Ya begitulah, Bung.
   
  Saya merasa sangat sedih juga melihat tabiat bangsa ini. Mereka mengaku 
beragama, tetapi kebencian kepada orang lebih menonjol. Orang yang dengan tulus 
memberi pengetahuan dan peringatan dini agar kita terhindar dari bahaya, eh 
malah ditertawakan, dituduh pembohong, penipu de el el..
   
  Ny Muskitawati itu, menurut pikiran saya, sudah dengan tulus hati mengungkap 
sebuah kebenaran cerita yang berguna bagi kita, tetapi dia malah dicerca 
sana-sini. Pada kenyataannya, cerita Ibu Mus itu memang benar.
   
  Benarkah peristiwa itu akan terjadi?  Ibu Mus juga sudah mengatakan itu 
sebuah ramalan yang "kalau benar terjadi" akan lebih dahsyat dari bencana Aceh. 
Itu ramalan, itu peringatan dini. Siapa tahu peristiwanya betul-betul terjadi.
   
  Wahai sobat dan sahabat sebangsa, berjiwa besarlah sedikit. Jangan jadi 
bangsa pengecut, picik pikiran dan akal. 
   
  Kalau begini, kapan kau maju???????!!!!!!
   
  Umbu Rey
   
   
  
Paulus Tanuri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Buat rekan-rekan di mediacare ini,
Jangan biarkan kebencian dan emosi menutupi telinga, hati, dan akal sehat. 
Kalau ada yang menyampaikan berita atau peringatan, ya bisa dicross check dulu 
kebenarannya. Bukan asal tuduh bahwa berita tersebut bohong, hoax dan 
sejenisnya, hanya karena yang menyampaikannya orang yang tidak anda sukai. 

Untuk kasus yang sekarang ini, setelah berteriak-teriak hoax, membentak-bentak, 
eh ternyata berita yang disampaikan itu memang benar ada, yang malu siapa ? 
(itu pun kalau masih punya rasa malu)



Regards, 
Paulus T.

  On 9/20/07, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Saya lihat berita itu waktu 
disiarkan. Seorang sarjana  dari California yang
menaruh instrument cipataannya untuk mendeteksi getaran bumi , gempa bumi
dan dengan begitu bisa diprekiraan akan terjadi gempa bumi besar dan 
tsunami. Kalau tak keliru ingatan saya ialah dia katakan lemping kulit bumi
dsebelah barat  pulau Sumatera itu tidak stabil sepertinya akan retak. Dan
kalau retakan ini terjadi akan bisa ada gempa bumi 9 RS dan tentunya akan 
bisa terjadi tsunami.

Instrument pemamtau getaran itu ditaruh di atas salah satu bukit, hemat saya
letaknya di atas bukit sebelah kanan kota Padang. Dari tempay tsb terlihat
beberapa pulau kecil.

Hendaklah diperhatikan bahwa sebahagian korban gempa bumi bulan Maret lalu 
disana, hingga kini  mereka belum menerima bantuan apapun.



----- Original Message -----
From: "Andrinof Chaniago" <[EMAIL PROTECTED]>
To: < [email protected]>
Sent: Wednesday, September 19, 2007 11:01 AM
Subject: Re: Hal: [mediacare] Indonesia Menunggu Datangnya Gempa Dahsyat
Lebih Dari 9 SR


> Saya udah periksa di media online CNN.com. Tidak ada
> berita itu!
>
> --- dian vitra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>> hahahaha.....bodoh banget buat yang percaya sama 
>> Ny. Muslim binti Muskitawati .
>> Gw dari Banda Aceh, tempat dengan gempa 9.0 skala
>> richter !!!!!
>> siapa yang bisa memprediksi bakal terjadi gempa di
>> Aceh dulu ???
>> GAK ADA !!!!!
>> Jadi satu kesimpulan
>> Ny. Muslim binti Muskitawati.adalah PENIPU KELAS
>> TERI !!!!
>>
>> Ny. Muslim binti Muskitawati.anda pasti belum pernah
>> merasakan 'BELAIAN' gempa 
>> 9.0 skala richter kan... KASIAN DEH LO !!!
>> GW udah merasakannya !!!! rasanya biasa aja !!!!
>> Semua itu kehendak yang di Atas , Nyai.....
>>


  

                         

       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

Kirim email ke