over Cempaka Putih > sudah 2 tahun mangkrak, terhenti karena takut dg KPK? > > anda coba melihat tiap bulan ada Pabrik tutup? Toko dept. store > tutup? anda coba melihat hantu PHK, pengurangan karyawan dimana- > mana? > > mungkin sulit untuk terlihat dari Indiana mas..... coba lihat dari > Cileduk atau Kalimalang. Selamat melihat. > > salam, > GG > > --- In [email protected], Martin Widjaja <fmf7777@> wrote: > > > > Mas Goen yg baik, > > > > Saya cukup terkejut membaca posting anda soal keadaan > > ekonomi negara kita saat ini. > > Bayangan saya nggak separah ini, walau memang korupsi > > makin nggak teratasi dan kayaknya pemerintahan P SBY > > juga sudah hopeless, kemudian hukum makin jauh dr > > harapan, investasi permanen [ bukan sesaat yg bisa cepat keluar > lagi ] > > juga nggak ada kemajuan namun dengan hasil pajak yg membumbung > > tinggi , mestinya roda ekonomi bisa berputar juga, walau tersendat2 > > Buktinya pembangunan fisik mall dll masih banyak kan ... > > > > Sayang saya belum bisa membaca berita2 koran dll agar setuju dengan > > pendapat Mas Goen ini.. > > Mudah2an nggak sejelek itu situasinya.. > > > > Salam , martin - indiana > > > > > > > > ----- Original Message ---- > > From: Goenardjoadi Goenawan <goenardjoadi@> > > To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; forum- > [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; > [EMAIL PROTECTED] > > Sent: Saturday, May 19, 2007 8:13:16 PM > > Subject: [mediacare] melamar kerja masih untung mendapat penurunan > gaji > > > > > > Kalau kita lihat sekarang kondisi ekonomi mikro Indonesia sungguh > mengenaskan, bila kita coba jalan-jalan ke supermarket, bahkan > hypermarket, di Mall-mall terasa sepi. Terakhir kita dengar ada > mobil honda jazz yang terjun dari parkir lantai 6, itupun bukan ke > Mall, namun pergi ke acara gereja. > > > > Kalau kita lihat, coba ke supermarket atau Hypermarket di siang > hari, pengunjung terasa kosong. Belanja di Mall terbesarpun > demikian, suasana terasa sepi. Pengunjung ramai hanya dua hari > seminggu, yaitu pada hari Sabtu-Minggu saja. Para pramuniaga sering > bergerombol ngobrol dengan kelompoknya hanya untuk mengusir rasa > kantuk, menunggu pengunjung. > > > > Yang masih ramai hanya pengunjung bioskop Spiderman 3, wah, > membludak, itupun karena studio 21 telah menurunkan harga menjadi > rata-rata Rp 35,000 bahkan di Plaza EX. > > > > Bagaimana kita menyikapi hal ini? > > > > Para pengusaha semakin terdesak, terpojok, entrepreneur kecil- > kecilan sudah gulung tikar dari tahun lalu. Sementara restoran > besar mengalami desakan kontraksi pasar, industry makanan menjadi > over supply. Lihat saja counter Donuts, atau Bakery, kebanyakan > sepi. > > > > Pengusaha harus cepat berubah haluan, istilahnya back to basic. > Kembali ke basic. Kalau dulu handphone yang laku adalah model > terbaru, harga Communicator 9500 dulu sempat harganya 15 juta, > sekarang handphone yang asal bisa untuk menelepon, syukur-syukur > dual band, ngirit, kalau perlu rekondisi. > > > > Di Bandung ada Babe, Barang bekas, tokonya masih ramai. Kita > harus siap dengan fenomena ini Babe, kalau perlu dibuat satu paket > kebutuhan keluarga: pisang, beras, minyak, roti, susu, Indomie, > biscuits, selai, sabun, shampoo, detergent, baju anak-anak, odol > satu paket seperti parcel harganya Rp 20,000. Dananya darimana? > tidak mungkin menjual paket tersebut semurah itu, dananya darimana? > Bisa dari sumbangan orang kaya, sedekah, zakat, perpuluhan, atau > sumbangan tenaga pengemas. paket dikemas oleh pekerja voluntir, > iklan didukung oleh media secara sukarela. > > > > Kondisi negara kita seperti refugee. Kita perlu memikirkan > makanan bagi pengangguran, selama ini mereka ditanggung oleh > keluarga. Ibarat keluarga beranak 4, yang dua bekerja yang dua lagi > mengantar jemput layaknya ojek. Lambat-laun keluarga tidak lagi > mampu mendukung beban beratnya biaya hidup. Akhirnya sekarang > banyak sekali pasangan pisah ranjang hanya karena tekanan ekonomi. > > > > Sudah banyak sepeda motor dijual, yang sudah lunas, dikredit > kembali, tanah dijual murah, rumah dijual, untuk makan. Kalau dulu > pengemis banyak yang pura-pura sekarang semua orang miskin beneran. > > > > Warung nasi Padang yang menjual ayam kare, rendang, perlu dirubah > menjadi warung tegal yang menyediakan teri, tahu, dan telor balado. > Negara kita diberkati dengan sambal. Hanya dengan sambal maka > makanan terasa nikmat, walaupun harus hemat. > > > > Kadang seperti di sebuah foodcourt di Mall, banyak sekali orang > makan, makanan manado, makanan sunda, bebek goreng, tom yam seafood, > namun pernahkah kita berpikir, beberapa orang tidak cukup memiliki > uang untuk makan disana? sedangkan makanan dipajang secara terbuka. > > > > Di Jerman dan beberapa negara Eropa ada undang-uandang yang tidak > menghukum pencuri makanan yang melakukan karena lapar, dan miskin. > Manusia kalau tidak diberi makan, apa disuruh mati saja? Bahkan > salah satu peri kebinatangan adalah setiap binatang wajib diberi > makan. > > > > Sekarang kalau melamar kerja masih untung mendapat penurunan gaji, > karena bahkan perusahaan terbesarpun melakukan pengurangan karyawan, > calon karyawan sudah tidak lagi menuntut Toyota Vios, atau Avanza, > naik sepeda motor atau Busway pun cukup, asal anak-anak tidak putus > sekolah. > > > > Uang pesangon PHK tahun lalu sudah habis, karena iklim investasi > sungguh memburuk. Bila anda Manajer Senior, lakukanlah yang > terbaik, bukan karena mengejar gaji anda, lakukanlah untuk menolong > menyelamatkan karyawan dari pengangguran. > > > > Pemerintah perlu memikirkan pengangguran ini, bila tidak maka > bukan masalah demo buruh yang ditakutkan, namun demo pengangguran. > Taksi di pool-pool banyak yang menganggur, apakah tidak cukup > sopir? masalahnya sopir banyak, namun penumpang kurang, sehingga > banyak sopir taksi kerja rodi, keliling seharian hanya impas untuk > biaya bensin. > > > > Acara TV seperti Deal or No Deal, Who want to be millionaire, > Super Deal 2 Milyar perlu dihentikan, sungguh menyakitkan melihat > uang Rp 150 juta diberikan begitu saja kepada kontestan. sungguh > menyakitkan. > > > > Polisi sekarang kalau mau menilang harus ngotot-ngototan karena > sopir pun taidak punya uang, sehingga beberapa Polisi terpaksa > menutupi mukanya dengan helm dan menutupi nama di dadanya dengan > penutup saku yang diganjal HT. > > > > Pemerintah perlu melakukan crash program seperti karang taruna, > atau organisasi pemuda mungkin tanpa gaji, namun paling tidak > disediakan makanan dan kesibukan. Saat ini para pengangguran sudah > tidak lagi mencari uang, namun mereka sudah mencari harga diri yang > semakin lama semakin menipis.... > > > > Bila hidup tidak dihargai, maka orang akan mencari mati. > > > > salam, > > GG > > > > > > Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not > web links. > > > > > > > > > _____________________________________________________________________ > _______________Got a little couch potato? > > Check out fun summer activities for kids. > > http://search.yahoo.com/search? > fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz > > > > > > > Web: > http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ > > Klik: > > http://mediacare.blogspot.com > > atau > > www.mediacare.biz > > ==================== > Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke: > [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > _____________________________________________________________________ _______________ > Need a vacation? Get great deals > to amazing places on Yahoo! Travel. > http://travel.yahoo.com/ >
