www.bantenlink.com
edisi : 20 September 2007
Setelah Direnovasi, Situ Kadupayung Malah Terancam Longsor
Pandeglang— Akibat dilakukan renovasi, Situ Kadupayung di Desa
Sukapayung, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang malah terancam bencana
longsor. Hal ini diungkapkan oleh Memed, Koordinator Penagiran Unit Pelayanan
Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cabang Kecamatan Menes, Kabupaten
Pandeglang.
Oleh : Wandi
Menurut Memed, ancaman longsor itu akibat renovasi Situ Kadupayung
tidak disertai pembangunan suplisi yang berfungsi menahan cekungan dalam situ
yang sudah diperdalam. "Jika tidak ada suplisi, tanah situ yang sudah dikeruk
dengan menggunakan mesin berat (eskavator) akan longsor ke dasar. Akibatnya,
situ akan kembali dangkal," katanya, kemarin. Proyek renovasi Situ
Kadupayung yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN)
senilai Rp1,37 Miliar ini, memang tidak ada pekerjaan pembuatan suplisi.
"Menurut informasi yang saya terima, pembuatan suplisi akan dikerjakan pada
tahun mendatang," katanya. Renovasi Situ Kadupayung untuk tahun 2007
merupakan renovasi tahap kedua. Dalam tahap ini, renovasi situ seluas 4 hektari
meliputi pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan pemasangan beton,
penghijauan dan pekerjaan dewatering. Seluruhnya sudah selesai dilaksanakan
oleh Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai
Cidanau-Ciujung-Cidurian dengan nama kegiatan Rehabilitasi
Waduk/Bendungan/Bendung/Embung.
Memed tidak dapat berkomentar lebih lanjut tentang ancaman longsor di Situ
Kadupayung itu. "Saya tidak bisa berkomentar banyak. Kalau solusi bagaimana,
agar Situ Kadupayung tidak longsor, ya harus dibangun Suplisi, apalagi
sebentar lagi akan musim hujan, otomatis debit airnya akan meningkat dan
diperlukan tanggul-tanggul yang kokoh,”jelasnya.
Suherman, salah seorang warga Desa Sukapayung, mengatakan saat musim hujan
debit air mencapai 3 meter dari dasaran Situ, sedangkan untuk saat ini debit
air hanya 40 centimeter.”Sejak dibangun Situ tersebut, sumber air resapan
menjadi berkurang drastis, karena sebelum ada renovasi Situ, ada pohon besar
seperti pepohonan bengkirai telah ditebang,”ujarnya, ketika dikonfirmasi
kemarin.
Akibatnya, sejumlah lahan pertanian di Desa Purwaraja dan Desa Murue,
Kecamatan Menes, seluas 60 hektar mengalami kekeringan. Karena mengeringnya
air di Situ kadupayung.”Dengan demikian, para petani padi hanya dapat memanen
padinya setahun 2 kali, walaupun areal persawahan dekat dengan
irigasi,”jelasnya.
Untuk mengantisipasi terulangnya kekeringan saat musim kemarau, dia bersama
warga lain berharap Renovasi Situ Kadupayung dapat terselesaikan dan tidak
ada kata penundaan bagian Situ yang belum direnovasi.”Kalu kami tidak tahu
menahu secara teknis, yang penting pelaksana proyek dan Pemerintah setempat
dapat menyelesaikan bangunan tersebut dan dapat difungsikan kembali, secara
maksimal,” harapnya.
Menurutnya, sebelum Situ direnovasi, dan masih irigasi alami (daerah
resapan air penuh pepohonan besar), tidak ada kata kering walaupun musim
kemarau, tapi untuk saat ini yang terjadi adalah sebaliknya.”Direnovasi
bukannya membaik malah menjadi mala petaka,”tegasnya.
Sementara Kepala Satuan Kerja ( Kasatker) Balai Besar Wilayah Sungai
Cidanau-Ciujung-Cidurian Banten, Billy Parmono ketika hendak di konfirmasi
tidak ada ditempat,” Bapak sedang dinas luar,”ujar salah seorang staf Billy
kepada bantenlink.com, kemarin.(on).
Klik disini untuk Arsip Berita
Untuk Arsip Berita tanggal sebelumnya hubungi kami di :
[EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!