Komentarku:
Bila aktivitas korupsi ada alat ukurnya seperti meteran yang ada grafik atau
indikatornya, saya memprakirakan selama bulan Ramadhan aktivitasnya justru
meningkat. Kenapa? Karena masa-2 itu butuh lebih banyak uang biaya mudik dan
untuk dibagi-bagi di kampungnya saat mudik, dan para pejabat juga harus bagi-2
"THR" pada para pegawainya. Coba tanya para bos-2 di kantor pemerintah bila
mendekati hari raya makin sibuk cari uang ke pengusaha-2 atau mark up anggaran
untuk dibagi-2 ke pegawainya. Orang kampung sudah mengelu-elukan para pejabat
dari kota/jakarta yang saat lebaran nanti bagi-2 uang ke kerabat tetangga
sebagaimana biasanya.
Kayaknya ceramah para ustad " barang siapa yang puasa sebulan penuh akan
diampuni dosanya seperti bayi yang baru lahir" menjadi pegangan para koruptor.
Gak apa-2 deh korupsi toh nanti bisa dihapus dengan berpuasa dan akan kembali
bersih/fitri. Puasa atau tidak kayaknya korupsi (belok kiri) jalan terus... he
he he seperti rambu lalu lintas saja
salam
nano_biak_papua
Mari Berpuasa Korupsi
Posted by: "Sunny" [EMAIL PROTECTED]
Wed Sep 19, 2007 7:39 pm (PST)
Refleksi: Usulan simpatik! Tentu para koruptor dan calon koruptor mau berpuasa
korupsi, karena puasa bagi mereka seperti berlibur dari pekerjaan selama 30
hari. Habis puasa sikat lagi. Kantong duit selalu tidak berkekurangan isinya.
http://www.indopos. co.id/index. php?act=cetak& id=4
Kamis, 20 Sept 2007,
Mari Berpuasa Korupsi
Negeri ini hingga kini masih terlanda banyak tindak pidana korupsi. Dan,
sampai kini hal tersebut kok susah diberantas.
Kasus-kasus kecil dan besar, baik yang pakai trik maupun yang memakai hadiah
selalu ada bumbu korupsinya. Kita sampai bingung. Padahal, UU Pemberantasan
Korupsi sudah kita miliki, lembaga KPK kita punya, aparat penegak hukum banyak,
dan polisi penyidik pun kita punya. Lembaga tertinggi MA yang kini sudah
mendapatkan tunjangan kinerja sampai 300 persen juga kita punya. Mengapa kok
korupsi kian menggurita?
Masyarakat Indonesia mayoritas beragama, namun korupsi jalan terus. Apa
sebabnya. Mengapa itu selalu jadi topik pemberitaan di berbagai media cetak dan
elektronik. Apakah negeri ini pantas disebut negeri koruptor?
Dalam suasana Ramadan ini, mari kita, para pejabat, pemimpin negara, anggota
dewan, anggota partai, pendidik, dan tokoh agama atau mereka yang mengaku
beragama melakukan puasa korupsi. Mungkin, itu bisa dijadikan gerakan nasional,
dimulai dengan keteladanan pemimpin negeri hingga ke rakyat jelata.
Dampak puasa korupsi diharapkan bisa terlihat nyata setelah Ramadan berlalu.
Mudah-mudahan negeri ini bebas korupsi. Mungkinkah?
WISNU WIDJAJA, Jl Sindoro I No 16 Kalibuntu, Panggung, Tegal
---------------------------------
Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos.