Film Holocaust Versi Iran
Rabu, 19 Sep 07 17:24 WIB Sebuah film mini seri yang hampir setema dengan film Schindler's List mulai tayang di Iran. Film ini mengisahkan seorang diplomat Iran yang bertugas di Paris saat Perang Dunia II dan menyelamatkan banyak Yahudi yang diburu-buru Nazi. Mini seri bertema Nazi dan Holocaust yang tampaknya mulai populer di Iran ini cukup mengejutkan. Pasalnya, pertama mini seri ini diputar di stasiun televisi nasional yang dioperasikan negara. Kedua, akhir 2006 lalu, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menggelar sebuah konferensi internasional bertema holocaust. Hasil dari konferensi tersebut, Iran menyatakan bahwa holocaust hanya isapan jempol belaka. Film seri berjudul Zero Degree Turn ini secara umum menampakkan rasa simpati pada komunitas Yahudi. Salah satu scene yang ditampilkan adalah laki-laki, perempuan dan anak-anak, dengan tanda Bindang David berwarna kuning di baju mereka diangkut paksa oleh tentara Nazi ke sebuah truk lalu dibawa entah ke mana. Lalu seorang diplomat Iran yang bekerja di Paris melihat pemandangan ini. Nama diplomat muda Iran tersebut adalah Habib Parsa. Ia mulai memutar otak untuk menyelamatkan komunitas Yahudi ini dari pembantaian Nazi. Salah satu cara yang ia dapatkan adalah memberikan paspor Iran kepada warga Yahudi dan memperbolehkan mereka terbang langsung ke Palestina. Konon, karakter Habib Parsa diambil dari tokoh yang benar-benar pernah ada dan melakukan hal yang sama. Seorang diplomat yang bekerja di Kedutaan Iran di Paris dan telah memberikan sekitar 500 paspor Iran kepada warga Yahudi agar bisa lolos dari kejaran Nazi. Hari ini, di Iran hidup tak kurang dari 25. 000 warga keturunan Yahudi. Pada tahun 2000 saja terdapat 33 buah sinagog yang berdiri dengan aman di Teheran. Bahkan di parlemen Iran terdapat wakil dari kaum Yahudi di negeri Syiah Imamiyah itu. Angka ini adalah angka terbesar kedua di Timur Tengah setelah Palestina. Salah satu analisa tentang penayangan film ini adalah, Iran ingin menampilkan wajah lain negerinya, terutama pada dunia Barat dan jaringan Yahudi. Penayangan serial ini cukup penting dan bisa disebut sebagai penanda arah baru kebijakan informasi Iran. Pasalnya, semua materi yang ditayangkan di televisi nasional Iran harus melalui sensor terlebih dulu di bawah badan yang dipimpin oleh Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin spiritual tertinggi di Iran. Maka jika serial ini lulus, tentu saja atas persetujuannya. Apakah ini pertanda arah baru hubungan internasional yang sedang dibangun oleh Iran? Kita lihat saja jalan ceritanya. (Herry Nurdi/rz/Muslimnews) Source : http://www.eramuslim.com/berita/int/7919172349-film-holocaust-versi-iran.htm Meski Diberi Insentif Besar, Kaum Yahudi Iran Tolak Pindah ke Israel Jumat, 13 Jul 07 16:51 WIB Orang-orang Yahudi di Iran menolak dipindahkan ke Israel meski ditawari uang dengan jumlah besar. Mereka menyatakan kesetiaan mereka sebagai bagian dari rakyat Iran. Seorang Yahudi perantauan yang sangat kaya, lewat lembaga dana yang didirikannya, menawarkan insentif bagi orang-orang Yahudi di Iran berupa uang tunai yang besarnya antara 5 ribu pounsterling per orang sampai 30 ribu poundsterling per keluarga, jika mereka mau pindah ke Israel. Penawaran itu atas restu dari para pejabat Israel dan merupakan dana tambahan dari paket yang biasa diberikan Israel bagi para Yahudi diaspora yang bersedia beremigrasi ke Israel. Saat ini, jumlah komunitas Yahudi di Iran mencapai 25 ribu orang, dan mereka termasuk komunitas yang cukup kuat. "Identitas Yahudi Iran tidak diperdagangkan demi sejumlah uang, " demikian bunyi pernyataan resmi komunitas Yahudi Iran. Mereka juga menyatakan, "Yahudi Iran adalah bagian dari masyarakat Iran yang tertua. Yahudi Iran mencintai kebudayaan dan identitas ke-Iran-an mereka. Oleh sebab itu, mereka yang mengeluarkan ancaman-ancaman dan bujukan-bujukan politik, tidak akan berhasil mencapai tujuan mereka untuk menghapus identitas Yahudi Iran." Surat kabar terbitan Israel, Ma'ariv melaporkan, jumlah insentif sebenarnya sudah dinaikkan dua kali lipat, karena tawaran pertama sebesar 2. 500 poundsterling gagal untuk membujuk para Yahudi Iran agar mau pindah ke Israel. Setelah jumlahnya dinaikkan dua kali lipat, kaum Yahudi di Iran tetap menolak pindah ke Israel. Tokoh Yahudi Iran, Morris Motamed mengatakan tawaran insentif itu merupakan pelecehan dan menjadi ujian bagi orang-orang Yahudi atas kesetiaan mereka pada Iran. "Tawaran itu seolah-olah Yahudi Iran bisa dipaksa dengan sejumlah uang. Yahudi Iran selama ini selalu bebas untuk beremigrasi dan 3/4 dari mereka beremigrasi pasca revolusi Islam, tapi 70 persen dari mereka pergi ke Amerika, bukan ke Israel, " kata Motamed. Populasi Yahudi Iran menurun sekitar 80 ribu orang pada saat pecah revolusi Iran tahun 1979, namun jumlahnya di Iran masih tetap yang terbesar dibandingkan di negara-negara Timur Tengah lainnya. Kaum Yahudi sudah hidup di Iran sejak 700 tahun sebelum Masehi. Persoalan yang kerap terjadi antara pemerintah Iran dan kaum Yahudi Iran, adalah masalah ketidakpercayaan dan pengawasan oleh pemerintah Iran. Pada tahun 2000, sepuluh orang Yahudi di selatan kota Shiraz ditahan karena menjadi mata-mata untuk Israel. Seorang pengusaha Yahudi bernama Ruhollah Kadkhodah-Zadeh, dihukum gantung pada tahun 1998 dengan tuduhan telah membantu orang-orang Yahudi beremigrasi. Secara umum, kaum Yahudi di Iran berusaha menghindari kontroversi. Tahun 2006 lalu, Motamed menulis surat protes pada Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad karena telah menyebut holocaust sebagai sebuah "mitos." Meski demikian, di Iran, kaum Yahudi bebas melakukan ibadah agamanya dan boleh mengelola sekolahnya sendiri. Dan meski Iran-Israel tidak punya hubungan diplomatik, kaum Yahudi Iran bisa kapan saja pergi ke Israel untuk berkunjung ke kerabat mereka. (ln/guardian) Source : http://www.eramuslim.com/berita/int/7713164633-meski-diberi-insentif-besar-k aum-yahudi-iran-tolak-pindah-ke-israel.htm?rel
